Kunci Hari Tua Bahagia: Punya Usaha dan Asuransi Dana Pensiun

Kamis, 4 Juni 2020
Kunci Hari Tua Bahagia_ Punya Usaha dan Asuransi Dana Pensiun.jpg

Menjadi tua adalah satu proses kehidupan yang tidak mungkin dihindari, seiring bertambahnya usia, produktivitas dalam bekerja otomatis menurun. Artinya, pekerja harus mengambil masa pensiunnya ketika menginjak usia tertentu. Untuk pegawai negeri/swasta sampai 60 tahun, sedangkan guru maksimal 65 tahun.

Ketika tak siap menghadapi hari tua, umumnya banyak kendala yang muncul. Tak hanya bermasalah dengan penghasilan, tapi kehilangan percaya diri pun kerap mereka rasakan. Apalagi, sistem pensiun di Indonesia memiliki cakupan terbatas. Survei membuktikan lewat data dari UNFPA, penduduk Indonesia memiliki harapan hidup rata-rata 70 tahun.

Maka itulah bagi orang yang sudah menapaki hari tua, setidaknya perlu memiliki pegangan lain untuk hidup. Misalnya dana asuransi pensiun atau menggeluti usaha untuk mengusir kegelisahan mereka.

Awas Post Power Syndrome

Siapkah kamu menghadapi masa pensiun? Nyatanya tak semua orang bisa menerima siklus kehidupan ini dengan lapang dada. Apalagi jika dulu ia menduduki jabatan yang cukup tinggi di perusahaan atau instansi. Dulunya rutin beraktifitas dan produktif, seketika dihadapkan dengan rasa bosan karena hanya berdiam di rumah. Alhasil, perasaan tersebut mengundang post power syndrome.

Post power syndrome adalah suatu kondisi kejiwaan yang umumnya dialami oleh orang-orang yang kehilangan kekuasaan atau jabatan yang diikuti dengan menurunnya harga diri. Orang yang mengalami post power syndrome biasanya menunjukkan gejala kecewa, hilang arah, cepat tersinggung, dan khawatir.

Adapun beberapa ciri kepribadian yang rentan terhadap sindrom ini di antaranya adalah mereka yang sangat bangga pada jabatannya, senang dihormati, senang mengatur orang lain dan selalu menuntut agar keinginan atau perintahnya dituruti.

Walaupun bukan tergolong penyakit kejiwaan yang serius, post power syndrome perlu segera diatasi. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan masalah kesehatan seperti darah tinggi atau depresi di kemudian hari.

Pilihan Usaha Menjanjikan di Hari Tua

Menurut aturan pemerintah di Indonesia, usia pensiun seseorang maksimalnya adalah 65 tahun. Walau sudah ada batasan tersebut, tak berarti dilarang menghasilkan pundi-pundi rupiah lagi. Dengan begitu, seseorang bisa kembali berpenghasilan, rutinitas yang dijalani pun akan membuat batin seseorang lebih terobati di masa pensiunnya.

Selain memiliki asuransi dana pensiun yang nanti akan dijelaskan pada bagian selanjutnya, yuk bergelut dengan suatu usaha. Apa saja jenis usaha paling menjanjikan di hari tua? Simak 5 pilihannya berikut ini:

1.      Budi Daya Sayur dan Buah

Kalau selama ini punya hobi berkebun, jadikan menjadi lahan usaha yang menjanjikan di masa pensiun kelak. Selain sayur-sayuran, budi daya buah-buahan adalah usaha lain yang bisa kita coba. Untuk memulai bisnis kita bisa membeli bibit tanaman yang harganya tidaklah terlalu mahal.

Beberapa contoh buah-buahan yang bisa dikembangkan di antaranya adalah jeruk manis, pisang, hingga buah naga. Bahkan untuk beberapa buah-buahan tertentu juga bisa dilakukan secara hidroponik, sehingga menghasilkan buah dengan kualitas organik.

2.      Ternak

Prospek usaha ternak hampir tak pernah padam. Semua orang pasti membutuhkan berbagai hasil ternak, khususnya untuk dimakan. Salah satu hewan ternak yang bisa dipilih sebagai lahan usaha adalah ikan lele. Memanen lele dari pertama kali benihnya ditebar dan tidak memerlukan waktu yang lama, yakni sekitar 3 bulan saja. Setelah itu, lele ternakanmu pun siap dijual. Berdasarkan survey harga tahun 2017, keuntungan ternak lele per 1000 ekor yang diperoleh biasanya sebesar Rp 2.060.000. Tapi dalam sekali ternak, kamu bisa menjual hingga 10.000 ekor untuk mendapat keuntungan yang lebih lagi.

3.      Rental Mobil

Jika memiliki lebih dari satu mobil, jangan biarkan mobil-mobil dijual. Nilai jual mobil selalu turun, daripada rugi lebih baik disewakan saja. Bisnis rental mobil bakal tetap prospektif sepanjang masyarakat masih membutuhkan kendaraan untuk bepergian. Untuk yang memiliki modal lebih, tak ada salahnya menambah ‘armada’ dengan membeli mobil baru. Kebanyakan penyewa mencari mobil dengan tipe mini bus. Mobil tersebut dianggap memiliki berbagai kelebihan yang menjadi satu. Dari mulai daya tampung besar, kenyamanan, dan irit BBM. Soal harga sewa, tetapkan di angka Rp 300 ribu – Rp 400 ribu per 24 jam. Harga tersebut di luar bensin dan supir bila diperlukan.

4.      Toko kelontong

Pasar usaha ini pun boleh dibilang tidak mungkin lekang oleh waktu. Setiap orang setidaknya membutuhkan produk-produk harian yang bisa diperoleh melalui toko kelontong. Dengan harga yang lebih murah, bagi mereka tak perlu lagi jauh-jauh ke supermarket. Kamu yang tengah berada di masa pensiun, bisa memulai bisnis toko kelontong dengan menjual kebutuhan pokok seperti sembako. Selanjutnya tinggal mengembangkan bisnis tersebut secara perlahan dengan menambah jenis barang yang dijual. Membuka toko kelontong di rumah sendiri, enaknya adalah tidak membutuhkan uang sewa. Selagi menunggu pembeli datang, pemilik juga bisa sembari menyelesaikan urusan rumah tangga.

5.      Kos-kosan

Jenis usaha yang menjanjikan di hari tua lainnya adalah kos-kosan. Terlebih kalau lokasinya tak jauh dari kampus atau perkantoran. Mulanya pasti membutuhkan modal cukup besar untuk membangun lebih banyak kamar. Tapi untungnya, bisa berkali-kali lipat dari pengeluaran di awal.

Sebelum menentukan tarif, lakukan survey kecil-kecilan terhadap kos-kosan lain di sekitar lokasi. Berikan harga sewa yang sesuai dengan fasilitas yang dimiliki kos-kosan tersebut. Misalnya kamar kos dengan fasilitas AC dihargai Rp1,5 juta, dan tanpa AC hanya Rp800 ribu. Bila perlu, sediakan WiFi gratis, layanan laundry, katering, dan sebagainya. Hal ini membuka kesempatan untuk lebih unggul daripada pesaing.

Persiapkan Masa Pensiunmu dengan Asuransi Dana Pensiun

Di Indonesia, upaya mempersiapkan dana pensiun sedari muda belum menjadi prioritas disadari dengan baik. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, sekitar 93 persen pekerja formal di Indonesia belum memiliki bayangan tentang bagaimana rencana setelah memasuki masa pensiun.

Meski dana pensiun sudah ada jatahnya masing-masing dari pemerintah, jumlah tersebut belum tentu cukup. Jika usiamu saat ini adalah 40 tahun, masih ada waktu sekitar 25 tahun sebelum memasuki gerbang pensiun. Persiapkan segalanya dari sekarang, terutama urusan finansial yang terpenting apalagi jika kamu memiliki lebih dari satu tanggungan.

Lengkapi juga masa tuamu kelak dengan asuransi dana pensiun. Asuransi dana pensiun memberi pendapatan bulanan seumur hidup untuk pekerja yang pensiun atau berhenti kerja karena cacat, dan untuk ahli warisnya. Besarnya manfaat pensiun untuk setiap tahun iuran dapat berupa persentase dari rata-rata gaji atau nominal tertentu.

Adapun jaminan pensiun dalam bentuk uang tunai yang diterima setiap bulan memiliki ketentuan sebagai berikut:

  • Pensiun hari tua, diterima peserta setelah pensiun sampai meninggal dunia

  • Pensiun cacat, diterima peserta yang cacat akibat kecelakaan atau akibat penyakit sampai meninggal dunia

  • Pensiun janda/duda, diterima janda/duda ahli waris peserta sampai meninggal dunia atau menikah lagi

  • Pensiun anak, diterima anak ahli waris peserta sampai mencapai 23 (dua puluh tiga) tahun, bekerja, atau menikah; atau

  • Pensiun orang tua, diterima orang tua ahli waris peserta lajang sampai batas waktu tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Cepat atau lambat setiap orang akan mengalami masa pensiun, mempersiapkannya sedini mungkin adalah langkah paling tepat. Jangankan menghindari post power syndrome, apapun kebutuhan masa pensiun nanti, jika sudah siap pastilah bisa terpenuhi. Dapatkan asuransi dana pensiun untuk hari tua yang lebih baik hanya di Generali.