Tips hemat biaya listrik dengan "Green Office" yang ramah lingkungan!

Healthy Wealth 22 Maret 2019

Menjalankan usaha milik sendiri rasanya merupakan tantangan yang sangat menarik, tapi juga tak mudah dilakukan. Nah, bagaimana menghemat biaya listrik untuk kantor? Memang sih, pos pengeluaran listrik bukan prioritas utama, namun bila bisa menghemat di pos ini, kenapa tidak? Beberapa langkah sederhana yang dapat dimulai hari ini bisa membuatmu memangkas penggunaan listrik, menaikkan marjin keuntungan, dan membuat kamu bisa menjalankan bisnis dengan lebih tenang. Nah, apa saja sih yang membuat pemakaian listrik banyak, dan perubahan kecil apa yang bisa kita lakukan, baik itu untuk kamu-kamu yang bekerja di kantor ataupun yang merupakan entrepreneur yang bekerja di home office?

AC dan lampu

Panasnya udara di Indonesia sepanjang tahun membuat penggunaan AC tak dapat dihindari. Untuk penggunaan AC yang optimal, pastikan AC-mu selalu dibersihkan secara berkala - kotoran dan debu yang menyumbat saluran AC, selain membuat tingkat kedinginan AC tak efektif, juga bisa membuatmu sakit. Jangan lupa juga untuk mematikan AC setiap kali meninggalkan ruangan kantor dalam waktu lama. Selain itu, saat musim hujan dimana udara tak terlalu panas, coba tukar AC dengan kipas angin yang watt dan penggunaan listriknyapun lebih rendah dari AC.

Mematikan lampu saat tak dibutuhkan juga salah satu elemen penting - di siang hari, bukalah tirai jendela sehingga ruangan kantor terang, jadi kamu tak perlu nyalakan lampu. Di malam hari, orang terakhir yang meninggalkan kantor harus mematikan semua lampu dan meninggalkan kantor dalam keadaan gelap. Tempel stiker sebagai tanda pengingat di sebelah saklar lampu supaya memudahkan hal ini jadi kebiasaan. Gunakan lampu LED yang hemat energi.

Komputer dan alat-alat elektronik

Mitos yang menyatakan bahwa screensaver komputer membuat komputer kita hemat energi itu salah, lho! Komputer memakan banyak energi listrik, kecuali bila sedang dimatikan. Hindari mode standby dan selalu shutdown komputer secara total setiap hari, saat sudah selesai bekerja.

Laptop membutuhkan lebih sedikit energi dari komputer desktop - selain itu, belilah steker "pintar" yang bisa mendeteksi dan mematikan secara total komputer ataupun alat-alat elektronik, saat sedang tak digunakan.

Pantry / dapur kantor

Pantry / dapur di kantor adalah tempat bersantai atau ngobrol dengan teman sekerja, yang sayangnya makan cukup banyak listrik. Mulailah menghemat pemakaian listrik di dapur kantor dengan perubahan-perubahan kecil, misalnya hanya dengan menggunakan dispenser tanpa pengaturan suhu air.

Satu tips yang bagus: matikan microwave langsung dari stekernya setelah digunakan dan selalu tutup pintunya setelah selesai memanaskan makanan, karena lampu dalam microwave pun bisa memakan energi lebih banyak daripada energi untuk memanaskan makanan, lho!