5 cara mudah menjadi pengemudi yang lebih ramah lingkungan

Minggu, 16 Agustus 2020
5 cara mudah menjadi pengemudi yang lebih ramah lingkungan

Tahukah kamu, bahwa mengemudi kendaraan bermotor setiap harinya sangat berpengaruh pada keadaan lingkungan? 16% dari emisi karbon dioksida di seluruh dunia berasal dari kendaraan bermotor berbahan bakar fosil tradisional. Saat ini, memang sudah ada berbagai opsi mobil listrik dan mesin hibrida. Tapi fakta bahwa mobil listrik maupun hibrida belum banyak tersedia di Indonesia membuat harganya jadi cukup fantastis. Karena itu, mobil listrik maupun hibrida bukan pilihan yang masuk akal untuk semua kalangan saat ini.

Meski mengendarai kendaraan bermesin tenaga bensin biasa, ada banyak cara untuk menjadi pengemudi yang lebih ramah lingkungan. Ini 5 cara mudahnya.

1. Sharing mobil

Sharing mobil alias “nebeng” memaksimalkan penggunaan sebuah mobil untuk memuat lebih banyak penumpang, alih-alih pemborosan dimana satu mobil hanya dikendarai satu orang saja. Cari teman sekantor yang rumahnya searah, sehingga bisa bergantian nebeng. Ramah lingkungan sekaligus patungan bensin, win-win kan?

2. Singkirkan muatan bagasi yang tak digunakan

Semakin penuh isi bagasi mobil, semakin berat muatan yang harus ditarik oleh mesin. Semakin berat pula kinerja si mesin mobil, yang artinya memakan lebih banyak bahan bakar. Singkirkan muatan-muatan bagasi yang belum diperlukan saat ini dan hanya tinggalkan barang-barang yang sekiranya dibutuhkan setiap hari.

3. Gunakan AC sewajarnya saja

AC meningkatkan konsumsi bahan bakar sebanyak kurang lebih 20%. Ya, tentu saja di iklim Indonesia yang panas lembab, terjebak macet di dalam mobil saat siang hari membutuhkan AC supaya penumpang merasa nyaman. Tapi, gunakan AC sewajarnya saja, tak perlu meningkatkan kekuatan angin AC semaksimal mungkin.

Saat pergi ke luar kota yang udaranya lebih sejuk, cobalah untuk mematikan AC dan membuka kaca jendela mobil sebisa mungkin.

4. Gunakan mesin dengan bijaksana

Pelan-pelan mengakselerasi mobil, menjaga agar kecepatan menyetir tetap stabil, menghindari menginjak pedal rem secara tiba-tiba dan mematikan mesin bila sedang dalam posisi menunggu, dapat menjaga mesin dalam kondisi baik dan menghemat bensin.

Rata-rata mobil standar perkotaan berfungsi paling efisien dalam kecepatan 50-80 kilometer per jam. Pada kecepatan lebih dari itu, mobil akan membakar lebih banyak bensin dengan sia-sia.

5. Jaga kondisi ban mobil

Ban mobil yang dibiarkan kempes akan lebih mudah rusak dan meningkatkan konsumsi bahan bakar sebanyak 5%. Selalu jaga ban mobil dalam kondisi prima, cukup angin dan tersetel dengan baik.

 

Sebagai alternatif tambahan, yuk, coba tingkatkan penggunaan transportasi umum dan mengurangi mengendarai mobil sendiri. Kemudian, mulai lebih sering lakukan “bike to work” - mengendarai sepeda ke kantor. Olahraga sekaligus meningkatkan keramahan terhadap lingkungan!

Siap untuk masa depan artinya mempertimbangkan memiliki asuransi - ini yang perlu kamu ketahui.

Sedang berencana membeli mobil? Ukuran besar atau kecil? Model seperti apa yang pas untukmu? Cari tahu lebih banyak mengenai hal-hal penting seputar keamanan berkendara di jalan serta jenis-jenis mobil yang bisa kamu pilih, lewat berbagai tips di artikel-artikel kami:

Kecelakaan Mobil: Tanggungjawab siapa?

Memilih ukuran mobil: kecil atau besar?

Penting untuk orangtua! Tips simpel untuk aman berkendaraan bersama bayi dan balita

Cara sederhana merawat ban mobil supaya aman dan awet selalu