Mau hidup dengan makmur? Punya penghasilan pasif kuncinya!

Selasa, 31 Agustus 2021
shutterstock_523402459_1200x700.jpg

Banyak orang beranggapan, memiliki pekerjaan yang bagus adalah kunci untuk menjadi kaya. Ini anggapan yang kurang tepat, sebab ternyata penghasilan pasif dari investasi yang menguntungkan bisa membuat kamu hidup lebih makmur.

Ada beragam cara untuk mendapatkan penghasilan pasif. Mulai dari berinvestasi lewat pasar modal / bursa saham, menyewakan hunian atau kos-kosan, sampai dengan berjualan secara online.

Mau tahu bagaimana langkah yang harus ditempuh? Generali Indonesia sudah merangkum beberapa cara termudah untuk mulai menghasilkan uang secara pasif.

Apa sih sebetulnya yang dapat diartikan penghasilan pasif? 

Definisi penghasilan pasif adalah pendapatan / pemasukan uang yang kamu terima tanpa harus banyak melakukan usaha.

“Mungkin kamu perlu melakukan pekerjaan satu kali saja, lalu, selama rentang waktu tertentu atau bahkan selamanya, kamu dapat menerima pemasukan uang dari hal tersebut,” tutur Nicola Richardson, penulis dan pendiri blog finansial “The Frugal Cottage” asal Inggris.

“Misalkan, seorang penyanyi atau sebuah grup musik yang merilis sebuah album di tahun 1960an, seperti The Beatles. Karena lagu-lagu mereka masih tetap populer dan banyak didengar orang di seluruh dunia sampai saat ini, maka mereka tetap terus menerima royalti dari lagu-lagu mereka. Tanpa harus melakukan apapun lagi.”

Apa sajakah perbedaan antara penghasilan pasif dan penghasilan aktif?

Perbedaan yang paling utama adalah fakta bahwa penghasilan aktif adalah gaji yang diterima seseorang karena melakukan pekerjaan setiap hari (atau setiap bulan, secara teratur). Sehingga, saat pekerjaan terhenti, maka gaji pun terhenti.

Sedangkan penghasilan pasif adalah uang yang masuk ke rekening seseorang sebagai pendapatan, tanpa diperlukannya keharusan untuk bekerja secara aktif.

“Dengan penghasilan aktif, seseorang harus melakukan pekerjaan secara aktif – inilah alasan mengapa jenis penghasilan ini disebut penghasilan aktif – dan menerima gaji,” ujar Richardson. “Sedangkan penghasilan pasif tidak mengharuskan seseorang melakukan apapun – maka dari itu disebut ‘pasif’ – dan penghasilan ini bisa diterima kapan saja, tak harus hanya bulanan saja seperti pekerjaan aktif.”

Lanjut Richardson, “Pekerjaan aktif memiliki batas pemasukan, sesuai dengan gaji standar yang ditetapkan pemberi kerja. Sedangkan, penghasilan pasif bisa saja tidak punya batas, bila kita berinvestasi di instrumen yang tepat dan pada saat yang tepat pula.”

Bagaimana caranya kita dapat mulai menghasilkan pemasukan pasif?

Ada banyak cara untuk dapat mulai menghasilkan pemasukan pasif, dan tentunya perkembangan teknologi saat ini sudah banyak membantu membuka kesempatan baru yang sebelumnya tak terbayangkan.

“Alih-alih tergantung pada suku bunga di bank, ada potensi untuk berbagai jenis penghasilan pasif yang didapat secara online. Apalagi, saat ini banyak anak muda yang punya usaha sampingan – tren baru punya usaha sampingan ini rupanya sedang tumbuh pesat di seluruh dunia,” demikian jelas Richardson.

“Menurut saya, penghasilan dari dividen adalah salah satu cara termudah untuk menghasilkan pemasukan pasif – orang hanya butuh berinvestasi dengan membeli saham sebuah perusahaan. Kemudian, dengan keuntungan dari perusahaan yang kita miliki sahamnya, setiap beberapa waktu kita mendapat keuntungan dividen bagi hasil dari perusahaan tersebut.”

“Selain saham, kamu bisa cari bentuk usaha lain. Misalnya, menulis buku atau blog, atau mendesain kaos-kaos lucu untuk dijual di toko online. Bila kebetulan punya adna cukup besar, aset properti yang disewakan bisa jadi pilihan.”

Tentu saja, sama halnya dengan prinsip dasar investasi, sebaiknya portfolio penghasilan pasif divariasikan. Sebab, jumlah masing-masing penghasilan pasif tentunya bisa berbeda satu sama lain.

Ini beberapa cara mendapatkan penghasilan pasif, menurut Nicola Richardson:

Affiliate marketing / Marketing Afiliasi 

“Marketing afiliasi adalah ketika seseorang mengajak orang-orang lain untuk membeli barang di toko online lewat tautan referensinya. Tautan referensi ini akan mengenali dari manakah si pembeli berasal, dan dengan otomatis memberikan komisi untuk marketing afiliasi setiap kali pembeli bertransaksi,” jelas Richardson.

Nah, kekurangan dari marketing afiliasi ini adalah kecilnya komisi yang didapat untuk setiap transaksi. Di marketing afiliasi, umumnya yang dikejar adalah volume penjualan secara masal.

Jenis penghasilan pasif ini biasanya dilakukan oleh selebritis dengan pengikut banyak di media sosial. Tapi, orang yang giat mempromosikan tautan referensi pun bisa mendapat cukup banyak penghasilan dari afiliasi marketing.

Pendapatan dari dividen

“Seperrti sudah saya jelaskan sebelumnya, penerimaan dividen berupa uang tunai dari kepemilikan saham kita di sebuah perusahaan, adalah salah satu pemasukan pasif yang paling umum. Investor yang baru masuk ke dunia ini, bisa pelan-pelan memulai portfolio sahamnya dengan jumlah kecil. Nanti, setelah merasa cukup mantap dan melihat penghasilan dividen terus bertambah, seorang investor bisa menaikkan jumlah saham yang dimiliki di sebuah perusahaan – atau mendiversifikasi opsi dengan investasi di beberapa perusahaan lainnya,” jelas Richardson.

Royalti dari hasil karya

“Royalti adalah uang yang dibayarkan kepada pencipta suatu hasil karya atau produk. Hasil karya bisa berupa apa saja: musik, karya tulis, film, foto. Setiap kali karya sang pencipta dinikmati masyarakat luas, setiap kali orang membeli lagu di Spotify, membeli buku baik secara elektronik maupun cetak, ataupun menonton film di bioskop, pencipta karya mendapat bayaran royalti.”

Membuat video YouTube dan memasang iklan

Bila kamu suka membuat konten yang lucu-lucu, kamu bisa masukkan video di YouTube dan kemudian memasang iklan di video kamu. Semakin banyak orang yang menonton video kamu dan menyaksikan iklan yang tayang sebelum video dimulai, semakin banyak pula penghasilan pasif dari bagi hasil iklan yang bisa kamu terima dari Google. Kabarnya, YouTuber Indonesia yang paling populer bisa menghasilkan sampai beberapa milyar rupiah sebulan dari tayangan video-video mereka. Fantastis, kan?

Menyewakan hunian milik sendiri

“Khusus untuk penghasilan pasif yang ini, seseorang harus punya dana besar di awal sebagai modal untuk membeli properti. Meski membeli dengan KPR sekalipun, DP yang besar di awal umumnya diperlukan. Penghasilan pasif dari properti ini juga berpotensi besar seiring naiknya harga real estate di masa mendatang,” demikian jelas Richardson.

Nah, keuntungan pemasukan pasif yang didapat semua tergantung dari berapa jumlah cicilan bulanan yang harus dibayarkan dan berapa nilai sewa yang bisa dikenakan.

Bila kamu ingin mencoba investasi di bidang real estate tapi modal belum terlalu besar, kamu bisa coba berinvestasi lewat property crowdfunding platform. Investasi properti secara crowdfunding tidak mengharuskan kamu punya modal besar. Harga properti yang akan kamu miliki secara kolektif bersama dengan investor lain, dimulai dari 1 juta rupiah. Dengan modal minimal, kamu pun sudah bisa ikut berinvestasi memiliki sekian persen dari berbagai jenis hunian yang ditawarkan.

Di Indonesia, ada beberapa perusahaan fintech yang sudah merambah ke property crowdfunding seperti ini, contohnya Provesty, CrowdDana.id, maupun PropertiLord.

Apakah bunga tabungan dan deposito dapat dianggap sebagai penghasilan pasif?

Menurut Richardson, tabungan dan deposito berjangka saat ini belum dapat dianggap sebagai sumber penghasilan pasif yang cukup bagus, sebab suku bunga naik turun dan ada faktor inflasi yang harus diperhitungkan.

“Saat ini, orang harus waspada dan hati-hati dalam mencari instrumen investasi. Pilih dengan cermat ke mana akan menginvestasikan uang, sebab investasi bukanlah sains yang punya pola pasti, semua tergantung berbagai faktor internal dan eksternal,” nasihat Richardson.

Bagaimana cara mulai mendapatkan penghasilan pasif dengan mudah dan cepat?

Terkadang, kita ingin mulai dengan cepat dan segera mendapatkan penghasilan pasif. Tapi, kita bingung, mau mulai dari mana? Harus investasi di instrumen apa?

Mudah untuk mendapat penghasilan pasif: caranya adalah mulai berinvestasi di produk yang aman dan terpercaya.

Produk investasi yang terkait asuransi mungkin bisa jadi pilihan untuk menciptakan penghasilan pasif dengan cara yang aman, mudah dan terpercaya.

Di Generali Indonesia, kami punya berbagai produk investasi yang bisa dipilih oleh nasabah. Solusinya pun tidak generik, tapi disesuaikan dengan profil nasabah: situasi keluarga, keadaan finansial, gaji bulanan hingga cita-cita yang ingin dicapai.

Apalagi, produk-produk investasi Generali Indonesia didukung oleh teknologi mutakhir ROBO ARMS, fitur baru dari ARMS (Auto Risks Management System) yang memudahkan nasabah mengelola risiko investasi yang sesuai profil risikonya dengan mengubah parameter ARMS berdasarkan kuasa dari nasabah.

Layanan ini memberikan pengalaman unik seperti layaknya asisten pribadi bagi kamu yang sibuk, dimana kamu cukup menyerahkan perubahan seting parameter ARMS kepada manajer investasi kami yang profesional, sehingga kamu lebih dapat menikmati waktu luang yang berharga bersama keluarga.

Yuk, mulai investasi bersama Generali Indonesia dan mulai mendapat penghasilan pasif secepatnya!

 

Naik jabatan atau buat impian mulai bisnis sendiri jadi nyata dengan bantuan tips kami tentang sukses di kantor dan pekerjaan:

Baru Dapat Pekerjaan? Segera Diversifikasi Pendapatan Kamu

Buang 7 Hal Ini Jauh-Jauh Ketika Berinvestasi!

Atasi Stres dengan cara-cara ampuh ini!

Menu Brunch sehat dan lezat di rumah sendiri

Sarapan sehat ala Generali

Penting diperhatikan: kesehatan seluruh keluarga

Asuransi Kesehatan seperti apakah yang kita butuhkan?