Apa itu Zero Waste Cooking dan mengapa semakin jadi penting?

Kamis, 1 April 2021
Mengenal Zero Waste Cooking dan kepentingannya untuk lestarikan lingkungan

Setiap tahunnya di seluruh dunia, lebih dari 1,3 milyar ton makanan terbuang sia-sia. Rata-rata orang Eropa dan Amerika membuang 95 hingga 115 kilogram makanan (dalam bentuk bahan pokok atau makanan siap saji) per tahun.

Indonesia ternyata menduduki peringkat kedua negara penghasil sampah pangan terbesar di dunia

Dan ternyata predikat sebagai negara yang menyumbang sampah makanan terbesar pertama di dunia diraih oleh Arab Saudi, sedangkan Indonesia ada di peringkat kedua. Sebanyak 1,3 juta ton makanan dibuang di Indonesia setiap tahun, sehingga bila dirata-rata, satu orang penduduk Indonesia menghasilkan sampah makanan sebanyak 300 kilogram per tahunnya! Wow, angka yang luar biasa fantastis! Padahal, nenek moyang dan orangtua kita selalu menekankan untuk tidak membuang-buang makanan karena mubazir.

Nah, karena itu, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Indonesia pun lantas menyerukan anjuran untuk meminimalisir sampah makanan, dan salah satu cara untuk menerapkannya adalah lewat konsep Zero Waste Cooking.

Yuk, pelajari lebih lanjut mengenai konsep memasak bebas sampah ini dan bagaimana menerapkannya dengan mudah ke dalam acara masak-memasak setiap harinya di rumah.

Apa itu Zero Waste Cooking?

“Zero Waste Cooking” adalah gagasan untuk memasak tanpa membuang bahan apapun, dengan memanfaatkan sisa masakan atau bahan apa saja yang masih ada guna membuat hidangan lainnya.

Sebenarnya Zero Waste Cooking bukanlah praktek baru. Malahan, konsep ini sudah dilakukan oleh nenek moyang kita dulu, ketika bahan pangan tidak bisa didapat dengan semudah dan semurah zaman sekarang. Apalagi ketika zaman perang, nenek-kakek buyut kita selalu memastikan semua bahan pangan dihabiskan dan tidak ada yang tersisa sama sekali.

Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi pertanian, baik bahan pokok pangan maupun makanan matang siap santap semakin mudah didapat, harganya pun semakin murah. Kemerataan pangan ini punya dua sisi: di satu sisi, semua kalangan bisa menjangkau sembako / sembilan bahan pokok; dan di sisi lain, pangan yang melimpah pun berubah jadi limbah karena tersia-sia tidak dihabiskan.

Nah, dengan gentingnya masalah limbah makanan ini, maka sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk mulai belajar mengurangi sampah masakan. Selain membantu menjaga lingkungan dalam skala rumah tangga sendiri, Zero Waste Cooking juga akan berperan serta menghemat pengeluaran, serta menerapkan konsep anti mubazir di rumah kita.

Pun, Zero Waste Cooking punya keuntungan mempersingkat waktu masak. Dengan menggunakan sisa makanan matang, nasi putih bisa disulap jadi nasi goreng, sisa salad kol dan sayuran bisa didaur ulang jadi bakwan.

Bagaimana cara mudahnya? Yuk, kita pelajari sama-sama.

Pintar mengatur penyimpanan sayur dan buah-buahan

Saat memasak, terkadang ada sisa bawang bombay atau sayuran yang sudah dirajang tapi tidak digunakan. Alih-alih menyimpannya di dapur, sayuran yang cepat rusak ini bisa diperpanjang waktu simpannya dengan memasukkan ke dalam wadah simpan lalu dibekukan dalam freezer.

Bekukan sesuai porsi penggunaan, jadi setiap masak mudah untuk langsung mengambil per porsinya untuk langsung dihabiskan. Menyimpan sayuran dalam keadaan beku tidak mengurangi nutrisinya dan sayuran bisa bertahan hingga 8 sampai 10 bulan asalkan suhu pendingin tetap stabil.

Bagaimana dengan kupasan kulit kentang, sayur dan buah? Jadikan pupuk kompos yang bisa menyuburkan tanaman di pekarangan.

Sedangkan buah yang sudah terlalu matang bisa diawetkan dalam bentuk selai buatan rumah sendiri. Resep selai homemade dengan berbagai macam buah yang jadi bahan pokoknya, bisa dicari dengan mudah di internet.

Bagaimana dengan sisa roti, nasi, daging dan lauk?

Sisa roti bisa dikeringkan dan dihancurkan, untuk lantas disulap jadi tepung roti. Tepung roti bisa digunakan untuk menggoreng sisa lauk ayam atau daging, atau dicampur kentang menjadi kroket lezat buatan sendiri.

Untuk nasi, tentu saja makanan kebanggaan kita orang Indonesia adalah jawabannya: nasi goreng! Resep nasi goreng pun bisa mudah disesuaikan dengan bahan sisa apa saja yang ada: telur, daging, ikan, sayuran, bawang dan cabe, di wajan mereka bersatu padu menjadi makanan favorit kita semua.

Sisa ayam atau ikan goreng bisa disulap jadi ayam atau ikan suwir pedas esok harinya. Suwir-suwir ayam atau ikan dan tambahkan minyak goreng, bawang merah, cabe geprek, tumis sebentar sampai wangi, angkat dan sajikan bersama daun kemangi. Ayam atau ikan suwir pedas siap disantap.

Kuncinya, berani berinovasi dan rajin cek resep di internet!

Apa saja manfaat dari Zero Waste Cooking

Zero Waste Cooking semakin populer di dunia beberapa tahun belakangan, dan banyak orang menilai ini adalah gerakan positif yang membuat orang diajari menghargai makanan dengan menghabiskan dan tidak membuang-buangnya. Dengan sedikit kreativitas, kita bisa memanfaatkan bahan pangan pokok hingga ke titik akhir.

Beberapa manfaat Zero Waste Cooking di antaranya:

Baik untuk turut berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan

Bila semua orang turut berpartisipasi, ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan pun dapat terjaga lebih baik.

Jelaskan juga kepada anak-anak kita mengenai konsep Zero Waste Cooking ini. Mengajari anak sejak dini untuk tidak membuang-buang makanan, supaya mereka sedari kecil sudah paham dan kelak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang peduli mengenai lingkungan sekitar.

Menghemat pengeluaran dengan menu harian tanpa makanan sisa

Zero Waste Cooking artinya bertanggungjawab membuat menu harian yang bisa dibuat jadi beberapa jenis santapan dan dihabiskan sampai tuntas. Ini juga bisa berperan membantu mengerem pengeluaran belanja harian. Alih-alih ke supermarket tiap hari, kamu bisa sekali saja pergi dengan daftar belanjaan yang banyak, atau pesan antar saja sekalian.

Di saat masa pandemi yang masih merebak ini, alangkah bijaksananya bila kita mulai menerapkan konsep Zero Waste Cooking – selain minimalisir keluar rumah untuk belanja, juga menghemat pengeluaran, kan?

Perlindungan menyeluruh untuk masa kini dan masa depan

Persiapkan jaring proteksi yang akan memberikan perlindungan menyeluruh bagi kita dan keluarga, serta semua orang-orang tercinta.

Pilih iPlan, solusi komprehensif dari Generali Indonesia yang merupakan asuransi jiwa dengan benefit pertanggungan asuransi kesehatan sekaligus kecelakaan. Klik disini untuk tahu lebih lanjut mengenai iPlan

Lindungi orang-orang yang paling kamu cintai dalam setiap langkah hidup dengan tips penting kami seputar keamanan dalam rumah tangga:

10 cara kreatif daur ulang plastik di rumah

Merawat kecantikan sekaligus ramah lingkungan: bagaimana caranya?

Penting: ajari anak untuk selalu cintai alam dan bumi kita

Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan sekaligus Hemat Anggaran

Tips mengecek pipa dan saluran air di rumah khusus newbie