Bukan Hanya Stres, Kecemasan, atau Kelelahan: Menopause Juga Bisa Menjadi Kesempatan untuk Meningkatkan Kesehatan 

Dari tidur dan suasana hati hingga konsentrasi dan perubahan tubuh, memahami tanda-tandanya dapat mengubah ketidakpastian menjadi langkah pencegahan. 

Ada masa dalam kehidupan setiap wanita ketika sesuatu mulai berubah. Waktu tidur mungkin menjadi lebih singkat, rasa lelah lebih sering muncul, seseorang menjadi mudah tersinggung atau sulit berkonsentrasi, atau melihat berat badannya bertambah beberapa kilogram saat bercermin. Sebagian wanita mengalami semua perubahan tersebut, sementara yang lain hanya merasakan satu atau dua. Namun, para wanita memiliki perasaan yang sama: ada sesuatu yang berbeda, meskipun sulit untuk menjelaskannya. 

Pada awalnya, kita cenderung menganggap bahwa perubahan tersebut disebabkan oleh pekerjaan, stres, tanggung jawab keluarga, atau tantangan kehidupan sehari-hari. Tetapi, setelah beberapa waktu berjalan, muncul pertanyaan lain: Bagaimana jika ini adalah menopause? 

Pendekatan baru terhadap menopause

Selama bertahun-tahun, menopause jarang dibicarakan. Menopause dianggap sebagai tahap kehidupan yang alami dan tidak dapat dihindari, yang harus diterima begitu saja oleh kaum wanita. Namun demikian, sekarang, perspektif tersebut mulai berubah. Di berbagai belahan dunia, organisasi ilmiah dan institusi kesehatan mendorong pendekatan baru yang didasarkan pada kesadaran yang lebih baik, informasi yang tepat, diagnosis yang lebih akurat, serta perawatan preventif. 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menopause biasanya terjadi pada usia 45 hingga 55 tahun sebagai bagian alami dari proses penuaan biologis. Menopause menandai berakhirnya masa reproduksi seorang wanita dan hal ini disebabkan oleh hilangnya fungsi folikel ovarium serta menurunnya kadar estrogen. 

Peralihan menuju menopause jarang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya, proses ini berkembang secara bertahap, dengan perubahan siklus menstruasi yang sering menjadi tanda awal. Periode ini dikenal sebagai perimenopause, yang dimulai ketika gejala pertama muncul dan berlanjut sampai satu tahun setelah menstruasi terakhir. Perimenopause dapat berlangsung selama beberapa tahun dan memengaruhi kesejahteraan fisik, emosional, mental, maupun sosial. 

Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga pikiran. Tidur yang semakin berkurang atau kurang berkualitas, perubahan suasana hati yang lebih tiba-tiba, dan berkurangnya energi dapat membuat kehidupan sehari-hari lebih sulit dijalani, dengan kemungkinan dampak pada pekerjaan dan hubungan keluarga.  

Semua ini merupakan hal yang normal dan dialami banyak kaum wanita. Karena itu, tidak ada salahnya menyesuaikan rutinitas sehari-hari dengan perubahan tersebut. Jika tingkat energi menurun, rasa lelah meningkat, atau perasaan mudah tersinggung semakin sering muncul, sangat wajar untuk melewatkan makan malam bersama teman, mendelegasikan tugas, atau sekadar menerima bahwa tubuh sedang berubah dan kehidupan sehari-hari mungkin perlu menyesuaikan diri. Penyesuaian seperti ini dapat membantu kaum wanita menjalani tahap kehidupan tersebut dengan lebih tenang dan sadar, alih-alih merasa dikendalikan olehnya. 

Lebih dari soal kesuburan: melihat kesehatan wanita secara lebih menyeluruh 

Bagi sekian banyak wanita, menopause dapat mencakup hampir separuh kehidupan dewasa. Karena itu, menopause sebaiknya dipandang bukan hanya sebagai akhir masa subur, tetapi juga sebagai titik penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. 

Tahap kehidupan ini memberikan kesempatan untuk memantau kesehatan jantung dan pembuluh darah, tekanan darah, kadar kolesterol, serta kadar glukosa darah. Kesehatan tulang juga perlu diperhatikan melalui asupan kalsium dan vitamin D yang cukup serta pemeriksaan kepadatan tulang apabila diperlukan. 

Apa yang perlu dipantau dan cara mendukung kesejahteraan 

Peralihan dari ketidakpastian menuju kesadaran dimulai dengan memahami tubuh dan mengetahui pemeriksaan kesehatan apa saja yang mungkin menjadi penting pada tahap kehidupan ini. 

Pemeriksaan kesehatan yang direkomendasikan dapat mencakup: 

  • Pemantauan tekanan darah, kolesterol, dan kadar glukosa darah 
  • Pemeriksaan ginekologi 
  • Skrining kanker sesuai usia 
  • Pemeriksaan kesehatan tulang, jika direkomendasikan oleh tenaga kesehatan 

Gaya hidup juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Para ahli merekomendasikan: 

  • Aktivitas fisik secara teratur 
  • Pola makan seimbang 
  • Kebiasaan tidur yang sehat 
  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol 
  • Mencatat gejala sebelum melakukan konsultasi medis untuk membantu pembahasan dengan tenaga kesehatan 

Kebiasaan sederhana ini dapat membantu kaum wanita menua dengan lebih sehat sekaligus belajar memahami dan menerima perubahan alami yang terjadi pada tubuh mereka. 

Di Indonesia, Memahami Menopause Berarti Bersiap Menghadapi Perubahan 

Fokus Baru terhadap Menopause di Indonesia 

Di Indonesia, persiapan menghadapi menopause semakin menjadi topik penting. Sebuah studi yang diterbitkan pada 2024 dalam Sriwijaya Journal of Medicine menemukan bahwa 45,1% kaum wanita Indonesia merasa belum siap menghadapi menopause. Hal ini menunjukkan satu hal penting: mengetahui bahwa menopause pada akhirnya akan tiba tidak selalu berarti mengetahui apa yang akan terjadi ketika tubuh mulai berubah. 

Menyiapkan Diri Berawal dari Pengetahuan 

Pada 2024, Kementerian Kesehatan memberikan perhatian khusus pada persiapan menghadapi menopause sekaligus mendorong peningkatan kesadaran mengenai perimenopause. Seorang wanita dapat tetap bekerja, mengurus keluarga, dan menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa sambil mulai mengalami insomnia (sulit tidur), hot flushes, perubahan suasana hati, atau rasa lelah yang lebih besar. 

Memahami apa yang sedang terjadi dapat mengubah cara gejala tersebut dirasakan. Hal ini bukan berarti menganggap diri sedang sakit atau mencemaskan setiap gejala. Sebaliknya, ini berarti menyadari bahwa tubuh sedang memasuki tahap baru dan mungkin perlu mulai didengarkan atau dirasakan dengan cara yang berbeda. 

UNFPA Indonesia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kesehatan seksual dan reproduksi sepanjang perjalanan hidup, dan senantiasa meningkatkan pengetahuan serta akses terhadap layanan kesehatan. Perspektif ini menjadi sangat penting di negara besar dan kompleks seperti Indonesia, di mana akses terhadap informasi dan layanan kesehatan dapat berbeda-beda tergantung tempat tinggal. 

Lebih Memperhatikan Diri Sendiri 

Dengan demikian, pencegahan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari melalui beberapa tindakan sederhana: 

  • mempelajari berbagai perubahan yang dapat mulai terjadi selama masa perimenopause; 
  • tidak secara otomatis mengaitkan insomnia, kelelahan, atau perubahan suasana hati dengan stres; 
  • melakukan aktivitas fisik secara teratur dan menjaga pola makan seimbang, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing; 
  • memperhatikan kesejahteraan emosional dan seksual; 
  • membicarakan menopause dengan mereka yang tepercaya, alih-alih menganggap bahwa hal ini harus dialami secara diam-diam; 
  • berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional jika gejala berlanjut atau mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari. 

Dukungan Generali 

Pada tahap kehidupan yang ditandai dengan perubahan fisik dan emosional, akses terhadap dukungan yang sesuai dengan kebutuhan individu dapat membantu para wanita menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri. Di Indonesia, Generali menawarkan berbagai solusi kesehatan yang dirancang untuk mendukung masyarakat dan keluarga mereka melalui berbagai tahap kehidupan serta membantu mereka mengelola kebutuhan perawatan kesehatan mereka. 

 

Sumber:

  1. WHO - Menopause 
  2. EMAS - Menopause, wellbeing and health: A care pathway from EMAS  
  3. JMM - Asia-Pacific Menopause Federation Consensus Statement on the Management of Menopause 2024  
  4. UNFPA - ICPD+30: Progress Review - Indonesia Country Report  
  5. Sriwijaya Journal of Medicine - Menopause Readiness in Perimenopausal Women in Tanjungpinang Region  
  6. Kemenkes - Pengetahuan Persiapan Sebelum Menopause 
Share
love this article :