Langkah-langkah antisipasi penanganan banjir di rumah

12 Maret 2020

Setiap tahun, Jakarta dan berbagai kota di Indonesia dilanda banjir. Terutama ibukota kita tercinta yang terletak di titik cukup rendah dari permukaan laut, yang juga sering mendapatkan banjir kiriman dari Bogor atau Puncak.

Apa saja langkah-langkah antisipasi yang sebaiknya diambil sebelum dan saat banjir terjadi di rumah? Berikut ini beberapa saran dari kami.

1. Periksa kondisi rumah secara keseluruhan

Secara rutin, sebelum musim penghujan tiba, periksalah kondisi rumah secara keseluruhan. Atap yang bocor dan perlu ditambal, meninggikan bagian depan rumah supaya air tidak masuk, ataupun membangun talang air dan membersihkan drainase saluran got di sekitar rumah supaya air lancar mengalir, merupakan beberapa persiapan yang bisa dilakukan dari jauh-jauh hari sebagai bagian dari antisipasi.

2. Lengkapi rumah dengan pintu dan jendela dari bahan anti air

Pintu rumah dan kusen jendela yang terbuat dari kayu lebih rentan rusak karena membusuk terkena air saat banjir terjadi. Bila memungkinkan, gantilah satu-satu pintu rumah dan jendela dengan bahan yang tak rentan rusak saat banjir melanda, contohnya stainless steel dan kaca tebal yang tak tembus air.

3. Sediakan ruang resapan air bila memungkinkan

Bila kebetulan ada sisa tanah di rumah, kondisikan sebagai daerah ruang resapan air. Gunakan rumput untuk menutupi tanah. Bila rumah memang berada di daerah rawan banjir, ruang resapan air bisa membantu agar banjir cepat surut.

4. Siapkan persediaan benteng anti air

Selain kantong semen yang diisi pasir, pintu kedap air yang dipasang di depan garasi juga bisa berfungsi menahan limpahan air banjir masuk ke dalam rumah.

5. Bangun bendungan kompleks

Bila di dekat kompleks tempat tinggal ada sungai yang jelas berpotensi menerima air bah kiriman dari luar kota dan sering meluap menyebabkan banjir, berembuglah dengan ketua RT dan RW serta para tetangga penghuni kompleks untuk bersama-sama menanggung biaya untuk membangun bendungan atau meninggikan pagar pembatas sungai.

6. Pastikan saklar listrik utama mudah diraih

Banjir kadang bisa mengakibatkan listrik di rumah korslet dan berpotensi menimbulkan setruman daya listrik yang bisa melukai siapapun. Pastikan saklar listrik utama di rumah mudah diraih untuk dimatikan sesaat sebelum banjir datang.

7. Gunakan ubin dari batu atau cor beton sebagai lantai rumah

Gunakan ubin dari batu atau cor beton sebagai lantai rumah, yang jauh lebih tahan serbuan air dan mudah dibersihkan.

8. Tingkatkan rumah bila memungkinkan

Bila memungkinkan, bangunlah tingkat kedua di rumah dan simpan semua barang berharga di lantai atas yang aman dari rendaman air, sekaligus bisa dijadikan tempat mengungsi saat banjir datang.

9. Siapkan tas peralatan darurat

Siapkan selalu satu tas berisi peralatan darurat yang dilengkapi senter beserta baterai cadangannya, botol air mineral, baju ganti, sedikit makanan kering seperti biskuit dan crackers, sejumlah uang atau kartu ATM, obat-obatan yang diperlukan dan Kotak P3K, serta jaket pelampung dengan warna terang (kuning atau oranye) serta dompet kecil berisi surat-surat penting, yang bisa sewaktu-waktu diraih dengan cepat saat keadaan genting.

10. Beli perahu karet

Bila keadaan rumah sudah benar-benar tidak kondusif, mengungsi bisa dilakukan dengan perahu karet. Lengkapi tas peralatan darurat dengan sebuah perahu karet dan pompanya yang akan memudahkan untuk meniup si perahu guna mengevakuasi diri saat banjir datang.

 

Ikuti tips seputar rumah, gaya hidup sehat dan perencanaan keuangan setiap harinya lewat berbagai artikel menarik persembahan dari Generali Indonesia:

8 hal yang dibutuhkan untuk memadamkan kebakaran kecil di rumah

Tips rumah yang aman bagi bayi dan balita

Praktis & hemat: tips renovasi rumah sendiri

Hindari kecelakaan saat merakit mebel di rumah