Tetap olahraga saat puasa: maksimalkan manfaatnya, minimalisir lelah dan cedera!

Healthy Lifestyle 05 Mei 2019

Mens sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat pula. Gerakan rajin berolahraga semakin marak di Indonesia, dan memang secara klinis terbukti bahwa olahraga teratur berpengaruh memberikan dampak positif secara fisik maupun psikis. Maka, penting untuk rajin olahraga, berapapun usia kita.

Saat bulan suci Ramadhan tiba, aktivitas berolahraga tetap bisa dilakukan, meski intensitasnya harus diperhatikan supaya tidak terlalu haus dan kita pun mendapatkan manfaat yang maksimal.

Bagaimana langkahnya? Apa saja manfaatnya? Yuk, kita baca!

Mengerti tubuh kita

Tubuh kita seperti mesin yang butuh dipanaskan sebelum digunakan. Salah satu tips terpenting menghindari cedera, baik saat puasa ataupun saat olahraga di hari biasa, adalah dengan melakukan pemanasan sebelum mulai berolahraga. Stretching sebanyak 5 hingga 10 menit di awal sesi gerak tubuh berguna untuk mempersiapkan otot-otot sebelum diajak bekerja lebih berat setelahnya. Setelah selesai melakukan latihan, jangan lupa juga untuk melakukan pendinginan otot, supaya tubuh tidak kaget dan "mesin" juga bisa mendingin pelan-pelan setelah dipakai berolahraga.

Olahraga saat puasa mengaktifkan hormon pertumbuhan

Human Growth Hormone / HGH, adalah nama dari hormon yang diproduksi secara alami oleh tubuh kita. Hormon ini dikenal juga sebagai hormon pertumbuhan, yang membantu membangun otot lebih cepat, membuang lemak, meningkatkan stamina dan meremajakan sel-sel dalam tubuh.

Wah, luar biasa ya! Jadi, sebetulnya berolahraga dalam keadaan puasa memang dianjurkan.

Lakukan menjelang waktu buka

Idealnya, olahraga dilakukan satu jam maksimal sebelum waktu berbuka, supaya, saat sudah selesai berolahraga selama sejam, kita bisa langsung berbuka puasa, agar otot dan sel-sel tubuh bisa langsung diberi "makanan" setelah digunakan saat berolahraga.

Minum banyak air putih juga salah satu faktor penting untuk menjaga kondisi fisik saat berolahraga. Kurang cairan bisa mengakibatkan hilangnya konsentrasi dan stamina. Karena olahraga dilakukan saat berpuasa, setelah bedug Magrib tiba, segera minum segelas besar air putih dingin untuk berbuka, atau, sirup yang lezat pun dapat ditambahkan ke air putih karena setelah olahraga, tubuh kita butuh asupan gula sedikit lebih banyak dari biasa.

Selalu gunakan peralatan yang tepat untuk latihan yang tepat

Menggunakan peralatan dengan tepat adalah kunci dari mengoptimalkan manfaat latihan sekaligus meminimalisir risiko cedera. Selalu gunakan peralatan yang tepat untuk latihan yang tepat. Contohnya, menggunakan sepatu khusus untuk lari yang sesuai trek di dalam atau di luar ruangan, sarung tinju yang tepat untuk kickboxing atau Muay Thai, atau raket yang sesuai untuk tenis atau badminton.

Hal yang sama juga berlaku saat menggunakan peralatan atau mesin di gym. Minta bantuan personal trainer atau pelatih yang paham cara menggunakan mesin latihan dan ketahui dengan seksama cara yang benar untuk mengangkat beban, supaya tidak terkilir.

Memahami batas kemampuan

Selalu pahami batas kemampuan tubuh, paham bahwa setiap orang berbeda - dan bahwa, semakin bertambahnya umur, semakin berkurang pula kemampuan fisik tubuh. Juga, setelah tidak berolahraga dalam waktu cukup lama, atau saat memulai jenis olahraga atau latihan baru, mulailah dengan pelan-pelan saja. Bangun stamina dan kekuatan secara bertahap, jangan pernah memaksakan diri untuk mengangkat beban terlalu berat atau lari terlalu jauh melebihi kemampuan kita, apalagi saat puasa!

Simpelnya, yang santai tapi pasti saja, ya, supaya puasa juga tidak lantas batal karena kelelahan akibat terlalu berat berolahraga.

Selamat berpuasa, dan tetap aktif berolahraga!

Mulai dari saran mengenai cara makan sampai dengan resep camilan sehat, semua yang kamu butuhkan untuk memulai gaya hidup sehat ada disini:

5 Resep Smoothie enak, lezat dan penuh nutrisi

Gerakan-gerakan yoga termudah untuk pemula (yang bisa dilakukan di mana saja!)