Jasmin Peh: sebuah cerita kesuksesan yang berawal dari asuransi Generali

Healthy Wealth 07 Agustus 2019

Perkenalkan, Jasmin Peh – salah satu agen paling top Generali di Indonesia. Pria berusia 36 tahun ini berasal dari Medan, dan merupakan seorang suami dan bapak yang cinta keluarga. Penggemar olahraga basket ini sudah bersama Generali sejak 2011 – sejak tahun pertama Generali datang ke Indonesia. Jasmin khusus memasarkan asuransi jiwa individu, asuransi kesehatan dan dana pensiun.

Sebelum bergabung dengan Generali, Jasmin sudah bekerja di bidang asuransi selama 16 tahun, dan ketika Generali masuk ke Indonesia, ia langsung memutuskan untuk bergabung.

“Visi saya sama dengan visi Generali. Saya ingin menyebarkan kebaikan sekaligus berbisnis, dan menurut saya, menjadi agen asuransi ini adalah karir yang pas untuk apa yang saya inginkan,” kenangnya saat mengingat saat pertama bergabung dengan Generali.

Jasmin, yang kebanyakan nasabahnya juga tinggal di Medan, selalu memberikan perhatian ekstra kepada semua kliennya – apalagi di saat ada nasabah yang jatuh sakit atau kecelakaan, Jasmin biasanya langsung meluangkan waktu untuk langsung datang mengunjungi nasabah tersebut.

“Peran seorang agen itu adalah menjadi wakil yang baik bagi perusahaan asuransi dimana ia bekerja. Dengan langsung datang mengunjungi nasabah yang sedang terkena musibah, kita juga menunjukkan bahwa saya dan Generali semua care dengan nasabahnya. Terpenting, saya juga selalu membantu nasabah untuk fokus supaya cepat kembali sehat, karena ketenangan batin yang bisa saya berikan sebagai agen adalah bahwa semua biaya pengobatan sudah ditanggung oleh Generali.”

Jasmin selalu menjaga komunikasi pribadi dengan semua nasabahnya lewat telepon dan Whatsapp. Karena lebih memilih komunikasi personal, Jasmin biasanya sms, menelepon atau mengirimkan pesan Whatsapp kepada masing-masing klien, alih-alih mengirimkan pesan berantai / broadcast pesan. Bagi agen satu ini, hubungan personal sangat dihargai oleh nasabah, yang sering memberikan referensi mengenai Jasmin kepada saudara, teman dan kerabat mereka sendiri. Sesekali, Jasmin juga mengajak nasabahnya untuk ngopi-ngopi, makan siang atau hangout bareng, sekedar hanya untuk silaturahmi dan bertukar kabar.

“Saya percaya bahwa menjadi agen berarti kita akan dilibatkan ke dalam pengambilan berbagai keputusan penting di keluarga nasabah kita,” tutur Jasmin. “Agen adalah bagian dari keluarga nasabah, karena saran dari agen merupakan faktor penentu penting saat nasabah mengambil keputusan. Jadi, sebagai agen, kita bertanggungjawab memberikan nasabah kita saran terbaik, tak hanya mengenai masalah kesehatan saja, tapi juga mengenai solusi finansial dan investasi.”

Jasmin punya cara tersendiri untuk mendekati calon nasabah: melalui referensi personal.

“Saya tidak pernah membagikan brosur – itu cara yang sudah kuno sekali. Kita perlu mengenal calon nasabah lebih dekat sebelum kita bisa meyakinkan mereka untuk menjadi nasabah kita. Ada hubungan personal yang betul-betul harus dibangun, karena hubungan baik inilah yang membuat nasabah setia bersama kita sampai bertahun-tahun. Semua nasabah saya punya hubungan personal yang cukup dekat dan baik dengan saya sebagai agen mereka.”

Jasmin sering bermain basket bersama klien-kliennya, sebagai salah satu cara menjaga hubungan pertemanan lewat cara yang sehat dan rileks. Beberapa kliennya juga sekarang sudah menjadi teman terdekat dari Jasmin.

“Yang paling saya sukai dari pekerjaan saya adalah setiap kali saya bisa memberikan bantuan kepada nasabah yang juga merupakan teman baik saya. Saya ingin selalu ada untuk mereka di saat-saat paling sulit sekalipun, sekaligus juga membantu mereka untuk merencanakan masa depan yang lebih indah.”