Mendidik anak lewat permainan menarik

26 Maret 2020

Mendidik anak tak selalu harus lewat jalur pendidikan formal di sekolah. Banyak permainan menarik yang bisa dimanfaatkan untuk mendidik anak, lho! Penelitian membuktikan bahwa melakukan permainan bersama anak dapat memberikan efek positif pembelajaran. Tak hanya meningkatkan kemampuan akademis seperti matematika, membaca dan menulis, tapi juga kemampuan bekerjasama dalam tim, ketangguhan berusaha, dan lebih baik memahami berbagai aspek kehidupan.

Saat sedang #DiRumahAja, manfaatkan waktu bersama anak-anak kita untuk mendidik mereka lewat permainan menarik. Ini beberapa contoh permainan yang bisa moms gunakan untuk membuat anak belajar lewat cara kreatif.

Riset di balik permainan yang mendidik

Dari lompat tali dengan karet gelang yang dijalin panjang, belajar memainkan Scrabble sampai congklak, banyak sekali jenis permainan yang kita sebagai orangtua pun pernah lakukan bersama teman-teman kecil. Berbagai permainan ini mengajari kita kemampuan mengeja dan memecahkan masalah. Belajar lewat permainan memang bisa membuat anak lebih bersemangat, karena itu dewasa ini pun banyak sekolah yang memasukkan permainan ke dalam kurikulum mereka sebagai cara memacu motivasi anak belajar dengan suasana menyenangkan.

Riset pun telah mempelajari hubungan bahwa anak-anak yang dididik lewat permainan ternyata memiliki kemampuan mengingat, imajinasi dan daya sosialisasi yang lebih baik ketimbang anak-anak yang hanya belajar secara akademis

Mengasah kemampuan dasar

Permainan yang mendidik mampu mengasah kemampuan dasar anak. Apa saja contoh permainan ini?

Untuk mengasah kemampuan membaca, mengeja dan menulis: Scrabble, Pesan Berantai dan Teka Teki Silang.

Untuk mengasah kemampuan matematika dan berhitung: Monopoli dan congklak - keduanya sekaligus berfungsi mengajari anak berpikir logis, berhitung, melakukan penambahan dan pengurangan, melakukan perkiraan kemungkinan dengan permainan ini.

Untuk mengasah kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah: permainan-permainan klasik seperti Kubus Rubik dan Jenga bisa jadi pilihan. Selain itu, ada Lego - Lego sederhana untuk anak yang lebih kecil, dan Lego Technics yang melatih anak berusia delapan tahun ke atas mengenai prinsip arsitektur dan konstruksi. 

Untuk belajar menyalurkan emosi dan mengasah kemampuan visual: menggambar dan mewarnai, yang sekaligus juga mengasah motorik halus. Selain itu, menganyam kertas karton dan membuat Origami sederhana dengan kertas lipat berwarna-warni, juga bisa menjadi alternatif yang menyenangkan untuk anak.

Belajar nilai kehidupan yang berharga

Setelah mengasah kemampuan dasar akademis, berbagai permainan juga bisa mengajarkan anak mengenai nilai kehidupan yang berharga. Berbagai contoh permainan ini akan mendidik anak untuk mengendalikan emosi dan belajar ketangguhan untuk tak mudah menyerah saat menghadapi masalah.  

Tentang dunia di sekitar kita: cobalah memainkan game SimCityEdu bersama anak, yang mengajari mereka mengenai bahaya polusi.

Tentang higienitas dan tanggungjawab: permainan dokter-dokteran dengan menggunakan boneka, dimana anak akan berperan sebagai dokter dan perawat, sementara si boneka menjadi pasiennya. Ajari anak untuk belajar mencuci tangan mereka sebelum mulai memeriksa si boneka (sekaligus juga untuk belajar cuci tangan yang benar supaya terhindar dari virus dan bakteri!), memeriksa dengan stetoskop mainan dan mengobati si boneka. Terangkan pelan-pelan soal higienitas dan bagaimana tenaga medis bertanggungjawab mengenai kesehatan pasiennya.

Strategi dan sifat pantang menyerah: Puzzle, Monopoli, Catur dan Othello - anak akan diajari untuk berpikir kritis dan menyusun strategi.

Untuk mengasah motorik: bola bekel dan lompat tali dengan jalinan karet gelang - dua permainan tradisional yang masih populer sampai sekarang. Untuk versi modernnya, moms bisa coba playdough / plastisin, tanah liat lembut yang mudah dibuat menjadi berbagai bentuk dan bisa dibuat sendiri di rumah.

Untuk mengajarinya nilai uang: moms bisa ajak anak membuat gelang dari manik-manik atau baking kue-kue sederhana yang lantas bisa ia gunakan untuk bermain berjualan kepada anggota keluarga sendiri.

Untuk mengasah kemampuan bekerjasama dalam tim: permainan Petak Umpet, Benteng dan tarik tambang - anak-anak harus bekerjasama satu sama lain untuk menang!

 

Memang betul, permainan tak bisa sepenuhnya menggantikan pembelajaran formal di kelas, tapi ada baiknya untuk membuat kombinasi dari keduanya untuk mencapai hasil yang maksimal - anak senang, bersemangat dan belajar berbagai kemampuan tanpa menyadarinya.

 

Untuk tips merawat anak dan berbagai artikel parenting lainnya, moms bisa ikuti artikel-artikel berikut:

Cara mudah membantu anak sukses ulangan di sekolah

Tabungan Terbaik untuk Anak: Kenali Fitur-fiturnya

Belajar membuat kue bersama anak: ini tipsnya!

Penting: ajari anak untuk selalu cintai alam dan bumi kita

Bagaimana mengajari anak prinsip dasar keuangan dan penghematan