arrow   Kembali ke website Generali.co.id

3 Cara Penularan COVID-19 yang Harus Kamu Perhatikan

Healthy Lifestyle Senin, 11 Juli 2022
3 Cara Penularan COVID-19 yang Harus Kamu Perhatikan.jpg

Pandemi COVID-19 yang telah terjadi beberapa tahun belakangan ini memiliki karakteristik tingkat penularan yang cepat dan luas. Berbagai kebijakan dan cara pencegahan menjadi fokus pemerintah serta tenaga kesehatan untuk memperlambat penyebaran COVID-19. Dengan memahami dan mengerti bagaimana COVID-19 bisa menular, kamu dapat melakukan langkah yang tepat untuk melindungi diri dan orang-orang sekitarmu.

Bagaimana cara penyebaran COVID-19?

COVID-19 merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Orang yang terinfeksi virus ini dapat memiliki gejala infeksi pernapasan ringan, sedang, hingga berat. Tingkat gejala COVID-19 dapat menjadi berat jika seseorang tersebut adalah lansia dan/atau memiliki penyakit komorbid seperti diabetes, sakit jantung, kanker, penyakit kronis pernapasan, dan lain-lain. Meskipun demikian, gejala berat juga dapat terjadi tanpa memandang usia pasien.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah dan memperlambat penularan COVID-19 adalah dengan mengetahui serta memahami bagaimana metode penyebaran virus ini. COVID-19 dapat menginfeksi seseorang jika orang yang terinfeksi mengeluarkan droplet yang mengandung virus. Secara garis besar, terdapat beberapa cara penularan virus COVID-19 dari orang ke orang, yaitu:

  • Penularan orang ke orang

Studi menyatakan bahwa metode ini adalah cara penularan utama virus COVID-19. Penularan dari orang ke orang dapat terjadi jika seseorang melakukan kontak erat satu sama lain, dengan jarak percakapan di bawah 2 meter. Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus melalui partikel droplet yang keluar saat seseorang bersin, batuk, berbicara, bernyanyi, atau bernapas. Proses infeksi akan terjadi ketika partikel droplet ini terhirup lalu masuk ke dalam tubuh atau jika droplet melakukan kontak langsung dengan mata, hidung, atau mulut.

  • Penularan di keramaian atau tempat dengan ventilasi buruk

COVID-19 dapat menyebar pada lokasi dengan ventilasi yang buruk dan/atau keramaian di dalam ruangan, di mana orang cenderung menghabiskan waktu lebih lama. Hal ini disebabkan oleh aerosol yang mengandung COVID-19 dapat melayang di udara dan menyebar lebih jauh dari jarak percakapan (lebih dari 2 meter). Studi menduga bahwa virus COVID-19 dapat hidup di udara (aerosol) sampai kurang lebih 3 jam.

  • Penularan melalui objek yang terkontaminasi

Transmisi melalui permukaan benda yang terkontaminasi COVID-19 adalah salah satu metode yang mungkin dapat terjadi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan virus untuk bisa hidup sampai 3 hari di beberapa objek (plastik, stainless steel, dll.). Jika kamu menyentuh permukaan objek yang telah terkontaminasi COVID-19, kamu dapat meningkatkan risiko dirimu terinfeksi bila memegang mata, hidung, atau mulut. Oleh karena itu, penting untuk selalu membersihkan dan mendesinfeksi secara rutin permukaan benda yang sering disentuh.

Terdapat beberapa metode lain yang dinilai berpotensi menularkan COVID-19 tetapi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, adalah:

  • Penularan dari ibu hamil ke janin

  • Penularan lewat ASI

  • Penularan lewat urin atau feses

  • Penularan lewat sel darah

  • Penularan dari hewan ke manusia

Kapan seseorang bisa menularkan COVID-19?

Orang yang terinfeksi COVID-19, baik tidak bergejala ataupun ada gejala, bersifat menular dan dapat menyebarkan virus ke orang lain. Banyak data yang menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi akan bersifat paling menular ketika 2 hari sebelum muncul gejala dan di awal mereka merasa sakit. Orang yang memiliki gejala berat kemungkinan dapat menularkan virus untuk waktu yang lebih lama. Sementara itu, orang yang tidak memiliki gejala juga tetap dapat menyebarkan virus ke orang lain.

Kapan COVID-19 lebih mudah menyebar?

Situasi-situasi tertentu dapat mempermudah penyebaran dan meningkatkan risiko seseorang terinfeksi COVID-19. Bila situasi yang berisiko tersebut saling berhubungan, maka risiko penularan akan semakin tinggi lagi. Beberapa situasi yang dimaksud, yaitu:

  • Keramaian. Situasi yang ramai dapat menciptakan tingginya partikel aerosol di udara yang meningkatkan risiko transmisi COVID-19. Hal ini akan lebih mengkhawatirkan jika keramaian terjadi di ruang tertutup.

  • Kontak erat. Melakukan kontak erat atau percakapan jarak dekat dengan seseorang dapat berisiko menularkan COVID-19. Selalu gunakan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter saat bercakapan dengan orang lain.

  • Ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk. Kondisi ini sangat mempermudah penyebaran COVID-19. Jika memungkinkan, buka jendela atau pintu untuk membantu memperbaiki ventilasi dan selalu pakai maskermu.

  • Fasilitas kesehatan yang melayani penanganan COVID-19. Fasilitas ini dapat meningkatkan risiko infeksi terutama saat dilakukan prosedur medis yang menciptakan aerosol. Oleh karena itu, para tenaga kesehatan harus selalu melakukan prosedur pencegahan melalui penggunaan alat-alat protektif diri.

Bagaimana cara kamu mencegah COVID-19?

  • Selalu terapkan 3M: menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. Jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain meskipun mereka tidak tampak sakit. Selain itu, kamu juga harus selalu menggunakan masker yang sesuai rekomendasi. Selalu cuci tanganmu saat hendak memakai masker, melepas masker, dan setelah menyentuh benda.

  • Hindari tempat yang ramai, ruangan ventilasi buruk, serta lokasi indoor. Habiskan waktu lebih banyak di tempat terbuka dibandingkan tertutup.

  • Ciptakan ventilasi yang baik dengan membuka pintu dan jendela saat di ruangan tertutup.

  • Hindari menyentuh permukaan/benda di ruang publik atau fasilitas kesehatan

  • Rutin membersihkan tangan dengan air sabun atau alkohol.

  • Selalu tutupi batuk dan bersinmu dengan siku atau tisu, lalu segera buang tisu bekas ke tempat sampah. Jangan lupa cuci tanganmu setelah batuk atau bersin.

  • Dapatkan vaksinasi sesuai anjuran untuk mencegah infeksi COVID-19.

Pencegahan COVID-19 memang penting, namun ada hal yang tidak kalah penting untuk melindungi kita. Hal tersebut adalah asuransi kesehatan. Apabila kita jatuh sakit, tentu saja kita akan menghadapi beban finansial yang cukup besar. 

Oleh karena itu, asuransi kesehatan Generali hadir untuk membantu kamu mengurangi beban finansial tersebut. Dengan memiliki asuransi kesehatan, biaya perawatan selama kamu sakit dapat ditanggung oleh asuransi sehingga kamu dapat fokus dalam proses penyembuhan tanpa perlu memikirkan beban finansial yang harus kamu hadapi.