Hati-hati, berbagai kecelakaan di dapur bisa fatal akibatnya

Kamis, 15 Oktober 2020
Tips-tips menghindari kecelakaan berakibat fatal di dapur rumah kita

Cegah kecelakaan di dapur

Dalam sebuah rumah, dapur adalah bagian yang paling "homey" dan selalu membuat kita kangen pulang. Aroma masakan yang begitu harum menguar setiap hari dari dapur. Tapi ternyata, tempat yang nyaman ini juga banyak resikonya. Berbagai alat masak yang tajam dan elemen benda-benda panas bisa menyebabkan siapa saja terluka saat sedang masak.

Supaya tempat nyaman ini tetap aman, hindari berbagai kecelakaan di dapur yang bisa berakibat luka fatal. Ini beberapa tips supaya dapur selalu menjadi tempat yang nyaman dan bebas kecelakaan. Mungkin tips-tips ini terkesan simpel, tapi ternyata bisa membantu amankan semua orang rumah yang keluar-masuk dapur.

Selalu letakkan benda tajam dan panas pada tempatnya

Kebanyakan orang cenderung malas untuk selalu merapikan dapur sampai kinclong. Padahal ini penting lho! Saat menggunakan barang-barang tajam atau panas, letakkan pada tempat yang tepat. Setelah selesai menggunakannya, kembalikan lagi ke tempat penyimpanan.

Letakkan pisau, gunting dan benda-benda lain yang tajam jauh dari jangkauan anak-anak. Laci tempat menyimpannya haruslah tinggi, tertutup dan bisa dikunci sehingga tak mudah diraih si kecil. Saat menggunakan benda-benda tajam ini, letakkan di tengah-tengah meja dapur pada permukaan yang datar. Hindari meletakkan benda tajam di pinggiran meja atau permukaan yang miring, karena ini bisa berpotensi membuat pisau atau gunting jatuh dan tak sengaja melukai orang rumah. Selalu simpan pisau dengan bagian gagang mengarah ke depan, sehingga saat meraihnya di dalam laci tangan tidak terluka.

Sediakan alas untuk meletakkan panci atau penggorengan panas yang baru digunakan memasak. Demikian juga, minyak panas bekas menggoreng jangan dibiarkan di dalam panci, tuang kembali ke wadah khusus yang tidak mudah oleng dan jatuh. Buang air mendidih bekas rebusan langsung ke dalam wastafel.

Konsen saat menggunakan pisau

Piawai memainkan pisau untuk mengiris bahan makanan tipis-tipis dan rapi adalah kemampuan MasterChef yang kerap kita lihat di televisi. Terlihat sangat mudah, ya, tapi ternyata kemampuan ini tidak didapat dalam sekejap - melainkan lewat latihan profesional bertahun-tahun.

Jadi, saat kita belum punya latar belakang seperti para MasterChef, sebaiknya berhati-hati dan santai saja menggunakan pisau. Pegang gagang pisau dengan mantap, konsen penuh dan pelan-pelan saja mengiris-iris makanan. Jangan sampai jari jemari ikut kena iris pisau atau lebih parah lagi, terpotong!

Gunakan sarung tangan anti panas

Awas panas! Selain kecelakaan dengan pisau, api kompor pun merupakan salah satu sebab orang mengalami cedera di dapur. Luka bakar, tangan melepuh, hal-hal ini berpotensi saat memegang alat-alat dapur yang panas.

Karena itu, selalu sediakan sarung tangan anti panas untuk mengangkat panci ataupun mengeluarkan loyang dari oven. Pastikan saat menggoreng, kamu berada dalam jarak aman sehingga tidak kecipratan minyak panas.

Cek apakah kompor dan oven sudah benar-benar dimatikan

Kebanyakan kasus kebakaran di rumah bersumber dari kompor yang tidak dimatikan dengan benar. Setelah selesai memasak, pastikan oven, rice cooker dan kompor sudah dimatikan sepenuhnya. Terutama kompor gas, selalu cek apakah knob putar sudah betul-betul berada di titik mati sempurna, sehingga tidak menimbulkan risiko apapun.

Waspada ledakan tabung gas

Kebanyakan rumah tangga di Indonesia menggunakan tabung gas Elpiji. Cek kondisi tabung gas dan selangnya secara rutin. Bila kelihatannya katup selang penghubung sudah kendor, ganti dengan yang baru. Ini sangat penting, sebab tabung gas yang tidak dipelihara dengan baik dapat meledak. Ledakan kompor gas tak hanya berbahaya untuk orang, tapi juga dapat menghancurkan rumah.

Jaga lantai dapur agar selalu kering dan bersih

Setiap tumpahan cairan harus segera diseka bersih - terutama tumpahan cairan licin seperti minyak! Lantai dapur yang basah dan licin berpotensi sebabkan orang hilang keseimbangan dan jatuh. Demikian pula jangan biarkan potongan sayur bekas memasak bertebaran di lantai dapur, menginjaknya pun dapat membuat siapapun dengan mudah jatuh terpeleset.

Jauhkan si kecil dari dapur

Dapur bukanlah tempat untuk anak kecil berusia di bawah 7 tahun. Sedapat mungkin, hindari membiarkan si kecil bermain di dapur, apalagi memasak sambil menggendongnya.

Usahakan menidurkan bayi dan balita di kamarnya saat memasak - dan untuk anak yang lebih besar, berikan kegiatan lain yang bisa dilakukan anak di ruang tamu, tapi sebaiknya jangan biarkan anak masuk dan bermain di area dapur saat moms sedang memasak.

Setelah usia 7 tahun, beri pengertian pada anak bahwa ada barang-barang berbahaya di dapur yang hanya boleh mereka gunakan dengan perhatian ekstra.

Bila ingin mengajari anak memasak, pastikan ada orang dewasa yang mengawasinya dengan seksama untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.

Beri perlindungan ekstra untuk semua anggota keluarga

Kecelakaan bisa terjadi di mana saja, tak hanya di dapur kita. Karena itu, beri perlindungan ekstra untuk seluruh anggota keluarga lewat kehadiran iPlan atau iPrime, solusi lengkap asuransi jiwa dengan benefit pertanggungan kesehatan dari Generali Indonesia. Untuk menghubungi agen Generali terdekat di kotamu, klik di sini.

Lindungi orang-orang yang paling kamu cintai dalam setiap langkah hidup dengan tips penting kami seputar keamanan dalam rumah tangga:

Apakah semua makanan olahan tak sehat? Ini cara memilahnya

4 Makanan ala "Jajanan" Sehat & Praktis untuk Anak

5 Resep Smoothie enak, lezat dan penuh nutrisi

Infografis interaktif: Tips mudah dan praktis untuk berhemat uang