Saran Praktis seputar Pemakaman Anggota Keluarga

07 Oktober 2019

Prosesi pemakaman adalah proses perpisahan, saat terakhir kita mengucapkan selamat jalan sekaligus mengenang hidup orang tersayang yang baru saja wafat - dan biasanya, sekaligus kesempatan untuk berjumpa kembali dengan seluruh keluarga besar dan semua teman almarhum / almarhumah.

Tapi, bagaimanapun juga, meninggalnya orang terkasih merupakan salah satu cobaan terbesar dalam hidup, karena itu wajar bila merencanakan proses pemakaman bisa terasa berat - sebab kita sendiri pun sedang di bawah tekanan emosional serta merasakan kesedihan.

Ini beberapa saran praktis seputar prosesi pemakaman orang tercinta, mulai dari ritual keagamaan hingga selamatan bersama keluarga besar setelahnya.

Ritual keagamaan

Indonesia memiliki 5 agama resmi yang diakui pemerintah, yaitu agama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Buddha dan Hindu. Biasanya prosesi pemakaman akan mengikuti ritual keagamaan yang sesuai dengan agama almarhum / almarhumah. Baik itu penguburan secara agama ataupun proses kremasi, pastikan seluruh anggota keluarga sudah mencapai kesepakatan bersama.

Logistik pemakaman

Masalah keuangan adalah hal terakhir yang ingin kita pikirkan saat orang tercinta meninggal, tetapi kita tetap harus menyadari bahwa seluruh prosesi penguburan serta acara selamatan yang berlangsung setelahnya bisa menelan biaya cukup besar. Tentukan anggaran sejak awal, jangan hanya bergantung pada uang duka yang mungkin diberikan oleh sanak saudara.

Memilih rumah duka, lokasi makam, pemuka agama yang akan memimpin upacara, serta acara selamatan setelah pemakaman selesai merupakan hal utama yang harus diperhatikan. Sesuaikan masing-masing elemen pemakaman dengan faktor penting seperti: kedekatan lokasi dengan rumah kita atau rumah almarhum / almarhumah dengan anggaran yang sudah ditentukan di awal. 

Personalisasi Prosesi Pemakaman

Memilih peti, batu nisan, karangan bunga dan pidato memorial yang akan disampaikan saat pemakaman, sebaiknya disesuaikan dengan karakter almarhum / almarhumah. Tentukan pilihan bersama seluruh keluarga untuk pastikan semuanya sudah sesuai dengan keinginan almarhum / almarhumah dan disetujui seluruh keluarga.

Zaman dulu, pemberitahuan mengenai meninggalnya seseorang biasa disampaikan lewat telepon. Sekarang, kita bisa memilih menggunakan pemberitahuan lewat pesan singkat seperti Whatsapp atau media sosial seperti Facebook, atau bahkan pemberitahuan lewat email. Pilih yang paling mudah dan praktis untuk dilakukan dan tidak menyita banyak waktu.

Selamatan

Acara selamatan yang dilakukan setelah pemakaman bisa berbeda-beda tergantung agama yang dianut oleh masing-masing. Umat Islam Indonesia misalnya, memiliki tradisi selamatan satu, tiga, tujuh, empat puluh dan seratus harian yang umum dikenal, sedangkan umat Katolik dan Protestan umumnya akan melakukan misa / kebaktian di gereja, dan umat Buddha dan Hindu masing-masing melakukan upacara khusus di kuil dan pura mereka.

Selamatan perlu dilakukan paling tidak satu kali, untuk memberikan kesempatan kepada seluruh keluarga besar, sahabat dan teman-teman dekat, relasi bisnis maupun kenalan-kenalan almarhum / almarhumah untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Meskipun di negara-negara Barat ini tidak wajib dilakukan, di Indonesia, tradisi kekeluargaan dan persaudaraan yang erat mendasari keberadaan acara selamatan ini.

Yang terakhir, di saat-saat berat ini, jangan sungkan meminta bantuan kepada keluarga, sahabat, tetangga dan siapapun yang mungkin memberikan dukungan, baik itu secara emosional maupun dalam bentuk membantu mengurus semua prosesi pemakaman hingga selamatan. Semoga kita tetap tegar dan selalu diberi kekuatan menghadapi cobaan ini, ya.

Lindungi orang-orang yang paling kamu cintai dalam setiap langkah hidup dengan tips penting kami seputar keamanan dalam rumah tangga:

3 Rahasia Bahagia dan Sejahtera di Masa Tua

Cintai Diri Sendiri dan Keluarga: Cara Perawatan Diri untuk Ibu Sibuk