Merawat kecantikan sekaligus ramah lingkungan: bagaimana caranya?

08 Agustus 2019

Mulai dari plastik hingga makanan, saat ini salah satu prioritas kita sebagai warga bumi yang bertanggungjawab, adalah untuk mengurangi limbah pembuangan dan memanfaatkan produk yang ramah lingkungan. Terutama, saat kita membicarakan kosmetik dan produk perawatan kulit. Bagaimana caranya untuk tetap merawat kecantikan sekaligus tetap ramah lingkungan?

Apa yang harus dihindari?

Make upskincare dan peralatan dandan khas wanita lainnya, seringkali dibungkus berlapis-lapis dengan plastik sekali pakai - berbagai packaging ini seringnya berakhir mengotori lingkungan sebagai limbah. Di tahun 2018, industri kosmetik dunia menghasilkan 120 milyar unit packaging, yang sebagian besar tidak dapat didaur ulang.

Selain menggunakan banyak kemasan plastik, produk kecantikan biasanya mengandung 15 hingga 50 bahan kimia. Dengan rata-rata wanita di seluruh dunia menggunakan 9 sampai 15 produk per hari, ini artinya ada 515 jenis bahan kimia yang bersentuhan dengan kulit kita setiap harinya - sisa pembersih wajah, kosmetik dan sabun cuci muka ini pun akan hanyut terbawa air saat kita mandi, sehingga mengotori ekosistem perairan.

Bahan kimia yang harus dihindari

Beberapa bahan kimia dalam kosmetik sebaiknya dihindari karena selain berbahaya untuk pemakainya, juga tidak ramah lingkungan. Contohnya adalah: 

  • Parabens, yang bisa muncul dalam berbagai nama, tapi biasanya dituliskan dengan akhiran "paraben" - misalnya "isoparaben". Zat ini biasanya digunakan sebagai pengawet di pembersih wajah, sabun, shampoo dan krim pelembab kulit. Bahan kimia ini meracuni biota laut dan juga dikaitkan dengan timbulnya kanker payudara.
  • Wewangian sintetik, biasanya ditulis sebagai "wewangian" atau "fragrance" di label. Kapas pembersih wajah, pembalut wanita, tisu basah atau tisu kering biasanya mengandung pewangi buatan ini, yang bisa menimbulkan iritasi kulit, infeksi pernapasan, sakit kepala maupun migren.
  • Oxybenzone, atau benzophenone-3, yang biasanya ditulis sesuai dengan namanya pada label produk. Biasanya digunakan pada krim anti matahari, zat ini luar biasa berbahaya dan sangat merusak terumbu karang. Beberapa riset juga mengaitkan zat ini dengan ketidakseimbangan hormon pada manusia.
  • Butiran plastik mikro, biasanya ditulis sebagai "polietilen" atau "polipropilen" di label produk. Sering digunakan pada sabun pencuci muka dan deterjen, partikel luar biasa kecil ini terbuang bersama air mandi atau air bekas mencuci baju, dan mengalir hingga ke laut lepas sehingga tertelan oleh biota laut.

Ramah lingkungan sekaligus aman untuk kita

Sedikit usaha untuk mengganti kebiasaan berdandan dan perawatan kulit bisa membawa perubahan besar. Mulailah dengan selalu membaca label kemasan untuk menghindari zat-zat yang berbahaya tersebut, dan daur ulanglah bilamana memungkinkan. Gunakan produk yang ramah lingkungan dan menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang, bahkan yang tidak dikemas dalam plastik melainkan bahan-bahan alami (di Bali, semenjak penggunaan plastik mulai dilarang, beberapa toko dan supermarket beralih menggunakan daun pisang - meskipun saat ini masih terbatas pada makanan, ini langkah penting!).

Menggunakan air dengan lebih bijaksana dan hemat setiap harinya juga sesuatu yang mudah diterapkan. Misalnya, mandi dengan lebih sebentar di bawah shower saja alih-alih harus berendam di bak mandi, gunakan air dingin yang lebih ramah di kulit ketimbang air panas, dan matikan keran di antara waktu mencuci tangan atau menggosok gigi.

Untuk label produk, selalu lihat tanda "Fair Trade" alias kesepakatan dagang yang dilandasi etika, dimana produsen, pedagang, penjual dan distributor semua terikat dalam perjanjian yang selain sama-sama menguntungkan mereka, juga dilandasi aspek ramah lingkungan.

Perawatan kulit yang inovatif

Dengan semakin banyaknya dari kita yang peduli pada bumi dan kelangsungan daur ulang, permintaan konsumen atas produk ramah lingkungan pun semakin meningkat. Indonesia sebagai negara berkembang dan macan Asia Tenggara pun semakin mendukung industri kosmetik alamiah dan ramah lingkungan. Di Bali, kita bisa menemukan produk-produk makanan dan perawatan kecantikan yang 100% organik di beberapa tempat ini, sedangkan industri fashion yang cinta bumi pun semakin berkembang di Indonesia.

Yuk, kita mulai selangkah demi selangkah, untuk kebaikan bersama: kelangsungan hidup bumi dan perawatan kecantikan kita sendiri, yang lebih alami, natural dan ramah lingkungan!

Jadikan tahun ini tahun yang sukses di karirmu dengan segala tips penting kami untuk berkembang di kantor dan di pekerjaan:

Tingkatkan produktivitas kerja dengan manajemen waktu di kantor yang efisien!

Cara meningkatkan keberhasilan presentasi di kantor