7 ide perayaan Natal dan Tahun Baru yang ramah lingkungan

Sebetulnya, kesadaran akan sampah kian meningkat di masyarakat Indonesia – berdasarkan survei terbaru, 80 persen orang Indonesia kini sudah punya awareness mengenai dampak buruk sampah. Meski begitu, pada praktiknya hanya 30 persen saja yang betul-betul menjalankan gerakan melawan sampah dan mengurangi limbah.

Ternyata, setiap hari raya dan hari besar lainnya, sampah meningkat sampai dengan 30 persen lho, wah, parah juga ya! Dan tidak banyak orang yang tahu akan hal ini. Selain sampah plastik dan kemasan sekali pakai, sampah makanan juga meningkat pesat.

Ide dekorasi Natal dan Tahun Baru yang lebih ramah lingkungan

Ternyata, dekorasi Natal dan Tahun Baru berikut kado-kadonya juga kerap kali berakhir di tempat sampah. Berdasarkan hasil survei, 66 persen orang mengakui bahwa mereka membeli barang yang tak perlu dan berlebihan jumlahnya, yang kemudian dibuang setelah perayaan Natal dan Tahun Baru usai.

Lalu bagaimana dong, apa sih yang bisa kita lakukan dalam skala kecil di level pribadi kita sendiri, untuk turut berkontribusi menjaga kelestarian alam, mendukung praktik keberlangsungan dan merayakan Natal dan Tahun Baru yang meriah tanpa harus berlebihan nyampah?

Ini beberapa tips ide rayakan Natal dan Tahun Baru yang lebih eco-friendly tapi tetap berkesan:

1 – Jangan membeli makanan lebih dari yang dibutuhkan, dan beli bahan makanan lokal 

Sampah makanan merupakan masalah besar karena di Indonesia, berdasarkan hasil riset Bappenas, kita ini ternyata menyia-nyiakan 23 sampai 48 juta ton makanan yang terbuang sia-sia setiap tahunnya. Duh, sementara fakir miskin yang kelaparan masih banyak! Ternyata, warga +62 terbanyak membuang makanan itu karena apa? Karena berlebihan saat membeli.

Bagaimana caranya supaya makanan kita tidak mubazir? Beli secukupnya. Data dulu siapa saja tamu yang akan datang di acara kumpul-kumpul akhir tahun, dan siapkan porsi makanan yang sesuai. Takut kurang makanannya? Tambahkan sekitar 20 persen saja, tak perlu beli sampai dua kali lipat! Lebih baik makanan habis tak bersisa ketimbang terbuang sia-sia.

Kemudian, kamu bisa memprioritaskan beli bahan makanan lokal. Daging dan hidangan laut lokal ketimbang yang impor, buah sesuai musim dan dari produsen lokal sehingga bebas pengawet, dan tentunya beli di pasar tradisional ya, sekalian membantu ekonomi mikro kan?

Lalu, info kepada semua tamu yang datang untuk siap-siap bawa wadah untuk membawa pulang makanan yang masih sisa, supaya semua habis dan tidak ada yang mubazir makanannya.

2 – Beli hadiah untuk tukar kado yang bersifat natural dan dari penjual yang mendukung konsep eco-friendly 

Tukar hadiah saat akhir tahun itu acara yang sudah pasti akan dilakukan, sambil kumpul-kumpul dan ngobrol bersama keluarga dan teman-teman tersayang.

Tahun ini, coba yuk untuk membeli hadiah untuk tukar kado yang bersifat natural, dan dibeli dari UKM maupun UMKM yang punya prinsip keberlangsungan serta juga eco-friendly. Misalnya, produk perawatan kulit yang terbuat dari bahan alami, lilin dari sarang lebah, baju baru dengan bahan linen yang lebih natural dan ramah di kulit, maupun berbagai kerajinan tangan dari sabut kelapa, rotan maupun hiasan etnik dari kayu.

Atau, kamu juga bisa membuat sendiri kadonya, seperti sekotak kue, sweter rajutan sendiri, atau satu CD musik dengan lagu-lagu kesukaan si penerima kado.

Lalu, hadiah yang bersifat imaterial seperti staycation di hotel, tiket nonton konser atau masuk ke wahana seperti Escape Room maupun taman bermain, juga lebih berguna ketimbang memberikan barang yang belum tentu disukai oleh penerima kado.

Apapun yang dipilih, pastikan pilihan kadonya lebih bertanggungjawab, ya.

3 – Membungkus kado dengan bahan-bahan alami dan menyimpan bungkus kado untuk kesempatan berikutnya

Suka ya rasanya membuka kado? Alih-alih merobek-robek kertas pembungkus kado yang akan berakhir di tong sampah, buka kadonya pelan-pelan sehingga si kertas kado bisa dilipat kembali untuk disimpan, kemudian digunakan di kesempatan berikutnya. Psst, ini juga berlaku untuk hadiah ulang tahun atau hadiah-hadiah di berbagai kesempatan istimewa lainnya – biasakan mengajari anak kita untuk membuka bungkus kado dengan hati-hati supaya tidak rusak dan ajari mereka untuk menyimpan serta menggunakannya kembali.

Selain itu, ada berbagai bahan eco-friendly yang bisa digunakan untuk membungkus kado. Misalnya, koran bekas. Atau, alih-alih kertas, gunakan bahan tekstil ringan seperti bahan tulle atau bahan linen halus, yang mudah dilipat untuk membungkus kado. Kado pun jadi lebih unik dan berkesan bagi orang yang menerimanya.

4 – Simpan baik-baik hiasan Natal dan Tahun Baru supaya bisa digunakan terus menerus

Hiasan Natal dan Tahun Baru, setelah selesai dipakai nanti, bisa kamu simpan baik-baik. Bungkus ulang semuanya secara rapi, lalu simpan di tempat tertutup. Setiap tahun kamu bisa kembali menggunakan hiasan Natal dan Tahun Baru tersebut, lebih hemat kan?

Kalau kamu berargumen, “Yah, masa dipakai tiap tahun, sih? Kan nanti hiasannya ketinggalan jaman, dong? Bosan, dong?” Argumen baliknya adalah, kamu bisa menyiasatinya dengan membeli beberapa jenis dekorasi yang bisa dipadu-padankan. Jadi, setiap tahun kamu bisa mengganti-ganti hiasan dan dekorasi tersebut tanpa harus merasa bosan melihat dekorasi yang itu-itu saja.

5 – Kurangi pemakaian plastik sekali pakai 

Banyaknya orang yang menggunakan plastik sekali pakai, merupakan salah satu masalah besar sampah di dunia, lho! Di Indonesia, ternyata, setiap tahunnya ada 182,7 miliar kantong plastik digunakan, yang mayoritas berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah di berbagai wilayah Indonesia. Kok ngenes, ya? Karena itulah meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai itu amat sangat penting.

Saat perayaan di akhir tahun ini, minimalisir penggunaan plastik sekali pakai dalam skala kita sendiri. Misalnya:

  • Ganti sedotan plastik dengan sedotan dari bahan bambu atau stainless steel, ya.
  • Gunakan gelas, piring, sendok garpu dan peralatan makan lainnya yang bukan dari plastik – memang, menggunakan peralatan makan plastik sekali pakai itu praktis karena tidak perlu mencuci perabotan tersebut, tinggal dibuang saja – tapi, tentu tidak eco-friendly – lebih baik capek sedikit mencuci alat-alat makan tapi tetap ramah lingkungan, ya?
  • Saat membungkuskan makanan sisa untuk tamu-tamu, gunakan wadah kaca atau wadah plastik yang dapat digunakan kembali – bukan plastik kiloan atau kantong kresek yang sudah pasti berakhir di tong sampah.
  • Alih-alih makanan kemasan yang sudah siap saji dan dikemas dengan berbagai bungkusan yang akan berakhir di tong sampah, beli bahan makanan di pasar tradisional dengan membawa kantong belanja sendiri, lalu buat semua makanan di rumah – lebih sehat, lebih alami, dan pastinya minimal penggunaan plastik.

6 – Jalan-jalan dengan jejak karbon minimal

Jalan-jalan, silaturahmi dengan keluarga, bisa kok dengan meminimalisir jejak karbon kita. Cobalah untuk memilih jenis moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, misalnya jalan darat dengan mobil bareng-bareng ketimbang naik pesawat terbang. Sebab, jejak karbon pesawat terbang sudah tentu lebih banyak ketimbang jalan darat.

Sekarang, ada juga berbagai jalur kereta, termasuk kereta cepat Jakarta-Bandung, yang bisa kamu gunakan untuk jalan-jalan berwisata atau sekedar mengunjungi keluarga kamu, lewat jalan darat juga. Pengalaman yang menyenangkan, sekaligus bisa membuat anak-anak terhibur, lho!

Kemudian, alih-alih mengunjungi kota wisata yang sudah terlalu mainstream, coba tengok destinasi-destinasi kota kecil di sekitar tempat tinggalmu, pantai, air terjun, gunung atau obyek wisata natural lainnya yang belum terlalu terjamah turis. Pengalaman yang lebih otentik bisa kamu dapatkan, sekaligus membantu perekonomian lokal, ya kan?

Tujuan wisata pun bila memungkinkan, pilih yang domestik saja. Indonesia itu indah, lho, telusuri dulu kecantikan alam dan pesona budaya negeri kita sendiri sebelum keluar negeri.

7 – Berdonasi ke organisasi nirlaba yang mendukung keberlangsungan alam dan lingkungan

Berdonasi ke organisasi nirlaba yang punya andil kontribusi besar untuk mendukung keberlangsungan masa depan alam dan sumber daya bumi, sekaligus membantu merawat lingkungan, menggalakkan reboisasi dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah eco-friendly, merupakan cara baik untuk merayakan akhir tahun dan tahun baru.

Ada banyak organisasi nirlaba yang bergerak di bidang alam ini, seperti contohnya KEHATI, PEKA Indonesia, Yayasan Konservasi Laut, Greenpeace Indonesia, dan lain-lain sebagainya. Kamu bisa pilih salah satu untuk berdonasi demi masa depan bumi kita. 10 organisasi nirlaba yang paling banyak dikenal di Indonesia bisa kamu baca di tautan ini.

Berbuat kebaikan di skala kita sendiri, tak pernah salah! Apalagi berkontribusi dengan mendukung keberlangsungan alam dan lingkungan. Selamat mencoba tips-tips di atas untuk merayakan libur akhir tahun dengan lebih ramah lingkungan, ya!

Komitmen Generali untuk mengedepankan keberlanjutan

Menempatkan keberlanjutan (sustainability) sebagai landasan strategi dalam menjalankan bisnis, Generali Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan sosial. Salah satu inisiatif yang telah dijalankan yaitu program PLAN & PLANT: Generali Indonesia akan menanamkan 1 pohon bakau untuk setiap 1 Polis baru yang terbentuk. Lewat program ini, kami mengajak Nasabah untuk berpartisipasi aktif dalam menyelamatkan lingkungan. Nasabah bisa mendapatkan proteksi bagi diri dan keluarga sembari berkontribusi secara langsung bagi keberlanjutan untuk masa depan.

PLAN & PLANT jadi bukti nyata bahwa setiap dari kita bisa menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keberlanjutan bumi. Pohon bakau yang ditanam atas pembelian Polismu membantu melindungi planet tempat kita tinggal dengan cara mengurangi emisi karbon dari polusi.

Selain itu, tanaman bakau mampu memberikan manfaat lain, seperti mengurangi risiko banjir, membangun ekosistem laut, membuat air lebih jernih, dan lainnya. Namun sayangnya, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa periode 2010 sampai 2020, Indonesia telah kehilangan luas tutupan bakau hampir seluas 200.000 hektare yang disebabkan oleh berbagai hal seperti maraknya pembalakan hutan liar, deforestasi untuk konversi lahan dan reklamasi pesisir. Untuk itulah, Generali Indonesia mengambil peran aktif dalam perbaikan faktor-faktor ESG & Sustainability, selaras dengan United Nation Sustainable Development Goals (UNSDGs).


Selain melakukan langkah-langkah untuk mengurangi paparan polusi, kamu juga perlu memberikan jaring proteksi bagi diri sendiri dan keluarga, lewat berbagai solusi proteksi Yang Unik Untukmu dari Generali Indonesia, yang bisa kamu cek lebih lanjut di tautan ini.

Bagikan
suka artikel ini :