3 Cara Mengalokasikan Gaji untuk Berbagai Kebutuhan

Healthy Wealth Senin, 11 Juli 2022
3 Cara Mengalokasikan Gaji untuk Berbagai Kebutuhan.jpg

Pada umumnya pendapatan bulanan terbatas pada jumlah tertentu sehingga harus dikelola dengan baik. Kamu dapat menghitung jumlah penghasilan dan menentukan fokus atau tujuan untuk kontrol gaji seperti fokus pada investasi atau pemenuhan kebutuhan.

Kontrol gaji dengan mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Berikut beberapa rumus dan tips alokasi gaji agar keuangan Kamu dapat lebih terkendali.

Manajemen keuangan yang baik tidak hanya untuk biaya kebutuhan tetapi juga tabungan atau investasi jangka panjang. Berikut rumus yang bisa Kamu gunakan agar bisa mengatur gaji bulanan dan tidak mengalami masalah dompet menipis di tengah bulan.

1. Alokasi gaji dengan rumus 50/30/20

Prinsip 50/30/20 paling sering digunakan untuk mengalokasikan gaji ke kebutuhan dan pengeluaran untuk keinginan atau hiburan. Pembagian ini juga menyisakan kelebihan yang dapat Kamu simpan untuk tabungan.

  • 50% untuk kebutuhan pokok

Cara membagi gaji bulanan Kamu yaitu dengan mengalokasikan 50% dari seluruh pendapatan untuk pemenuhan kebutuhan mendasar. Biaya untuk kebutuhan pokok seperti sewa tempat kos, biaya tagihan listrik dan internet, bahan makanan, transportasi, dan pakaian.

Pastikan untuk biaya belanja bulanan, tagihan, dan cicilan tidak melebihi porsi yang ditetapkan. Jika melebihi anggaran, Kamu harus mengevaluasi pengeluaran dan memangkas biaya yang dapat dikesampingkan dulu.

  • 30% untuk kebutuhan pribadi

Alokasi 30% untuk kebutuhan personal yang dapat membuat Kamu senang. Porsi anggaran ini dapat digunakan untuk biaya jalan-jalan atau traveling, biaya layanan streaming, belanja sepatu atau baju bermerek, biaya keanggotaan gym, dan lain-lain.

Anggaran ini harus diterapkan dengan penuh tanggung jawab. Tidak sedikit masyarakat yang tidak dapat menahan keinginannya sehingga biaya untuk kebutuhan pribadi melebihi anggaran. Pastikan pengeluaran ini sesuai porsi sehingga tidak mengorbankan anggaran lain apalagi anggaran untuk kebutuhan pokok.

  • 20% untuk tabungan

Sisa alokasi gaji sebesar 20% ini untuk tujuan keuangan. Kamu bisa menggunakannya untuk disimpan dalam tabungan sebagai dana darurat, tabungan pendidikan, atau tabungan masa depan lainnya.

Anggaran ini juga dapat direncanakan untuk pembayaran hutang apabila suatu saat Kamu harus melakukan hutang. Sisihkan sebagian penghasilan Kamu untuk pelunasan hutang tersebut.

2. Alokasi gaji dengan rumus 60/20/20

Cara membagi gaji bulanan yang cocok untuk Kamu yang fokus pada pemenuhan kebutuhan yaitu dengan alokasi 60/20/20. Sebagian besar dari semua penghasilan Kamu akan dialokasikan untuk kebutuhan hidup dan sisanya untuk kebutuhan lain.

  • Penggunaan 60% untuk kebutuhan hidup

Prinsip membagi gaji yang pertama kali dicetuskan oleh Scott Papa ini menganggarkan 60% dari gaji bulanan untuk hal-hal yang bersifat pokok. Biaya untuk kebutuhan hidup pastinya membutuhkan anggaran yang paling banyak dari pendapatan, namun sebisa mungkin ditekan hingga 60% dari pendapatan.

  • Penggunaan 20% untuk tunjangan keuangan

Alokasi 20% dari gaji Kamu dapat digunakan untuk menabung, pembayaran hutang, dana darurat, dan dana investasi. Jika Kamu memiliki kartu kredit, biaya tagihan tiap bulannya masuk dalam anggaran ini.

  • Penggunaan 20% untuk pengeluaran tambahan

Kamu bisa menggunakan gaji untuk bersenang-senang dan memanjakan diri, namun jangan lupa untuk memperhatikan batasannya. Jangan berlebihan, anggarkan sekitar 20% dari penghasilan Kamu untuk hobi, hiburan, rekreasi, dan hal-hal lain yang Kamu inginkan.

3. Alokasi gaji dengan rumus 70/20/10

Rumus ini dapat digunakan untuk mengatur gaji untuk Kamu yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan investasi. Jika Kamu tidak terlalu memprioritaskan kebutuhan hiburan, prinsip ini sangat membantu Kamu membagi gaji.

  • Anggaran 70% untuk kebutuhan

Pembagian anggaran hingga 70% untuk pemenuhan kebutuhan ini cocok untuk Kamu yang menjadi perantau atau anak kos yang memiliki banyak kebutuhan. Alokasi ini untuk semua jenis pengeluaran, baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan personal.

Kamu harus memprioritaskan biaya untuk hidup seperti biaya tempat tinggal, transportasi, listrik, dan bahan makanan. Kamu dapat menyisihkan anggaran ini untuk asuransi jiwa dan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan. Perlindungan kesehatan ini merupakan tindakan pencegahan penggunaan finansial yang besar apabila terjadi hal-hal di luar kendali seperti sakit.

  • Anggaran 20% untuk tabungan

Sesuai namanya, anggaran 20% dari pendapatan Kamu digunakan sebagai tabungan atau dana simpanan. Kamu harus menyisihkan dana ini setiap bulannya, 10% dapat disimpan dalam tabungan dan 10% dapat disimpan sebagai dana darurat.

Alokasi ini juga bisa digunakan untuk membayar cicilan hutang karena Kamu tidak bisa menabung jika masih memiliki hutang. Kamu bisa membaginya 10% untuk cicilan dan 10% untuk pelunasan hutang.

  • Anggaran 10% untuk investasi

Rumus ini mengalokasikan penghasilan untuk dana investasi dengan pembagian 10% dari seluruh penghasilan. Alokasi ini untuk dana investasi seperti dana pensiun, dana pendidikan untuk Kamu yang akan melanjutkan pendidikan, atau investasi lain yang dapat menambah keuntungan di masa depan.

Selain investasi untuk masa depan, Kamu juga bisa menganggarkan dana ini untuk investasi kebaikan seperti donasi atau amal setiap bulannya. Walaupun tidak dalam bentuk uang, Kamu akan mendapatkan kebaikan dari perbuatan baik tersebut sehingga bisa dikatakan juga sebagai investasi.

Itulah beberapa cara membagi gaji yang bisa Kamu terapkan untuk manajemen keuangan yang lebih baik. Pelajari tips alokasi gaji di atas dan sesuaikan dengan fokus Kamu dalam mengatur keuangan. Jangan lupa untuk mencatatnya sehingga lebih mudah untuk Kamu melihat cash flow dan mengatur anggaran.