Lima langkah praktis & mudah untuk mulai berbisnis waralaba

Senin, 22 Februari 2021
5 langkah mudah untuk mulai bisnis franchise / waralaba

Setelah pandemi Coronavirus COVID-19 melanda dunia, tiba-tiba perekonomian global goncang dan banyak orang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian utama. Hal ini membuat semua orang jadi lebih banyak berpikir untuk mencari penghasilan tambahan maupun pekerjaan sampingan selain profesi kantoran, kan?

Nah, satu industri yang tak terlalu terkena imbas bahkan saat pembatasan sosial berskala besar berlangsung, adalah sektor makanan siap santap kecil. Sebab, resto siap saji dalam tingkatan UKM dan UMKM masih dapat beroperasi dan melakukan penjualan lewat pesan antar, terbalik dengan restoran di dalam mal-mal pusat perbelanjaan yang terpaksa tutup.

Memulai bisnis makanan dari nol tentu sangat jauh dari kata mudah. Tapi bila ingin mencoba, praktisnya ada jenis bisnis waralaba, atau yang disebut franchise dari bahasa Inggris. Franchise ada berbagai bentuk, mulai dari makanan siap saji hingga jasa cuci baju / laundry kiloan, tapi yang paling banyak di Indonesia adalah franchise kuliner.

Keuntungan waralaba adalah bahwa franchisee dapat dengan mudah memfokuskan diri untuk membangun bisnis alih-alih disibukkan dengan kegiatan marketing dan membesarkan brand.

Ingin mulai berbisnis dengan mengambil waralaba? Ini langkah-langkah praktisnya dalam 5 tahapan yang mudah dimengerti dan dijalankan.

1. Budget yang tersedia sebesar apa?

Berbagai jenis waralaba membutuhkan jumlah dana investasi yang berbeda-beda pula. Yang pertama-tama harus dicek adalah, sebesar apa budget kamu? Berdasarkan dana segar yang tersedia, kamu bisa memilih jenis franchise yang tepat untukmu.

Bila memang tidak memiliki dana simpanan sama sekali yang bisa dialokasikan ke bisnis waralaba, kamu bisa ajukan pinjaman usaha ke bank, tentunya dengan agunan.

Berbagai jenis daftar waralaba dan biaya-biaya awal franchise bisa kamu temukan di tautan ini.

2. Lakukan riset terlebih dulu

Berdasarkan budget yang dimiliki, ada beberapa jenis waralaba yang pasti masuk ke dalam anggaranmu. Sebelum menentukan mau mulai waralaba yang mana, lakukan riset terlebih dulu, eksplorasi dan telaah baik-baik berbagai informasi yang bisa kamu dapatkan lewat internet maupun kenalan yang punya bisnis sama. Gabung forum bisnis waralaba untuk sekedar berbagi pengalaman seputar bisnis ini. Sebab, pengalaman adalah guru yang paling berharga dan informasi ini tidak semuanya bisa didapatkan dari si pemilik franchise.

Setelah itu, lakukan survei kecil-kecilan sendiri dan datangi beberapa cabang waralaba yang terdekat, amati selama beberapa waktu - perhatikan jenis pengunjung yang datang, sebanyak apa lalu lalang pelanggan dan cek berbagai ulasan di internet dan media sosial mengenai waralaba ini. Sudah berapa lama merek dagangnya berdiri? Sepopuler apa di internet dan dunia nyata?

Satu saran, sebaiknya waralaba yang dipilih sudah berdiri dan berkembang pesat paling tidak lima tahun, sebab bisnis waralaba yang membuktikan bisa sukses dalam kurun waktu lima tahun biasanya akan jauh lebih stabil dalam jangka panjang ketimbang bisnis yang belum genap satu-dua tahun berdiri dan masih belum punya pangsa pasar solid.

3. Buat perencanaan bisnis yang matang

Tanpa perencanaan yang matang, bisnis apapun kecil kemungkinan untuk sukses. Rencana bisnis yang dituangkan dalam sebuah dokumen, bisa kamu baca sebagai panduan sewaktu-waktu. Dan bila suatu saat membutuhkan investor, hal pertama yang akan mereka tanyakan adalah: "Seperti apa rencana bisnismu? Satu tahun, dua tahun, lima tahun ke depan?"

Tak terkecuali dengan bisnis waralaba, meskipun kamu tak perlu mengurusi branding, kamu tetap harus memikirkan dan merencanakan, seberapa besar waralaba ini ingin kamu kembangkan? Apakah kamu berniat tetap hanya memiliki satu cabang sampai lima tahun ke depan, ataukah kamu ingin menambah cabang setiap satu-dua tahun?

Selain kepada investor, rencana bisnis ini pun akan kamu tunjukkan kepada franchiser / pemilik induk waralaba, supaya mereka tahu kamu benar-benar serius menjalani bisnis ini. Rencana bisnis yang rapi pun bisa jadi sangat membantu saat mengajukan proses pinjaman kredit usaha ke bank.

Bingung mencari contoh rencana bisnis? Kamu bisa Google saja, banyak contoh dokumen rencana bisnis yang bisa kamu temukan di internet.

4. Hubungi franchiser / pemilik induk waralaba

Saat sudah melewati 3 poin tahapan di atas dan sudah yakin akan kesiapan kamu untuk mulai berbisnis waralaba, langsung saja hubungi franchiser / pemilik merek induk waralaba. Jangan hanya hubungi satu saja, cobalah membuat daftar 5-10 waralaba berdasarkan prioritas yang kira-kira sreg dengan budget dan karakter serta tujuanmu. Mengapa jangan cuma satu? Sebab, bisa saja waralaba pilihan utamamu ternyata kurang cocok atau tak sesuai. Supaya rencana berbisnis waralaba tetap jalan, kamu harus punya Plan B, C dan sebagainya.

Banyak jalan menuju Roma, banyak pula jalan menuju kesuksesan - jadi, bila kamu ditolak oleh pilihan waralaba utama oleh berbagai sebab, jangan putus asa. Masih banyak waralaba di luar sana, pasti ada satu yang cocok untukmu berbisnis.

5. Pastikan legalitas waralaba dan keabsahan perjanjian kerjasama

Banyak orang Indonesia kerap menganggap remeh proses legal. Selain malas keluar uang untuk membayar jasa pengacara atau notaris, juga budaya kekerabatan dan sering merasa sungkan terhadap orang, menjadi halangan orang untuk melakukan cek latar belakang dan mengamankan diri secara hukum. Padahal, ini teramat penting, lho!

Bayangkan, kamu sudah menginvestasikan diri - bukan hanya sejumlah uang tapi juga waktu, pikiran dan tenaga - untuk memulai bisnis waralaba ini. Jangan sampai di kemudian hari kamu merugi dan semua uang dan usaha yang dikerahkan ini terbuang sia-sia karena waralaba yang diambil ternyata tidak legal, atau kamu dicurangi franchiser karena perjanjian kerjasama tidak ada atau tidak jelas.

Untuk memulai bisnis yang sukses, kamu harus meletakkan batu tonggak pertamanya dengan baik dan benar. Mulailah dengan memastikan legalitas waralaba yang kamu inginkan - seperti apa bentuk hukumnya? Apakah perusahaan punya badan hukum yang terdaftar jelas dan legal seperti PT atau CV? Seperti apa perjanjian kerjasama dan durasi waktu kontrak? Semua ini penting dikerjakan secara cermat dan seksama untuk menghindari semua masalah di kemudian hari.

 

Nah, setelah membaca lima langkah mudah dan praktis memulai waralaba di atas, sudah siapkah kamu untuk meraih sukses berbisnis? Selamat mencoba!

 

Selain melindungi bisnis lewat perjanjian yang absah, melindungi diri kita sendiri sebagai entrepreneur / pengusaha juga sangat penting, lho! Raih masa depan yang cemerlang, aman dan terlindungi dari segala risiko dengan dukungan iPlan, solusi komprehensif dari Generali Indonesia. Klik tautan ini untuk membaca lebih lanjut mengenai iPlan.

Selalu update dengan jenis-jenis bisnis baru dan berita seputar teknologi lewat artikel-artikel dari expert kami:

Amankan mobilmu dari pencurian dengan beberapa GPS harga terjangkau ini

Cara praktis membersihkan mobil secara menyeluruh

Aman dan nyaman berkendara saat musim hujan melanda

Aman bepergian dengan taksi dan ojek online saat wabah pandemi Coronavirus COVID-19