Penting untuk kita orangtua: waspada benturan kepala pada anak

Healthy Protection 18 November 2019

Benturan kepala umum terjadi, apalagi pada anak yang sedang aktif-aktifnya. Mulai dari terbentur perabotan rumah, jatuh saat naik sepeda (dan lupa pakai helm) atau bahkan karena jatuh tersandung di jalan - hal ini bisa kerap kali terjadi di mana saja. Bagi kita orangtua yang awam ini, penting untuk mengetahui info-info lengkap seputar benturan kepala, termasuk cara membedakan apakah benturannya hanya sekedar mengakibatkan benjol saja, ataukah cukup parah sehingga perlu ditangani dokter dengan segera.

Cedera karena benturan pada kepala

Benturan pada kepala bisa menyebabkan dua hal: luka eksternal alias di bagian luar sebatas kulit kepala yang biasanya mengakibatkan timbul benjolan, dan trauma internal yang bisa berakibat cedera dalam seperti retak tempurung kepala, gegar otak atau pecah pembuluh darah di kepala.

Luka eksternal biasanya terlihat parah secara visual tapi sebetulnya lebih mudah ditangani secara medis. Sedangkan trauma internal yang lebih sulit terlihat secara mata kasat, kadang bisa lebih berbahaya dan membutuhkan penanganan medis yang lebih kompleks.

Penyebab benturan yang paling umum

Tidak menggunakan pelindung kepala / helm yang memadai saat beraktivitas seperti naik sepeda, mengendarai otopet atau skateboard biasanya merupakan penyebab paling umum terjadinya benturan kepala. Selain itu, anak yang aktif dan sering melakukan berbagai kegiatan di taman bermain seperti meluncur di perosotan, main ayunan, menaiki panjatan main dan lain-lain sebagainya juga rentan mengalami benturan pada kepala. Dan tentu saja, terpeleset karena lantai basah atau terbentur berbagai perabotan di rumah juga bisa jadi penyebab trauma pada kepala.

Awasi kepala anak setelah terbentur

Pertama-tama, amati bagian kepala untuk mengecek cedera visual, seperti luka berdarah atau goresan. Tanyakan anak apakah mereka merasa pusing, sakit kepala, pandangan kabur atau merasa ngantuk. Rasa mual juga umumnya timbul setelah kepala anak terkena benturan - dan bila anak muntah terus-menerus, ini bisa merupakan gejala serius. Cek apakah telinga atau hidung mengeluarkan darah atau cairan, dan apakah anak mengalami gangguan pendengaran atau penglihatan.

Apa yang harus dilakukan?

Sulit untuk mengetahui apakah benturan kepala juga berdampak sampai cedera bagian dalam - yang bisa berakibat fatal. Terutama pada anak yang berusia di bawah 2 tahun, selalu periksakan anak ke dokter, sekecil apapun benturannya - karena sebelum anak berusia 2 tahun, tengkorak kepala masih sangat lunak dan bagian ubun-ubun masih belum terlindungi sepenuhnya sehingga benturan bisa berakibat fatal

Cedera bagian dalam kepala

Langsung bawa anak ke rumah sakit dengan segera, bila anak: 

  • Pingsan setelah kepala terbentur
  • Jatuh dari ketinggian lebih dari 1 meter
  • Tidak berhenti menangis
  • Mengeluh atau merasa kesakitan pada kepala dan leher
  • Muntah berkali-kali
  • Sulit dibangunkan
  • Mata berkunang-kunang atau penglihatan kabur
  • Sulit dibujuk atau didiamkan
  • Tidak bisa berjalan atau berbicara dengan normal, atau bila bicara jadi tak jelas
  • Terlihat bingung, hilang arah atau hilang ingatan
  • Luka yang terus mengeluarkan darah
  • Kejang-kejang
  • Tidak sensitif pada suara berisik
  • Hidung atau telinga mengeluarkan darah atau cairan lain

Bila anak pingsan setelah kepala terbentur, langsung telepon ambulans, jangan coba memindahkan mereka dengan digendong karena bisa memperparah kemungkinan cedera leher atau tulang belakang - bila anak muntah-muntah atau kejang, posisikan mereka dengan berhati-hati ke samping dan usahakan leher serta kepala tetap lurus, supaya tidak tersedak muntahnya sendiri

Cedera luar

Bila anak tidak mengalami hal-hal di atas dan terlihat baik-baik saja, dudukkan mereka di kursi dan kompres bagian yang terbentur dengan es selama 20 menit. Ulangi setiap 3-4 jam.

Waspada dan terus amati anak - jangan biarkan mereka tidur, tunggu beberapa jam dulu sampai kelihatannya anak tidak mengalami gangguan apa-apa. Temani mereka saat waktu tidur tiba, dan jangan ikut tidur terlalu nyenyak - sedapat mungkin, kita sebagai orangtua harus selalu terjaga dan mengawasi anak selama paling tidak 24-48 jam, dan usahakan anak untuk tidak mengalami benturan lagi.

Yang perlu diingat, bila ragu-ragu akan sesuatu hal, selalu hubungi dokter anak terdekat untuk minta pendapat kedua.

Lindungi orang-orang yang paling kamu cintai dalam setiap langkah hidup dengan tips penting kami seputar keamanan dalam rumah tangga:

Penting dibaca: Asuransi untuk kamu yang baru punya anak!

Aman dan nyaman bermain bersama anak di bawah terik matahari

Penting diperhatikan: kesehatan seluruh keluarga