Asuransi Jiwa Terbaik: Kenali 4 Jenis dan Tips Cerdas Memilihnya

05 Juni 2020
healthy living thumb

Berbicara mengenai asuransi, tentu banyak pilihan yang disuguhkan sesuai tipe jaminannya masing-masing. Kamu pasti sering mendengar asuransi jiwa, bukan? Asuransi jiwa merupakan jaminan yang bertujuan untuk menanggung risiko seseorang terhadap kerugian finansial tak terduga. Risiko ini bisa berkaitan dengan usia, harapan hidup seseorang atau kondisi finansial.

Setiap perusahaan asuransi umumnya menawarkan produk asuransi jiwa. Agar lebih memahami seberapa penting jaminan ini dalam hidupmu, Generali akan menjelaskan lebih detail di sini. Kamu juga akan diajak mengenal jenis-jenis asuransi jiwa dan tips memilih asuransi jiwa terbaik. Simak terus ya!

Pentingnya Memiliki Asuransi Jiwa Terbaik

Asuransi jiwa sering kali terdengar menakutkan, lantaran kaitannya selalu tak jauh dari kematian. Jangan takut dulu, keberadaan asuransi jiwa sangat penting terlebih bagi keluarga yang hanya mengandalkan satu orang sebagai sumber pemasukan. Jika suatu hari pemberi nafkah tidak mampu lagi bekerja karena masalah kesehatan atau cacat permanen, asuransi jiwa akan menanggung keluarga tersebut sepenuhnya.  Dengan begitu, kelangsungan hidup anak dan istri akan tetap aman.

Selain itu, asuransi jiwa juga bisa menjadi ladang investasi bagi nasabahnya. Hal ini karena saat memiliki asuransi jiwa, kamu akan mendapat jaminan pengembalian investasi pada akhir kontrak. Lama masa tanggungan pada umumnya lebih fleksibel, mulai dari 5 hingga 10 tahun.

Pada intinya, asuransi jiwa terbaik yang kamu miliki kelak tak akan merugikan. Justru sangat besar manfaatnya baik sebagai proteksi ataupun investasi. Sayangnya, masih banyak orang yang salah paham terhadap asuransi jiwa. Mereka kerap beranggapan bahwa asuransi jiwa merupakan produk yang belum dibutuhkan dan tidak akan terpakai.

Mengenal 4 Jenis Asuransi Jiwa

Sebagai kepala keluarga, risiko tersebut sudah seharusnya menjadi pertimbangan utama. Asuransi tak ubahnya sebagai upaya “sedia payung sebelum hujan” yang memang belum terasa sekarang manfaatnya, melainkan di masa depan. Dalam asuransi jiwa, ada 4 jenis berbeda yang dibagi berdasarkan kebutuhan masing-masing calon nasabah. Simak ulasan lebih lengkapnya berikut ini, yuk, agar lebih gampang menentukan asuransi jiwa terbaik untukmu!

  1.  Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Tidak seperti asuransi jiwa berjangka yang memiliki masa berlaku, Asuransi Jiwa Seumur Hidup atau Whole Life Insurance memberi proteksi kepada pemegang polis seumur hidup. Seumur hidup yang dimaksud ialah 99 tahun atau 100 tahun. Mengapa angka tersebut dikatakan seumur hidup? Menurut Badan Pusat Statistik, angka harapan hidup penduduk Indonesia rata-rata 70 tahun. Asuransi Jiwa Seumur Hidup ini akan mengembalikan total premi yang telah dibayarkan dengan bunga sebanyak 4% per tahun. Bila dikalkulasikan, jumlah ini tidak banyak apalagi dengan adanya pemotongan pajak. Namun keuntungannya, premi asuransi tidak akan hangus ketika tidak ada klaim, sehingga dapat diambil secara keseluruhan apabila masa kontrak berakhir. Untuk mendapat semua kelebihan tersebut, tentu ada harga yang harus dibayar lebih, yaitu uang premi yang jauh lebih tinggi daripada asuransi jiwa berjangka.

  1.  Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Sesuai namanya, jenis asuransi jiwa ini memberikan proteksi kepada pemegang polis dalam kurun waktu tertentu. Sistem pertanggungan yang digunakan memiliki masa berlaku. Lama waktu yang ditetapkan di sini mulai dari 5 tahun, 10 tahun atau 20  tahun, sesuai dengan penawaran yang diberikan oleh perusahaan asuransi. Karena adanya masa kontrak yang tidak berlaku lagi setelah jatuh tempo, maka asuransi jiwa berjangka tergolong paling terjangkau. Kisaran biaya preminya saja hanya Rp 250.000 per bulan. Meski murah, tapi pertanggungan yang diperoleh tak perlu diragukan jumlahnya, tetap banyak bahkan bisa mencapai milyaran rupiah. Kekurangannya, premi yang telah dibayarkan bisa hangus jika tidak ada klaim selama polis asuransi masih berlaku.

  1.  Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance)

Selanjutnya, ada asuransi jiwa dwiguna. Asuransi jiwa ini menawarkan 2 keuntungan. Dengan kata lain, ada kolaborasi manfaat antara asuransi berjangka dan tabungan untuk pendidikan anak dan dana pensiun. Tak sedikit orang tua yang tertarik akan asuransi demi bisa menyiapkan biaya sekolah anak atau menjamin kelangsungan hidupnya meskipun kamu sudah pensiun nanti. Hal lain yang menguntungkan dan berbeda dengan asuransi jiwa berjangka adalah manfaat hidup yang didapatkan oleh pemegang polis. Jika kamu sebagai pihak tertanggung masih hidup saat polis jatuh tempo, maka uang pertanggungan akan diberikan oleh perusahaan asuransi. Masa berlakunya beragam, mulai dari 10 tahun sampai usia tertentu, misalnya 60 tahun.

  1.  Asuransi Jiwa Unit Link (Unit Linked Insurance)

Terakhir, asuransi jiwa unit link yang bisa dibilang merupakan primadona di industrinya sendiri. Menggabungkan investasi dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, jenis asuransi ini sangat cocok untukmu yang tertarik dengan investasi sekaligus ingin tetap mendapat proteksi jiwa dan kesehatan. Investasi dalam asuransi unit link ini digerakkan oleh perusahaan asuransi sehingga pemegang polis hanya duduk manis dan mendapat laporan setiap bulan tentang nilai investasinya. Akan tetapi, keuntungan atau kerugian investasi tetap ditanggung olehmu. Porsi premi pada umumnya, 20% untuk investasi dan 80% sisanya ditujukan bagi jaminan asuransi jiwa nasabah. Sayangnya, hasil investasi baru dapat dinikmati di tahun kelima karena sudah tidak ada premi yang harus dibayarkan lagi.

Tips Memilih Asuransi Jiwa Terbaik

Memilih asuransi jiwa terbaik memang tidak semudah membeli suatu barang yang kasat mata. Sebagai calon nasabah, kamu perlu melakukan beberapa hal termasuk menyesuaikan pengeluarannya kelak dengan budget di kantong.

Supaya tidak bingung dan salah langkah, berikut tips memilih asuransi jiwa terbaik sekaligus ilustrasi singkatnya:

  1. Lakukan riset

Riset yang dimaksud ialah memahami seluk beluk asuransi jiwa. Mulai dari jenisnya, manfaatnya, serta cakupan jaminannya. Bagi pemula, riset ini sangat penting agar tidak mudah terjebak dengan tawaran agresif dari sales agen asuransi. Pelajari plus dan minus produk asuransi yang ditawarkan. Kamu bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait produk keuangan tersebut dari website asuransi Generali.

  1. Pahami ‘aturan mainnya’

Setelah melakukan riset sampai benar-benar khatam, selanjutnya pahami ‘aturan main’ dalam memiliki asuransi jiwa. Perlu diketahui, ada produk asuransi jiwa yang menawarkan uang pertanggungan tinggi namun premi akan hangus jika melanggar perjanjian tertentu, atau sebaliknya yakni uang pertanggungan kecil tetapi premi akan dikembalikan dalam jangka waktu sesuai kontrak.

  1. Pilih premi asuransi sesuai budget

Bila kamu sudah mengetahui tujuan mempunyai asuransi jiwa, selanjutnya tinggal memilih produk asuransi jiwa yang menawarkan premi sesuai budget. Umumnya asuransi jiwa terbaik memiliki sub perlindungan yang bisa memengaruhi harga premi. Semisal pertanggungan terhadap penyakit kritis dan kecelakaan. Jika kamu memilih jenis proteksi ini juga, tentu preminya akan lebih mahal.

Ilustrasi Pertanggungan Asuransi Jiwa

Saatnya menggambarkan bagaimana asuransi jiwa terbaik melindungi finansialmu dan keluarga lewat ilustrasi sederhana. Katakanlah seorang pegawai yang berusia 30 tahun, memiliki penghasilan sekitar Rp8 juta per bulan.

Ia tidak memiliki hutang, asuransi kesehatan ditanggung oleh kantor, dan hanya ada cicilan KPR yang nilainya 2 juta per bulan selama 10 tahun. Kondisi ini boleh dikatakan sudah mapan dan hanya butuh melindungi keluarga dari risiko tak diduga saja. Maka, ia cukup menambah Asuransi Jiwa Dwiguna dengan masa kontrak 25 tahun serta pertanggungan 500 juta.

Misalkan ia meninggal dunia 20 tahun kemudian, keluarga akan mendapat tanggungan sebesar 500 juta. Apabila ia masih hidup sampai habis masa kontrak anda selama 25 tahun, keluarga Anda tetap akan mendapat tanggungan sebesar 500 juta.

Tingkat kesadaran untuk memiliki asuransi jiwa mungkin masih rendah di Indonesia. Berbeda dengan negara maju seperti di Jepang, di mana hampir seluruh penduduknya terutama yang berusia produktif sudah memiliki polis asuransi jiwa. 

Ingat! Asuransi jiwa tak selamanya mahal, semua bisa disesuaikan dengan tujuanmu di masa depan. Sekarang ada banyak produk asuransi jiwa terbaik dengan premi terjangkau serta uang pertanggungan yang cukup besar. Intinya, beli sesuai kebutuhan, pahami syarat dan ketentuan asuransi yang berlaku juga sebelum memilikinya.