Tetap sehat lewat tips menjaga kebersihan makanan di rumah

Jumat, 2 April 2021
Awasi kesehatan, kebersihan dan kelayakan bahan makanan di rumah

Saat ini dunia masih dibuat panik oleh pandemi Coronavirus COVID-19 yang tak jua usai. Tapi, meskipun semua kanal berita membicarakan langkah-langkah pencegahan terjangkit virus, jangan lupakan bahwa masih banyak penyakit lainnya, terutama yang disebabkan makanan dan minuman yang kebersihannya kurang terjaga.

Bahan pangan atau makanan masak siap santap yang sudah terkontaminasi bakteri dan kuman dapat sebabkan keracunan makanan dan berujung ke berbagai penyakit. Mulai dari diare, muntaber, kram perut, muntah-muntah hingga typhus.

Nah, di masa-masa yang masih rawan pandemi ini, selalu menjaga agar kita sehat dan bebas penyakit lain yang dapat lemahkan sistem kekebalan tubuh, jadi semakin penting! Supaya tak terpapar penyakit yang berasal dari santapan terkontaminasi bakteri, hindari risikonya dengan tips-tips jaga kebersihan makanan di dapur dan kulkas rumah.

Pentingnya kebersihan makanan

Memasak di rumah adalah jalan terbaik memastikan makanan yang kita makan betul-betul bersih dan diolah dengan baik. Inilah pentingnya melakukan langkah-langkah untuk pastikan makanan dimasak dengan higienis dan diolah hingga matang sempurna.

Lap dapur dan spons cuci piring

Lap dan spons untuk menyeka piring sebaiknya dibedakan dengan yang untuk membersihkan permukaan dapur.

Ganti setiap dua sampai tiga hari sekali semua lap-lap ini dan setiap bulan untuk spons. Untuk mensterilkan lap-lap dapur, cuci dengan mode air panas minimal 60 derajat Celcius di mesin cuci, atau bila tidak punya mode air panas, setelah dicuci bersih lap bisa direndam dalam mangkuk berisi air lalu panaskan di microwave selama 3-4 menit atau dijerang di atas panci panas, hingga airnya mendidih.

Metode mencuci dengan rendaman air mendidih ini juga bisa digunakan untuk spons, sebab pemanasan dengan suhu tinggi akan membuat apapun jadi bersih sempurna, karena rata-rata bakteri, kuman dan virus akan mati dengan suhu panas di atas 60 derajat.

Setelah memakai lap dan spons, jangan lupa keringkan juga di udara terbuka di bawah panas matahari, ya. Kenapa, karena medium yang lembab dan basah sangat mendukung bakteri, kuman dan virus untuk berkembang biak, jadi jangan biarkan lap dan spons tetap lembab untuk mencegah hal ini.

Sutil, sendok centong dan peralatan masak dari kayu

Peralatan masak dari kayu umum digunakan, terutama sutil dan sendok centong besar. Kayu bersifat menyerap air dan mudah retak. Sisa makanan pun bisa dengan mudah terselip di peralatan masak dari kayu, sehingga menjadi wadah dan makanan dimana bakteri leluasa berkembang biak.

Sebaiknya utamakan peralatan masak dari baja stainless steel, plastik dan silikon berkualitas baik. Bila masih tetap ingin menggunakan peralatan masak dari kayu, pastikan kayunya berkualitas baik dan selalu bersihkan dengan menyeluruh menggunakan sabun anti bakteri dan air mendidih.

Membersihkan seluruh permukaan dapur

Menggunakan air hangat dicampur sabun cuci piring adalah cara terbaik untuk membersihkan meja, rak dan kompor serta permukaan kitchen set. Setelah selesai, seka bersih dengan tisu sekali pakai sampai kering.

Untuk noda bandel atau bau yang tak mau hilang, mengatasinya bisa dengan campuran bubuk soda kue (baking soda) dan air hangat, oleskan ke permukaan yang kotor atau berbau, diamkan setengah jam lalu diseka bersih. Soda kue bersifat desinfektan dengan kekuatan luar biasa kuat, yang dapat menetralkan bau dan menghancurkan noda-noda yang sulit dihilangkan hanya dengan sabun saja.

Menjaga higienitas kulkas dan rak penyimpanan makanan

Rak penyimpanan makanan bisa mengundang tikus, lalat dan hama lain yang membawa jutaan kuman maupun parasit. Karena itu, selalu pastikan rak penyimpanan dalam keadaan bersih dan hanya simpan bahan makanan kering tak berbau di dalam wadah kotak plastik tertutup, supaya tidak mengundang hama ke dalamnya.

Demikian pula dengan kulkas – biasakan menyimpan bahan pangan apapun dalam kulkas dengan rapi dan teratur, dalam wadah kotak plastik tertutup supaya kulkas tidak berbau tak sedap.

Bersihkan rak penyimpanan makanan dan kulkas secara teratur. Khusus untuk kulkas, sebaiknya pembersihan besar-besaran dilakukan sebulan sekali, dengan mengosongkan seisinya, lalu mencuci rak-rak kulkas dengan air dan sabun. Seka seluruh permukaan kulkas dengan teliti, angin-anginkan kulkas sebelum dinyalakan kembali.

Beberapa peraturan dasar mengenai higienitas makanan

Setelah adanya pandemi, marak gerakan cuci tangan. Padahal, mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, adalah salah satu peraturan dasar yang harus diterapkan supaya semua makanan di rumah selalu higienis.

Cuci juga semua buah dan sayur untuk menghindari sisa kotoran maupun residu obat semprotan pestisida yang mungkin masih melekat di permukaannya. Cuci di air bersih mengalir, atau rendam di air matang dengan sedikit campuran soda kue.

Hati-hati mengolah bahan pangan ini

Daging (sapi, kambing atau ayam)

Selalu perhatikan keadaan daging mentah sebelum memasaknya, apakah masih terlihat segar atau tidak.

Daging mentah yang dibiarkan di suhu ruangan dengan mudah memunculkan patogen berbahaya seperti bakteri Salmonela. Karena itu, sebaiknya selalu simpan daging mentah di kulkas dalam suhu paling tidak 5 derajat Celcius atau lebih rendah.

Hindari mengonsumsi daging mentah maupun yang tidak dimasak matang dengan sempurna, karena bahaya bakteri Salmonela maupun E. coli yang rawan terjadi.

Untuk meminimalisir risiko bakteri dan kuman bersarang, selalu konsumsi daging yang segar, hindari menyimpan terlalu lama di kulkas sekalipun – kecuali di dalam freezer – dan masak dengan suhu paling tidak 70 derajat Celcius.

Telur (ayam maupun bebek)

Resep-resep masakan yang mengandung telur mentah berisiko membawa bakteri juga, seperti Salmonela. Hindari memakan adonan kue yang masih mentah atau es krim maupun tiramisu buatan rumah dengan telur yang juga mentah.

Bila membuat mayones sendiri di rumah dengan telur mentah, pastikan telur yang digunakan masih baru dan segar, lalu mayones sebaiknya langsung dihabiskan karena tidak bisa disimpan terlalu lama di dalam kulkas sekalipun.

Ikan dan hidangan laut

Ada parasit yang bisa ditemui pada ikan dan hewan laut bercangkang, yaitu Anisakis. Cacing parasit ini dapat menyerang manusia yang memakan ikan atau hidangan laut mentah. Penyakit yang disebabkan parasit ini disebut anisakiasis, dan dapat memicu alergi seperti anafilaksis, yaitu alergi berat yang dapat sebabkan kematian.

Gejala anisakiasis lambung timbul dalam 1-7 jam setelah makan ikan laut mentah yang mengandung larva Anisakis. Apabila larva menembus dinding lambung, maka dapat timbul radang lambung dengan gejala nyeri hebat di perut bagian atas, mual, muntah, diare dan urtikaria (bentol-bentol). Pada umumnya pengidap anisakiasis dapat sembuh sendiri, namun karena larva dapat menembus usus dan menuju organ lain, diperlukan adanya gatroskopi.

Cacing Anisakis maupun larvanya mati saat dimasak dalam suhu yang melebihi 60 derajat Celcius atau dengan membekukannya pada suhu -35 derajat Celcius atau lebih rendah selama 15 jam atau dibekukan pada suhu -20 derajat Celcius atau lebih rendah selama tujuh hari.

Susu mentah

Susu mentah mengandung bakteri seperti Kampilobakter, Salmonela, E. coli dan Listeria. Sebaiknya selalu beli susu yang sudah disterilkan dengan proses pasteurisasi dan dapat disimpan lebih lama.

Perlindungan menyeluruh untuk masa kini dan masa depan

Persiapkan jaring proteksi yang akan memberikan perlindungan menyeluruh bagi kita dan keluarga, serta semua orang-orang tercinta.

Pilih iPlan, solusi komprehensif dari Generali Indonesia yang merupakan asuransi jiwa dengan benefit pertanggungan asuransi kesehatan sekaligus kecelakaan. Klik disini untuk tahu lebih lanjut mengenai iPlan

Lindungi orang-orang yang paling kamu cintai dalam setiap langkah hidup dengan tips penting kami seputar keamanan dalam rumah tangga:

Bebas incaran hacker: ini caranya menggunakan teknologi smart home yang tetap aman!

10 cara kreatif daur ulang plastik di rumah

Merawat kecantikan sekaligus ramah lingkungan: bagaimana caranya?

Penting: ajari anak untuk selalu cintai alam dan bumi kita

Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan sekaligus Hemat Anggaran