Ini waktunya untuk tata ulang lemari pakaian dan asesorismu!

Jumat, 13 November 2020
Ini cara mudah menata ulang lemari pakaian dan asesorismu

Tolong...saya kehabisan baju untuk dipakai!

Ini problem yang semua wanita pasti sudah pernah mengalaminya: merasa tidak punya baju sama sekali, padahal isi lemari sudah amat sangat penuh sesak! Jangan kuatir, kamu tidak sendirian, kok.

Banyak sekali orang yang punya kebiasaan buruk menumpuk-numpuk barang miliknya. Mulai dari baju, sepatu, asesoris, hingga berbagai jenis pakaian lain, tumpukan menggunung di lemari yang lantas membuat kita lupa bahwa kita punya banyak sekali barang. Sedangkan yang dipakai biasanya yang itu-itu saja, yang selesai dicuci akan diletakkan di bagian teratas tumpukan dan mudah diambil kembali.

Kurangi sifat kelewat konsumtif

Faktanya, semua orang di seluruh dunia terlalu banyak membeli pakaian. Industri garmen adalah salah satu penyumbang emisi gas dan polusi terbesar di dunia... karena itu, kini saatnya kita memikirkan ulang bagaimana untuk bersikap bijaksana, mengurangi sifat konsumtif kita.

Hal ini dimulai dari rumah sendiri: sebelum membeli lagi baju yang baru, pastikan semua bajumu sudah terpakai dan tidak hanya tersia-sia menumpuk di dalam lemari kamar saja.

Nah, kesempatan pada saat masih sering work from home dan banyak waktu di rumah seperti saat ini, adalah momen yang tepat untuk kembali menata ulang lemari pakaian dan asesorismu. Selain merupakan langkah pertama untuk menghemat pengeluaran dan mengurangi sifat konsumtif, membereskan lemari pakaian akan membawa angin segar serta perubahan lebih positif di rumah dan kamar tidurmu.

Bagaimana cara mudahnya? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Perbaiki alih-alih dibuang

Robek sedikit di sudut, satu kancing lepas, resleting copot – jangan langsung dibuang! Perbaiki baju yang hanya sedikiiiit sekali mengalami kerusakan, ketimbang langsung menyingkirkannya ke tong sampah.

Siapkan selalu sekotak peralatan menjahit: jarum, benang berbagai warna dan ambillah teladan nenek moyang kita dulu yang pantang membuang baju sebelum betul-betul rusak tak bisa digunakan lagi.

Bila ternyata lubang-lubang pada baju sudah terlalu besar, tambal dari dalam dengan model patchwork yang justru akan membuat baju jadi unik.

Dan, jangan lupa untuk rajin menyisihkan selalu kancing-kancing cadangan setiap membeli baju baru di satu tempat khusus, sehingga kalau kapan-kapan dibutuhkan, kamu tahu dimana kamu menyimpan kancing cadangan tersebut.

2. Rawat garmen dengan tepat

Cara baik lainnya untuk meningkatkan lama waktu penggunaan dan keawetan sebuah produk garmen adalah dengan memperhatikan tatacara perawatan yang tepat.

Setiap produk garmen modern masa kini biasanya dilengkapi dengan label khusus di bagian dalamnya. Label ini merupakan catatan kecil informasi bagaimana cara melakukan perawatan yang tepat.

Biasakan untuk selalu membaca label ini dan menerapkannya: cuci baju sesuai dengan ketentuan derajat yang diperbolehkan, cuci dengan tangan atau dengan mesin, jangan disetrika atau dikeringkan dengan mesin bila tidak dianjurkan.

Dengan mencermati label garmen, pakaian kesayanganmu pun akan punya jangka waktu penggunaan jauh lebih lama.

3. Pilah-pilah barang sesuai penggunaan

Beberapa jenis baju dan asesoris bisa digunakan kapan saja, sedangkan ada jenis barang yang hanya akan digunakan sesekali saja.

Pilah-pilah barang sesuai penggunaannya. Sisihkan baju yang tak sering dipakai – contohnya jas / blazer resmi, kebaya, gaun pesta, jaket bulu dan sweater tebal untuk jalan-jalan ke luar negeri dan lain-lain sebagainya – cuci bersih, kemudian lipat rapi dan simpan di dalam plastik khusus penyimpanan baju. Letakkan di tumpukan paling belakang dari lemari, sehingga tidak menghalangi baju lain yang lebih sering digunakan.

Sedangkan pakaian yang sering dipakai setiap hari bisa dipisahkan tumpukannya berdasarkan fungsi dan kegunaan: baju kantor, baju harian di rumah, baju santai, baju untuk bepergian dan baju tidur.

Pisahkan masing-masing tumpukan agar mudah mencari pakaian yang diinginkan.

4. Styling & Make Over

Setiap orang pasti punya satu teman yang paling fashionable dan selalu siap dimintai saran untuk membenahi penampilan. Di Amerika Serikat, jasa styling & make over cukup populer, tapi di Indonesia sendiri profesi ini belum marak – jadi, cukup minta nasihat teman atau saudara yang kira-kira penampilannya patut dicontoh.

Ajak teman tersebut untuk melihat barang-barang dan koleksi pakaian yang sudah kamu pilah-pilah di rumah dan minta pendapat mereka mengenai masing-masing barang. Biasanya, pendapat orang lain bisa memberikan ide kreatif bagaimana menggunakan pakaian dan perlengkapan asesoris yang sudah kamu miliki.

5. Tukar-menukar barang

Saat belum ada alat tukar seperti uang, manusia zaman dulu melakukan barter, alias tukar-menukar barang keperluan.

Di masa modern, praktek barter nyaris terlupakan. Nah, saat sedang mengurangi sifat konsumtif, barter merupakan salah satu cara untuk mendapatkan barang baru tanpa harus mengeluarkan uang.

Ajak teman-teman terdekat untuk saling barter pakaian, sepatu, tas dan asesoris lainnya – hemat pengeluaran dan kamu pun sudah turut serta berkontribusi mengurangi over polusi yang disebabkan industri garmen.

6. Kreatif dengan modifikasi mudah

Banyak channel di YouTube dan video tutorial di Facebook yang mengajari kita untuk kreatif mendaur ulang pakaian. Daur ulang pakaian, selain ramah lingkungan juga membuat kamu semakin kreatif berkarya!

Beberapa hal mudah yang bisa dilakukan untuk mendaur ulang pakaian di antaranya adalah:

  • Mengganti warna baju dari putih menjadi warna lain dengan cat / tinta khusus
  • Menambahkan aksen seperti renda, pita, kancing, kristal, manik-manik atau mutiara kepada kaos atau gaun polos
  • Mendaur ulang celana panjang jeans menjadi celana pendek

Beberapa contoh menarik bisa dilihat lewat karya-karya para netizen sedunia yang diunggah via Pinterest

7. Sumbangkan kepada yang lebih membutuhkan

Sumbangkan baju, sepatu, tas dan berbagai aksesorismu yang sudah tak terpakai, tapi masih dalam kondisi baik, kepada yang lebih membutuhkan. Komunitas Setali Indonesia yang juga eksis di Instagram @setali.indonesia bisa membantumu menyalurkan pakaian bekas dan mendaur ulangnya untuk dijual kembali. Semua hasil penjualan akan didonasikan untuk berbagai gerakan kebaikan yang membutuhkan bantuan.

Berbagi kebaikan sekaligus membereskan lemari pakaian, solusi yang tepat, kan?

8. Gunakan dengan cara lain

Kalau ternyata si pakaian bekas tak layak pakai, jangan memaksa untuk tetap disumbangkan. Penerima donasi juga butuh pakaian yang kondisinya masih cukup baik dan pantas dikenakan.

Alih-alih didonasikan, gunakan pakaian bekas yang kondisinya sudah tak memadai dengan cara lain, seperti mengubah kemeja dan kaos menjadi kain lap, alas tidur si kucing peliharaan, atau sulap menjadi baju boneka untuk si kecil.

Yuk, lakukan tips praktis menata ulang kembali lemarimu ini, mulai hari ini juga!

Rencanakan masa depan dengan lebih SMART!

Setelah selesai menata lemari dan barang-barangmu, sekarang waktunya untuk lanjut menata hidup dan membangun masa depan yang cerah!

Pilih GenSMART, perencanaan keuangan yang lebih SMART untuk masa depan.

GenSMART memiliki manfaat proteksi diri dan investasi yang optimal, di sertai dengan GenSMart Allocation di awal pertanggungan, yang bertujuan untuk menambahkan manfaat risiko meninggal dunia dan mendukung tujuan investasimu.

Yuk, klik di tautan ini untuk tahu lebih lanjut mengenai GenSMART.

Mulai dari kerajinan tangan sampai dengan resep-resep masakan yang mudah dan lezat, temukan segala hal penting untuk hidup kreatif dan bahagia disini:

Tips mengecek pipa dan saluran air di rumah khusus newbie

10 cara kreatif daur ulang plastik di rumah

Merawat kecantikan sekaligus ramah lingkungan: bagaimana caranya?

Penting: ajari anak untuk selalu cintai alam dan bumi kita

Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan sekaligus Hemat Anggaran