Kiat Memilih Asuransi Kehamilan Terbaik bagi Pasangan Muda

Selasa, 5 Januari 2021
kiat memilih asuransi kehamilan terbaik.PNG

Kiat Memilih Asuransi Kehamilan Terbaik bagi Pasangan Muda

Bagi kamu pasangan muda pernikahan, memilih asuransi kehamilan terbaik memang perlu jadi perhatian. Ini dikarenakan biaya kehamilan hingga persalinan bisa jadi akan menguras kantong jika baru disiapkan Ketika sudah datang. Padahal, hal itu bisa disiapkan sedari dini sejak rencana kehamilan tercetuskan atau baru memulai pernikahan. Sehingga, dana keuangan pun bisa lebih terkelola dan lebih siap nantinya. 

Meski begitu, asuransi kehamilan memang tak banyak yang menjadi prioritas. Padahal manfaatnya sangat banyak untuk membantu kamu segala biaya pemeriksaan hingga menuju persalinan yang seiring waktu bisa jadi makin mahal. Maka dari itu, perlu persiapan untuk memiliki asuransi kehamilan terbaik.

Manfaat lainnya dari memiliki asuransi kehamilan ialah mengurangi resiko atas segala kemungkinan yang mungkin mengiringi kehamilan ibu dan kelahiran anak. Sebab tercatat, Indonesia saat ini masih masuk dalam kategori negara mengkhawatirkan dengan tingkat kematian ibu hamil mencapai 30 persen dari 1.000 kelahiran hidup atau sekitar 305 orang per 1.000 kelahiran hidup. 

Salah satu penyebab masih tingginya resiko kehamilan yang menimpa ibu hingga menyebabkan kematian ialah minimnya pengetahuan calon ibu mengenai kondisi bayinya. Akibat selama ini, banyak ibu yang tidak memeriksakan kehamilan atau jarang tertib pemeriksaan ke tenaga medis professional atau dokter kandungan akibat tingginya biaya. 

Sebagai gambaran apabila tanpa menggunakan asuransi kehamilan, setiap ibu hamil yang ingin memeriksakan kandungannya ke spesialis kandungan dan kebidanan harus merogoh kocek setidaknya minimal Rp 300 ribu untuk sekali pertemuan. Sementara biaya kelahiran normal berkisar mulai dari Rp 1 Juta dan tindakan sesar mulai dari Rp 16 Juta.

Biaya kehamilan hingga melahirkan memang tidaklah murah. Setiap bulannya, bagi kamu yang hamil setidaknya diharuskan untuk memeriksakan kehamilan. Belum lagi, selama kehamilan apabila mengalami hal – hal gangguan yang tidak diinginkan. Hingga proses kelahiran yang mengharuskan kamu untuk sesar yang membutuhkan biaya berkali – kali lipat dibandingkan dengan kelahiran normal. Maka, asuransi kehamilan terbaik adalah solusi yang bisa kamu pilih. 

Memahami Asuransi Kehamilan

Sebelum memutuskan untuk mengambil layanan asuransi kehamilan, maka kamu perlu lebih dulu memahami ap aitu asuransi kehamilan. Ada banyak produk asuransi untuk program hamil dan melahirkan mulai dari yang ditawarkan oleh pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) hingga produk asuransi swasta. Setiap produk yang ditawarkan ini memiliki keunggulan masing – masing. 

Asuransi kehamilan terbaik merupakan asuransi yang secara nyata bisa meringankan biaya pertanggungan untuk program hamil dan melahirkan. Mulai dari seluruh biaya pemeriksaan dokter kandungan, obat – obatan, kamar rawat inap dan Tindakan pembedahan. 

Di sisi lain, asuransi kehamilan terbaik ini pula semestinya harus menyediakan layanan serta fasilitas yang memadai bagi ibu hamil. Sebab, beberapa rumah sakit besar membebankan biaya yang tidak sedikit untuk tindakan sesar misalnya. Dikarenakan, tindakan pembedahan ini memerlukan peralatan yang tidak sederhana. Dengan adanya asuransi untuk program hamil ini akan lebih cepat dalam mendapatkan penanganan dengan alat Kesehatan yang maksimal. Sehingga, resiko kematian ibu dan anak pun bisa diminimalisir. 

Meski demikian, asuransi kehamilan ini kamu perlu juga memahami masa tunggu pada asuransi. Bagi kamu yang membeli asuransi kehamilan dan melahirkan ini, jangan kaget kalau mendengar istilah masa tunggu. Istilah masa tunggu (waiting period) ini merupakan jangka waktu tertentu yang harus dilalui sebelum mendapatkan manfaat perlindungan asuransi atau sebelum mendapatkan manfaat klaim. Masa tunggu ini umumnya berlaku untuk perlindungan Kesehatan dan melahirkan. 

Seringnya perusahaan penyedia asuransi memberlakukan masa tunggu ini untuk berbagai penyakit yang bersifat kronis. Selama masa periode tunggu ini, tertanggung tidak bisa mendapatkan klaim. Salah satu jenis masa tunggu ialah masa tunggu awal (preliminary waiting period) yang berlaku untuk manfaat rawat inap di rumah sakit. Umumnya masa tunggunya berkisar antara 14 sampai 30 hari. Ini biasanya ada pengecualian untuk perawatan medis akibat kecelakaan yang tidak terduga. 

Selain itu, ada masa tunggu untuk kondisi medis sebelumnya (pre – exixting period) yang merupakan masa tunggu untuk berbagai penyakit atau kondisi kesehatan berdasarkan riwayat atau kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. Periode masa tunggu ini berkisar antara satu sampai 24 bulan.

Sementara, ada pula masa tunggu untuk penyakit kritis (Waiting Period for Critical Illness) yang diberlakukan untuk jenis atau kasus penyakit tertentu, biasanya tiap perusahaan asuransi memiliki aturan sendiri mengenai pengelompokan kasus penyakit ini, dengan durasi masa tunggu berkisar antara tiga sampai 12 bulan.

Selanjutnya, ada pula masa tunggu bersalin (Maternity Waiting Period) yang memberikan manfaat kehamilan dan persalinan . Durasi masa tunggu yang umum berkisar antara sembilan sampai 12 bulan.

Kiat Memilih Asuransi Kehamilan Terbaik

Bagi kamu yang sudah memantapkan diri untuk mendaftarkan layanan asuransi kehamilan, perhatikan berbagai kiat yang membantu kamu untuk bisa memilih asuransi kehamilan terbaik dengan tepat. Apa saja?

  1. Siapkan asuransi kehamilan sedini mungkin

Mengingat masa tunggu kehamilan akan membutuhkan waktu yang relatif tidak sebentar, maka perlu bagi kamu untuk mempersiapkan asuransi kehamilan ini sesegera mungkin. Pilih produk asuransi kehamilan dan melahirkan sejak awal, saat merencanakan kehamilan bersama pasangan. 

Kamu juga bisa menentukan estimasi biaya yang akan dibutuhkan untuk bisa membayar premi asuransi kehamilan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kamu. Selain itu, kamu juga bisa mulai menyisihkan anggaran ujntuk memenuhi kebutuhan perlengkapan bayi setelah melahirkan. 

  1. Cermatlah mempelajari polis asuransi dengan teliti

Meski harus disegerakan, bukan berarti kamu mengabaikan ketelitian dalam mempelajari polis asuransinya. Ini berguna untuk menghindari agar complain atas hal – hal yang sebenarnya bisa kamu cegah dengan pemahaman yang benar soal polis asuransi terjadi. Maka, cermat dan teliti adalah kunci. 

Perhatikan baik berbagai aturan serta pengecualian polis asuransi. Lalu, perhatikan pula cara klaim dari asuransi kehamilan dan melahirkan apakah sudah dibayar dengan fasilitas cashless atau non tunai maupun mengajukan klaim dengan reimbursement. Selain itu, agar lebih mudah kamu bisa memilih fasilitas cashless dengan hanya menunjukkan kartu asuransi saja apabila ke rumah sakit yang telah bekerja sama dengan rekanan dari perusahaan asuransi terkait.

  1. Pilih asuransi yang benar – benar sesuai kebutuhan

Jangan tergoda dengan pilihan – pilihan produk asuransi yang sebetulnya tidak kamu butuhkan. Selain itu juga, pahami dengan baik kebutuhan yang memang kamu perlu siapkan. Misalnya, kehamilan kamu memiliki gangguan atau penyakit maka proteksi terhadap hal itu mesti disiapkan. 

Satu hal lain yang tidak boleh diabaikan ialah kemampuan kamu untuk memenuhi premi asuransi kehamilan terbaik. Jangan sampai, kamu membeli asuransi kehamilan yang melampuai kemampuan finansial kamu. Padahal, kebutuhan setelah kelahiran nantinya juga mesti kamu pikirkan dengan baik. Jadi, perhitungkan dengan cermat kebutuhan dan kemampuan kamu dan pasangan!