Tips mengecek pipa dan saluran air di rumah khusus newbie

Healthy Protection Rabu, 10 Juni 2020
Woman checking sink

Pipa dan saluran air adalah salah satu faktor penting menjaga higienitas di rumah kita. Mengapa? Sebab, kebersihan dan kelancaran pipa dan saluran air berpengaruh pada kualitas air bersih yang kita gunakan untuk memasak, mandi dan membersihkan rumah - termasuk mengepel dan mencuci baju.

Pipa dan saluran air yang lancar, bersih dan terpelihara dengan baik bisa dijaga lewat maintenance secara rutin. Masih dalam masa transisi menuju "New Normal", ini beberapa tips mudah mengecek pipa dan saluran air di rumah untuk newbie sehingga tak perlu panggil tukang bila tidak benar-benar diperlukan.

Pengetahuan dasar pemeliharaan pipa dan saluran air di rumah

1. Jangan membuang sembarangan benda atau cairan ke dalam kloset toilet, wastafel dan lubang pembuangan air

Selain untuk BAK dan BAB, jangan membuang sembarangan benda atau cairan ke dalam kloset toilet, wastafel dan lubang pembuangan air. Karena orang Indonesia biasanya membersihkan diri dengan air setelah ke toilet, penggunaan tisu toilet tidak terlalu umum di rumah-rumah bila dibandingkan dengan di Singapura atau di Eropa, Australia dan Amerika. Namun, bila masih menggunakan tisu toilet di rumah, hindari membuang terlalu banyak tisu ke dalam lubang kloset sehingga tidak berpotensi menyumbat saluran.

Selain itu, benda-benda yang tidak boleh dibuang ke dalam kloset dan lubang pembuangan air termasuk: pembalut wanita, bungkus plastik, cotton bud pembersih telinga dan sisa rambut rontok - buanglah benda-benda ini ke tong sampah alih-alih menyiramnya masuk ke dalam kloset.

Di dapur, letakkan saringan pada wastafel atau tempat cuci piring untuk menghalangi bekas-bekas makanan seperti butiran nasi atau mie masuk ke dalam lubang pembuangan air. Sebelum mencuci piring, gelas dan wadah makan, pastikan sudah membuang sisa makanan ke tong sampah.

Minyak panas bekas menggoreng makanan, ampas kopi dan teh, kulit buah dan sisa sayuran merupakan beberapa penyebab terbesar dari tersumbatnya saluran air di dapur.

2. Hemat air

Selain ramah lingkungan, menggunakan lebih sedikit air juga berpengaruh mengurangi tagihan air bulanan, lho. Lakukan langkah-langkah menghemat air yang mudah diterapkan, contohnya: mencuci baju seminggu sekaligus, mandi dengan pancuran alih-alih berendam di bak mandi, dan menurunkan debit air di keran dan toilet.

3. Rajin-rajin melakukan pembersihan pipa

Mencegah selalu lebih baik ketimbang mengobati. Sebelum pipa keburu macet, rajin-rajinlah melakukan pembersihan secara teratur. Supaya pipa tidak mudah berkarat, gunakan cairan pembersih pipa yang cukup lembut secara teratur dan yang bersifat keras hanya sesekali saja.

Bila rumah memiliki septic tank, sebaiknya dipompa setiap tiga sampai lima tahun sekali.

4. Jadwalkan cek saluran air dan pipa setahun sekali

Cukup sekali dalam setahun, jadwalkan pengecekan saluran air dan pipa secara menyeluruh (ini sebaiknya dilakukan oleh tukang pipa profesional, ya).

5. Berhati-hati menanam pohon dan tanaman

Akar pohon dan tanaman yang tumbuh ke bawah tanah bisa merusak pipa bila ditanam terlalu dekat. Pastikan pohon dan tanaman diletakkan dalam jarak aman dari pipa dan septic tank di halaman rumah.

Tanda-tanda kerusakan pipa

1. Tangki pemanas air berkarat atau berembun

Bila tangki pemanas air terasa berembun atau berkarat, panggil tukang untuk mengecek sebelum terjadi korosi kebocoran pipa terlalu besar.

2. Tekanan debit air semakin mengecil

Bila tekanan debit air semakin mengecil di satu keran saja, biasanya masalah penyumbatan hanya di saluran keran tersebut. Kerak sedimen yang menyebabkan penyumbatan dalam pipa bisa dengan mudah dibersihkan menggunakan cuka.

Bila tekanan debit air semakin kecil di lebih dari satu atau semua keran, ini bisa jadi tanda kerusakan yang lebih besar - seperti kebocoran pipa di beberapa tempat - bila ini yang terjadi, hubungi tukang pipa profesional dengan segera.

3. Keran atau pancuran air mandi terus menetes

Coba kencangkan bila ada sambungan yang kendor - bila keran atau pancuran air mandi terus menetes, barulah panggil tukang.

4. Bau busuk

Saluran dan lubang air atau keran yang mengeluarkan bau busuk merupakan tanda penyumbatan parah pipa saluran air oleh kotoran - atau kurang ventilasi. Sayangnya, bila ini yang terjadi maka tidak bisa ditangani sendiri, harus menggunakan jasa tukang pipa.

5. Air yang berwarna keruh

Air keruh berwarna kecoklatan atau kekuningan biasanya juga menandakan terjadinya korosi di dalam saluran pipa air. Meminum air yang melewati pipa berkarat kurang baik untuk kesehatan, meski dimasak sekalipun - bila ini terjadi, segera hubungi tukang pipa sebelum karatan semakin menjadi-jadi.

6. Tagihan air tiba-tiba naik drastis

Bila tagihan air tiba-tiba naik secara drastis meski tidak ada lonjakan penggunaan yang berarti, ini mungkin merupakan tanda kebocoran air - ini pun harus menggunakan jasa tukang air profesional untuk menemukan kebocoran dan menambalnya.

Mulai dari kerajinan tangan sampai dengan resep-resep masakan yang mudah dan lezat, temukan segala hal penting untuk hidup kreatif dan bahagia disini:

10 cara kreatif daur ulang plastik di rumah

Merawat kecantikan sekaligus ramah lingkungan: bagaimana caranya?

Penting: ajari anak untuk selalu cintai alam dan bumi kita

Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan sekaligus Hemat Anggaran