Tips Parenting: manajemen penyakit asma yang baik untuk anak

Sabtu, 29 Mei 2021
shutterstock_1916794193_1200x700.jpg

Asma adalah kondisi pernapasan umum yang mempengaruhi paru-paru dan saluran udara dalam tubuh. Penyakit asma dapat menyebabkan kesulitan bernapas yang harus ditangani dengan cara yang tepat.

Bila anak kita terlahir dengan kondisi menderita asma, ada berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk membantu anak hidup dengan lebih nyaman – tentunya dengan penanganan yang tepat.

Menurut badan kesehatan dunia WHO, ada lebih dari 339 juta orang di muka bumi yang hidup dengan asma. Sedangkan di Indonesia sendiri, ada 4,5%, yaitu kurang lebih 11,2 juta orang Indonesia yang mengidap penyakit asma. Jadi, penyakit asma adalah penyakit tidak menular yang terbanyak dialami oleh penduduk negara kita.

Meskipun asma adalah kondisi yang sering timbul sejak masa kanak-kanak, asma juga dapat berkembang untuk pertama kalinya pada orang dewasa.

Apa penyebab serangan asma?

Kambuhnya penyakit asma dapat disebabkan oleh berbagai hal – mulai dari debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik, infeksi virus, atau bahkan paparan zat kimia. Penyebab asma hingga kini belum diketahui secara pasti. Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit auto imun, yang menyebabkan pengidapnya memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif.

Selain itu, penting untuk memperhatikan pemicu kambuhnya asma yang berasal dari lingkungan sekitar kita hidup. Anak-anak yang tinggal di dekat jalan raya besar dengan arus lalu lintas padat sering terkena gangguan pernapasan, termasuk asma.

Bantu anak untuk mengenali pemicu kambuhnya serangan asma dan bagaimana menghindarinya, termasuk dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Saat serangan asma sedang kambuh, jalur pernapasan dalam tubuh menyempit, lalu membengkak dan mengalami inflamasi. Akibatnya, penderita asma merasa sesak di dada, bernapas tersengal-sengal, batuk-batuk diiringi mengi - atau bunyi berdesing seperti siulan bernada tinggi saat menghembuskan napas.

Pengidap asma sering menggambarkan bahwa mereka merasa kesulitan bernapas dan tekanan di bagian dada saat asma sedang kambuh.

Bagaimanakah manajemen penanganan asma yang tepat pada anak?

Saat ini, asma belum dapat disembuhkan. Meski begitu, dengan berbagai perubahan gaya hidup dan perawatan yang tepat, moms and dads dapat membantu anak mengatasi penyakit auto imun ini.

Salah satu kunci dari penanganan asma adalah mengurangi risiko asma kambuh. Bila dokter meresepkan inhaler pencegah asma untuk anak, pastikan anak selalu menggunakannya sebagai bagian dari rutinitas harian mereka.

Pastikan anak selalu dapat menemukan obat mereka, termasuk inhaler atau obat lainnya, baik yang disemprot ke tenggorokan maupun diminum secara oral.

Jadwalkan kunjungan rutin ke dokter spesialis setahun sekali untuk memonitor perkembangan kondisi asma pada anak.

Buat sebuah buku catatan mengenai gejala asma yang timbul, waktu terjadi dan alergen tersangka yang jadi pemicunya. Bawa buku catatan ini setiap kali bertemu dengan dokter spesialis untuk konsultasi.

Menuliskan catatan "Mengatasi Serangan Asma" yang moms and dads bisa bagikan kepada guru di sekolah, pengasuh anak dan guru les merupakan salah satu langkah tepat yang sebaiknya dilakukan orangtua dari anak pengidap asma. Tuliskan dengan lengkap apa saja langkah yang harus ditempuh saat anak terkena serangan asma, sehingga saat kambuh, orang dewasa yang sedang bersama si anak dapat mengambil tindakan tepat.

Berikut daftar hal yang bisa dilakukan untuk menangani asma pada anak:

INFOGRAPHIC STARTS HERE

 

Generali_Support_Child_with_Asthma_Infographic_05.01.21.png

 

Jika moms and dads merasa bahwa anak mungkin mengidap asma, segera konsultasikan dengan dokter spesialis untuk pengobatan yang tepat.

Selalu simpan dua nomor darurat khusus ambulans ini: 118 dan 119.

Beri perlindungan terbaik untuk anak, sekarang dan di masa depan nanti

Berikan jaring perlindungan terbaik untuk anak kita, sekarang dan di masa depan nanti, dengan iPlan, solusi komprehensif dari Generali Indonesia.

Mau tahu lebih lanjut tentang iPlan? Kamu bisa klik link tautannya disini, atau kontak agen Generali terdekat untuk konsultasi sebelum menentukan pilihan opsi asuransi yang terbaik untukmu dan keluarga.

 

 

 

[infographic copy starts]

 

INFOGRAPHIC TEXTS

 

Langkah Pengendalian Asma pada Anak

 

Buat catatan yang rapi dan terorganisir

Gunakan sebuah buku khusus untuk membuat catatan berbagai hal seputar serangan asma pada anak. Mulai dari pengingat tanggal dan waktu janji temu medis, pengingat resep dan nomor telepon penting.

Simpan satu tas berisi obat-obatan lengkap

Pastikan anak selalu meminum obatnya setiap hari di waktu dan jam yang sudah ditentukan. Simpan obat-obatan dan inhaler dalam satu tas khusus, sertakan tas ini dalam ransel sekolah mereka.

Kenali alergen pemicu serangannya

Ketahui apa saja yang memicu kambuhnya asma pada anak dan hafalkan gejala-gejala saat mereka akan mengalami serangan asma. Lalu, sebisa mungkin hindari segala alergen pemicu tersebut.

Buat catatan “Langkah Mengatasi Serangan Asma”

Mulai dari waktu minum obat hingga bagaimana mengatasi serangan asma, catat semua langkah penanganan asma pada anak sebagai pedoman bagi guru sekolah, guru les dan pengasuh mereka bilamana serangan asma kambuh sewaktu-waktu.

Libatkan seluruh keluarga

Mulai dari kakek nenek, kakak adik dan seluruh anggota keluarga, ajak mereka ikut terlibat menangani kondisi asma yang dialami anak kita. Pastikan seluruh anggota keluarga juga tahu langkah penanganan serangan asma yang tepat.

Pastikan anak tahu bagaimana menggunakan inhaler dengan baik

Ajari anak menggunakan inhaler dengan benar, supaya obat yang masuk lewat inhaler dapat terserap dengan baik guna mengatasi serangan asma. Latih anak secara berkala untuk gunakan inhaler, dengan bantuan dokter saat konsultasi.

Hati-hati dengan alergen di dalam rumah

Rajin-rajin membersihkan rumah dan segenap isinya. Lap bersih seluruh permukaan ruangan setiap hari, sapu dan pel lantai, jangan sampai ada debu yang dapat memicu kambuhnya asma.

Kurangi penggunaan bahan pembersih kimiawi, gunakan bahan-bahan pembersih natural seperti lemon dan soda kue sebagai gantinya.

Rajin memonitor kondisi kualitas udara di tempat tinggal kita

Gunakan aplikasi seperti AQI (Air Quality Index) untuk selalu memantau kondisi kualitas udara di tempat kita tinggal. Bila indeks polusi sedang tinggi, hindari beraktivitas di luar rumah, tutup jendela rapat-rapat baik itu jendela rumah maupun jendela mobil saat berkendara.

Beri vaksin flu secara teratur

Virus penyebab batuk dan pilek dapat menjadi salah satu pemicu serangan asma. Karena itu, beri anak vaksin influenza setahun sekali.

Tetap bersikap positif

Selalu bersikap positif dan ceria supaya mental anak pun tidak down. Rajin memberi pengertian kepada mereka bahwa menjadi penderita asma bukanlah sesuatu yang memalukan, dan dengan penanganan yang tepat, mereka tetap dapat hidup sehat dan bahagia.

 

[infographic copy ends]