Mental Sehat: kegiatan yang bisa mendukung psikis positif

Kita semua pasti sudah pernah mendengar rahasia mencapai ketenangan mental – selain menghindari stres, juga lewat gaya hidup yang sehat. Mulai dari tidur cukup, rajin olahraga, pola makan seimbang, tubuh yang sehat dan terpelihara lewat gaya hidup ideal akan membuat mood cenderung selalu bagus.

Tapi, ternyata, selain gaya hidup sehat tersebut, ada sejumlah praktek tradisional di beberapa negara yang bisa membantu kita untuk semakin merasa tenang dan bahagia. Dan ternyata, praktek-praktek tradisional ini sudah terbukti secara saintifik betul-betul bisa membuat kita merasa lebih baik.

Berikut ini adalah praktek tradisional untuk ketenangan mental yang bisa kamu coba, dari negara Jepang, Denmark, Belanda dan Spanyol... tapi juga ada satu yang berasal dari Indonesia.

Praktek-praktek tradisional ini mengajarkan kita untuk:

  • Berada dan menyatu dalam ketenangan alam di hutan (dari Jepang)
  • Selalu berusaha menikmati hidup (dari Denmark)
  • Memberi waktu untuk diri sendiri (dari Belanda)
  • Berlatih pernafasan dan melakukan visualisasi ketenangan diri (dari Spanyol)
  • Kuat dan kebal hadapi kritikan (dari Indonesia yang terinspirasi ajaran Yunani kuno)

  

Shinrin-yoku, “bermandikan aura hutan” demi ketenangan mental

Secara harafiah, “Shinrin-yoku” artinya “bermandikan aura hutan”. Praktek tradisional Jepang ini mengajak kita untuk berjalan-jalan di hutan, tak perlu terlalu jauh, tapi cukup masuk ke dalam hutan untuk mendapatkan pengalaman bersentuhan dengan alam liar di dalam hutan tersebut.

“Forest bathing” – demikianlah sebutan untuk “Shinrin-yoku” dalam bahasa Inggris, ternyata merupakan istilah resmi yang diciptakan oleh pemerintah Jepang di tahun 1982.

Praktek tradisional ini mengharuskan kita untuk benar-benar menghayati dan menyatukan diri dengan alam di sekeliling kita. Masuk ke dalam hutan, berjalan cukup jauh hingga kamu menemukan tempat yang tenang, lalu duduk di tanah, tutup kedua mata. Dengarkan suara desau angin yang lewat di pepohonan dan meniup dedaunan, suara binatang-binatang liar di kejauhan, hirup harum bau rumput, biarkan pikiranmu melanglang buana. Kemudian, saat membuka mata kembali, hayati momen saat ini. Lewatkan waktu sebanyak yang kamu mau dalam kesunyian hutan.

Benefit dari praktek ini ternyata banyak, dan sudah terbukti secara medis membawa banyak hal positif untuk seseorang. Selain meningkatkan fokus, riset membuktikan bahwa praktek ini dapat membawa ketenangan, menurunkan tekanan darah dan detak jantung, memperbaiki sistem imun tubuh, mengurangi tingkat kortisol (kortisol adalah hormon stres yang diproduksi oleh tubuh), membuat mood jadi bagus, menekan risiko depresi dan mencegah kecemasan.

Mau coba? Tak perlu jauh-jauh pergi hiking ke gunung, main saja ke taman kota saat sedang sepi di pagi hari, misalnya saat matahari terbit. Selain udara lebih sejuk, biasanya masih jarang pengunjung, sehingga kamu bisa menikmati “bermandikan aura hutan” sambil mendengarkan cicit burung dan pancaran sinar matahari pertama. Bonusnya, produksi Vitamin D di tubuh juga bakalan makin optimal karena paparan sinar matahari pagi sejak terbit sampai kira-kira jam 09.00 adalah yang terbaik.

 

Capai ketenangan mental lewat praktek Hygge, gaya hidup santai dan menikmati momen saat ini

Praktek ini berasal dari Denmark dan ternyata sudah ada sejak tahun 1800an lalu, lho! Ternyata, “Hygge” adalah sebuah gaya hidup yang sampai sekarang dilakukan oleh orang Denmark pada umumnya.

“Hygge” adalah yang berasal dari akar bahasa Skandinavia. “Hygge” ternyata adalah sebuah kata yang punya arti sama dalam bahasa Denmark dan bahasa Norwegia: yang menggambarkan suasana kesenangan dan kenyamanan, merasa sehat, puas dan bahagia.

“Hygge” bukan hanya sebuah praktek tradisional, tapi sudah menjadi gaya hidup sehari-hari yang diterapkan warga Denmark – yang ternyata, negaranya selalu menempati ranking teratas dari daftar negara-negara paling bahagia sedunia.

“Hygge” dapat diartikan sebagai cara untuk mendapatkan mood yang nyaman dan menyenangkan, sambil menghargai waktu serta momen yang kita lewatkan. “Hygge” bisa berupa kegiatan apa saja yang dapat dilakukan di mana saja: mulai dari membaca buku sambil meminum segelas coklat hangat di kafe kesukaan kita, bermain games bersama teman-teman, mengisi kamar tidur dengan pajangan cantik atau selimut empuk, maupun sekedar nonton serial TV favorit di rumah.

Tak perlu jadi orang Denmark untuk menikmati gaya hidup “Hygge” – kamu cukup melakukan hal yang kamu sukai dan menghayati waktu berharga ini yang bisa membuat kamu merasa happy.

Mau coba? Yuk, weekend ini, pilih buku yang kamu suka, stok makanan, minuman dan cemilan favorit dan nikmati waktu santai. Naah, biar lebih efektif, singkirkan HP, tunda unggahan di media sosial dan matikan WhatsApp, niscaya kamu akan lebih menikmati harimu sekalian detoks digital.

Plus, ambil sebuah jurnal dan tuliskan apa saja hal positif dari diri dan kehidupanmu saat ini.

  

Niksen, cara mencapai ketenangan mental dengan tidak melakukan apa-apa

“Niksen” adalah salah satu praktek mencapai ketenangan mental, yang berasal dari negara Belanda. Praktek ini mengajak kita untuk tidak melakukan apapun, melainkan melewatkan waktu betul-betul untuk berdiam diri di rumah.

Tapi, jangan salah ya. “Niksen” bukan sekedar mager alias malas gerak saja. Praktek ini betul-betul meniatkan diri untuk tidak melakukan apapun, dan menikmati momen saat ini sepenuhnya – sekilas mirip dengan Mindfulness, ya!

Saat mempraktekkan “Niksen”, maka yang harus kita lakukan adalah duduk atau berbaring di tempat yang sepi, adem dan tanpa gangguan. Biarkan pikiranmu berkelana, perhatikan setiap hal kecil dan detail-detail tekstur, suara dan bunyi maupun suasana di sekitarmu. Tersenyumlah saat kamu menyesap secangkir the panas dan nikmati sensasi rasa kehangatan yang pelan-pelan menjalar ke tubuhmu, perhatikan pola kayu di mejamu, sentuh kelembutan tekstur pakaianmu.

Selain memberikan kesempatan kepada otak dan pikiran untuk beristirahat sejenak, membebaskan diri dari kecemasan dan segala macam kewajiban serta tugas yang harus dikerjakan sehari-hari, “Niksen” ternyata terbukti secara klinis punya manfaat lain, yaitu relaksasi tubuh. Bonusnya, setelah melakukan praktek khas Belanda ini, ternyata kamu bisa menjadi lebih produktif dan bahkan jadi lebih kreatif.

Mau coba? Yuk, tak perlu tunggu akhir pekan. Malam ini, sepulang kantor, sehabis makan dan mandi, setelah merasa segar, duduk saja di sofa ruang tamu rumahmu dan cobalah untuk sengaja mager ala ala “Niksen” selama setengah jam. Silent dulu HPmu, buat segelas minuman favorit dan lantas tak melakukan apa-apa, hanya menikmati waktu mager tersebut. Coba lakukan setengah jam setiap hari setelah pulang kantor atau sebelum tidur, supaya kamu lebih rileks.

 

Kenalan dengan Sofrologi, metode relaksasi yang mendorong ketenangan mental dan mendukung kualitas tidur lebih baik

Sofrologi adalah praktek meningkatkan kualitas kenyamanan hidup yang diciptakan di Spanyol, pada tahun 1960, oleh psikiater spesialis ahli saraf bernama Profesor Alfonso Caycedo. Menurut berbagai sumber, Sofrologi diyakini sebagai cara menemukan keseimbangan antara tubuh, otak dan jiwa, serta memberi kekuatan kepada diri sendiri.

Sofrologi sendiri adalah latihan untuk tubuh dan pikiran. Menggabungkan latihan pernafasan, relaksasi, visualisasi dan gerakan tubuh, praktek Sofrologi mengajak kita untuk mengikuti rutinitas ini setiap hari, dimulai dari proses relaksasi.

Sofrologi terbukti secara klinis dapat memberikan bantuan maksimal untuk kepercayaan diri, fokus dan efisiensi kerja di kehidupan sehari hari – sekaligus merupakan metode untuk manajemen stres yang baik.

Riset membuktikan bahwa mempraktekkan Sofrologi dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan akut, mengurangi tingkat rasa sakit dan ketidaknyamanan karena rasa nyeri kronis, sekaligus memerangi berbagai gejala depresi.

Bahkan, bagi penderita tinnitus (kondisi ketika telinga terasa berdenging yang sebetulnya bukan penyakit tapi merupakan efek / akibat dari gejala kesehatan lainnya), ternyata mempraktekkan Sofrologi secara rutin dapat membantu mengurangi gejala tinnitus ini.

Mau coba? Pertama, atur kamar tidur yang adem, sunyi dan tenang, dengan pencahayaan minimal supaya tidur lebih nyenyak. Lalu, latihan dengan menarik nafas panjang, hitung sampai tiga, tahan nafas di paru-paru lagi selama tiga hitungan, baru lepaskan. Lakukan sebanyak tiga kali. Kemudian, visualisasikan tidur yang nyenyak, dan stop memikirkan apapun selain niatmu untuk tidur cukup dengan kualitas optimal malam ini.

 

Santuy – praktek untuk menyikapi segala sesuatu dengan bijak ala Milenial Indonesia yang berasal dari ajaran Stoic

Dari Indonesia sendiri, sejak beberapa tahun silam, muncul istilah “Santuy”.  Apa sebenarnya arti dari istilah Santuy?

Santuy merupakan plesetan dari kata santai. Nah, ternyata, santuy bukan cuma sekedar kata plesetan saja, tapi sebuah istilah yang mencerminkan keadaan dimana seseorang tetap merasa bisa menikmati kebahagiaan, sekalipun dalam keadaan tersulit. Digunakan untuk mendefinisikan sifat orang dan situasi, sikap Santuy artinya kita bisa menyikapi segala sesuatu dengan tenang, kepala dingin dan kalem.

Praktek Santuy mengajari kita untuk selalu bersikap cuek, tidak perlu memikirkan apapun yang dibicarakan orang lain. Seseorang yang Santuy artinya seseorang yang tidak tergoyahkan dan tdak dapat dibuat gusar oleh siapapun. Santuy mungkin banyak terinspirasi dari ajaran Stoic asal Yunani kuno, yang berarti kita tetap maju tanpa peduli apapun yang dipikirkan orang lain.

Praktek ini terutama penting dilakukan karena kita hidup di era media sosial, dimana karena satu kesalahan kecil saja orang mudah menerima hujatan maupun menuai kritikan dari netizen. Bersikap Santuy di era masa kini penting, supaya tahan banting dan tidak stres – istilahnya, orang boleh ngomong apapun, kamu tetap cuek, move on dan berkarya.

Mau coba? Mulailah untuk membiasakan diri tidak membaca komen-komen netizen yang bikin emosi di manapun itu – di kanal medsosmu sendiri maupun di berbagai kanal medsos dunia maya lainnya. Atau, bila masih mau membaca, anggap saja pendapat netizen itu sebagai sesuatu yang tak perlu kamu ambil pusing – yang penting, kamu tahu bahwa apa yang kamu lakukan itu benar dan kamu tak perlu mendengarkan siapapun selain kata hatimu sendiri.

 

Bagikan
suka artikel ini :