Bagaimana membangun antusiasme karyawan saat melakukan kerja bakti sukarela

Healthy Wealth 29 April 2019

Mengadakan kerja bakti dengan staf kantor sebagai sukarelawannya, adalah cara yang sangat baik untuk berbagi kepada sesama. Bagaimana sih caranya supaya para karyawan pun turut bersemangat dan antusias mengerjakan bakti sosial bersama-sama?

Tawarkan cuti yang dibayar

Saat mengadakan baksos, izinkan karyawan mengambil cuti yang ditanggung kantor. Misalnya, setelah mengadakan baksos di pagi, siangnya karyawan boleh langsung pulang ke rumah. Atau, setelah satu hari penuh mengadakan kegiatan baksos yang cukup melelahkan, beri mereka satu hari libur keesokan harinya. 

Cari kegiatan baksos yang menyenangkan

Kegiatan baksos tidak selalu harus berarti kerja bakti membersihkan got dan tong sampah di lingkungan sekitar kantor (yang sudah pasti kurang mengundang antusiasme). Kunjungan ke panti asuhan atau panti jompo, memasak dan membagikan makanan gratis untuk para gelandangan, atau mengajar anak jalanan membaca dan menulis bisa jadi pilihan bakti sosial yang cukup menyenangkan.

Efek positif membagikan kebaikan

Kegiatan bakti sosial ini juga bisa dijadikan sarana pembangunan karakter karyawan untuk selalu perduli kepada sesama, sekaligus membuat mereka merasakan efek positif kebahagiaan saat menyebarkan kebaikan bersama-sama dengan kantor.

Nilai tambah performa

Nilai plus bagi karyawan yang paling aktif dalam kegiatan bakti sosial, bisa diberikan sebagai insentif saat penilaian performa kerja tahunan. Ini bisa membangun semangat antusiasme karyawan, karena ternyata aktif berbuat baik membantu sesama bisa berbuah manis dapat nilai plus di kantor juga!

Biarkan karyawan aktif berperan

Bila dalam soal kerjaan karyawan masih butuh arahan, untuk bakti sosial, coba biarkan mereka yang aktif berperan. Mulai dari perencanaan hingga eksekusinya, biarkan mereka bekerja independen dalam tim, dengan sang bos sebagai supervisor yang hanya mengawasi dan memberi persetujuan saja. Dengan demikian, karyawan pun antusias karena diberi kepercayaan serta tanggung jawab, dan tentunya lebih merasa bahwa proyek bakti sosial tersebut adalah milik mereka juga.

Jangan sampai menyita terlalu banyak waktu kerja

Namanya kegiatan bakti sosial, tetap merupakan kegiatan sampingan, bukan aktivitas utama. Hindari kegiatan yang terlalu makan banyak waktu dan sulit dilaksanakan, supaya pekerjaan utama di kantor tidak lantas jadi keteteran. Seimbangkan waktu yang dihabiskan untuk urusan sosial dengan waktu bekerja produktif yang utama.

Saturday Academy bersama Generali Indonesia

Tahun ini, Generali Indonesia terus perkuat gerakan The Human Safety Net (THSN). THSN sendiri merupakan gerakan berantai global yang diinisiasi oleh Generali Group. Diluncurkan sejak Oktober 2017, kini THSN telah aktif di lebih dari 18 negara. Sebagai wujud komitmen Generali Indonesia dalam gerakan THSN di sepanjang tahun 2019, pada Sabtu, 30 Maret 2019 Generali Indonesia menggelar Kick Off The Human Safety Net 2019 dengan kembali melakukan kegiatan Saturday Academy di wilayah Tanah Merah, Jakarta Utara yang diikuti oleh lebih dari 100 anak dan puluhan orang tua.

Pada kegiatan Saturday Academy kali ini, Generali Indonesia mengangkat tema unik ‘Master Chef’, dimana dalam acara ini kurang lebih 45 karyawan aktif Generali Indonesia terlibat memberikan materi tentang pentingnya makanan sehat dengan gizi seimbang, serta menjaga kebersihan saat sebelum dan setelah makan. Selain itu, tim Generali Indonesia juga turut mempersiapkan dan memasak makanan bergizi untuk para adik-adik dan juga para orang tua yang hadir.

Nah, untuk kamu yang tergabung sebagai agen Generali tetapi belum sempat ikut serta dalam kegiatan ini, kami tunggu partisipasi kamu untuk bergabung dalam gerakan berantai THSN ya!

Para pemimpin terbaik merupakan inspirasi bagi orang lain, termasuk dalam hal kesehatan. Tingkatkan kesehatanmu setiap hari dengan mengikuti guide penting seputar gaya hidup sehat:

Tips hemat biaya listrik dengan "Green Office" yang ramah lingkungan!

Sukses di bisnis sekaligus membantu sesama