Hari Wanita Internasional (International Women's Day): bagaimana menjadi Mompreneur dan memaksimalkan "The Power of Emak-Emak"

Healthy Wealth 07 Maret 2019

Selamat Hari Wanita Internasional alias "International Women's Day" untuk kita semua para wanita, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia!

Saat perayaan hari yang bersejarah ini, dimana seluruh dunia mengakui kesetaraan gender dan penghapusan diskriminasi terhadap kita wanita, rasanya bangga sekali bahwa di Indonesia kini, trend "Mompreneur" kian marak.

"Mompreneur" itu apa sih? Untuk kamu-kamu yang belum mengetahuinya, "Mompreneur" adalah sebuah istilah yang merupakan gabungan dari dua kata, yaitu "Mom" (ibu) dan "Entrepreneur" (pengusaha). Mompreneur adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seorang ibu yang selain mengasuh anak-anaknya, juga menjalankan usahanya dari rumah.

The Power of Emak-Emak

Beberapa waktu lalu, marak di medsos gambar-gambar meme mompreneurs yang masih berdaster dan berwajah polos tanpa make up, saat menjalankan bisnis usaha dari rumah, yang kemudian mewabah istilah "The Power of Emak-Emak". Trend ini jelas menggambarkan bahwa sekarang ini, menjadi seorang ibu bukan lagi halangan untuk tetap bekerja, dari rumah atau dari mana saja. Dan bahwa, sebagai ibu, istri dan wanita, kita tetap bisa menjadi sumber penghasilan keluarga, bahkan ada mompreneur yang merupakan penopang utama ekonomi keluarga, lho!

Memilih menjadi mompreneur banyak memiliki keuntungan. Selain fleksibilitas waktu, kamu pun dapat turut berpartisipasi membantu keuangan keluarga dengan adanya penghasilan tambahan yang dapat digunakan baik untuk perencanaan pendidikan maupun investasi, sebagai ibu, kamupun berhak untuk menentukan masa depan yang terbaik bagi si buah hati.

Nah, bila sampai saat ini kamu masih bekerja penuh di kantor, tapi sebenarnya kamu ingin merubah haluan dan mencoba hidup sebagai seorang mompreneur, artikel ini kami tulis khusus untukmu.

Pergunakan keahlianmu

Wanita terkenal dengan kemampuan multitasking-nya, apalagi seorang ibu, yang dituntut memiliki berbagai keahlian saat membesarkan anak-anak dan mengurus keluarga.

Nah, saat memikirkan untuk menjadi mompreneur, mencari penghasilan tambahan sendiri dari rumah pun bisa dimulai dari keahlian yang sudah kamu miliki. Misalnya, kue-kue atau masakan buatanmu terkenal paling enak - atau, kamu ahli dalam kerajinan tangan, seperti menjahit atau membuat tas anyaman. Pergunakan keahlian yang kamu punya untuk mulai bisnismu sendiri. Bila kamu tak bisa memasak ataupun menjahit, tak perlu kuatir, cari kelebihan lain yang kamu miliki, seperti misalkan keahlian bernegosiasi atau kemampuan persuasi, yang bisa kamu manfaatkan dengan menjadi agen asuransi Generali, contohnya. 

Saling membantu dalam pengasuhan anak

Sulit untuk bekerja sekaligus mengasuh anak, apalagi bila si kecil masih dalam usia balita yang sedang lincah-lincahnya. Jangan segan meminta bantuan, baik itu ke orangtua, keluarga, teman, dan tentunya, pasangan kita sendiri! Meskipun hanya satu atau dua jam sehari atau sekali-dua kali dalam seminggu, bantuan mengasuh anak sangatlah penting - terutama bagi kamu yang serius ingin menjalani karir dari rumah sebagai mompreneur!

Harus percaya diri, dong!

Sebuah klise yang sering beredar di medsos adalah, ibu rumah tangga biasanya tak sehebat wanita yang berkarir di kantor. Nah, ini salah besar! Sebenarnya, bekerja di kantor maupun dari rumah masing-masing punya keuntungan dan kekurangan masing-masing, dan keduanya sama hebatnya - tergantung bagaimana kamu menyikapinya! Bila wanita karir punya kesempatan membuktikan diri lewat kesuksesan di pekerjaan kantor, maka sebagai mompreneur kamu harus membangun rasa percaya dirimu sendiri, dengan meyakinkan bahwa KAMU BISA dan menerapkan prinsip tak mudah menyerah. Selain itu, bangun network-mu sendiri dengan mencari komunitas para ibu yang sama-sama menjalankan usaha dari rumah sendiri, dan ikuti group support mereka di Whatsapp untuk sekedar sharing - ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menambah teman baru, lho!

Manfaatkan teknologi digital

Internet adalah jendela kita ke seluruh dunia, yang menawarkan kesempatan tak terbatas bagi siapa saja untuk memulai bisnisnya sendiri, dari mana saja. Membuka toko atau bisnis online lewat website atau medsos, semua bisa kamu lakukan dengan mudah sekali. Bila kamu masih belum terlalu mengerti dunia digital, pertimbangkan untuk mengambil kursus marketing digital yang saat ini banyak tersedia di kota-kota besar.

Passion kamu apa?

Apa sih passion kamu? Baking? Yoga? Menggambar? Pepatah bilang, "cari pekerjaan yang sesuai dengan passion-mu, maka kamu tak akan pernah merasa malas untuk bekerja". Bila kamu suka yoga atau Zumba, misalnya, kamu bisa mendaftar kursus untuk menjadi instruktur bersertifikasi. Atau, bila menulis adalah hobimu, coba kirimkan beberapa cerpen atau tulisan ke majalah cetak atau digital, untuk membuka kesempatan menjadi penulis lepas atau kontributor kolom tertentu.

Disiplin dan pembagian waktu yang tepat

Kunci untuk keseimbangan hidup berkeluarga dan bekerja (apalagi, bekerja dari rumah) adalah disiplin dan pembagian waktu yang tepat. Bagi waktu dengan seimbang antara tugas sehari-hari di rumah, mengurus anak, dan porsi pekerjaan sebagai mompreneur - dan tepatilah pembagian waktu tersebut secara disiplin, supaya semua dapat selalu berjalan lancar tanpa kendala.

Jangan takut gagal!

Jadi pengusaha itu sama sekali tidak mudah. Banyak halangan, rintangan dan kegagalan yang akan kamu alami. Jangan takut gagal, teruslah tekun berusaha dan jangan mudah menyerah!

Sebagai seorang ibu, kamu pastilah sudah memiliki kemampuan-kemampuan luar biasa dalam hal mengatur kehidupan keluarga, mulai dari masalah keuangan hingga urusan domestik lainnya. Jadi, tak pernah ada kata terlambat untuk memulai sebuah bisnis baru yang fleksibel, memungkinkan untuk kamu bekerja dari rumah dan sekaligus tetap menyaksikan tumbuh kembang anak-anak!

Manfaatkan waktu luangmu dan maksimalkan keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan lewat saran-saran pintar untuk membuat setiap kesempatan bersama keluarga jadi berkesan:

Bisnis jaman now: era entrepreneur digital 

Memulai usaha sendiri: susah nggak sih? Simak tips anti-gagal berikut ini!