7 Langkah menjadikan Bisnis Langgeng dan Stabil

05 Februari 2020

Riset membuktikan, lebih dari 70% perusahaan tutup dalam lima tahun pertama mereka berdiri. Hanya kurang dari 30% yang sanggup bertahan dan berkembang dalam waktu lama. Bagaimana caranya membuat bisnis jadi langgeng, stabil dan berkelanjutan dalam jangka panjang, atau yang dalam istilah bisnis kerap disebut sustainable? Tentunya selain kerja keras, pengambilan keputusan-keputusan bisnis yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan juga menjadi faktor penentu dalam sukses atau tidaknya badan usaha dalam kurun waktu setidaknya lima tahun ke depan.

Bila kamu sedang merintis bisnis sendiri, atau memiliki bisnis yang sudah berjalan, artikel ini penting untuk kamu simak supaya bisa mendapatkan informasi penting untuk usaha yang maksimal, sukses, terus berkembang dan berkelanjutan sampai menghasilkan profit untuk kamu selaku pemiliknya.

Ini 7 langkah untuk meraih long-term business sustainability yang dapat diartikan sebagai keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

1. Tentukan visi dan misi

Visi dan misi penting ditentukan sejak awal. Bisnis yang dibangun berdasarkan visi dan misi yang jelas, biasanya memiliki arah tujuan yang pasti, sehingga sejak awal, para pemiliknya sudah memperhitungkan langkah untuk meraih visi dan misi tersebut dalam jangka waktu tertentu. Setelah visi dan misi awal tercapai, barulah pertimbangkan untuk menyesuaikannya dengan perkembangan bisnis yang sudah berjalan.

2. Buat komite keberlangsungan usaha

Rekrut orang-orang terbaik dengan pengalaman dalam posisi senior untuk menjadi bagian dari perusahaan, sebagai anggota komite keberlangsungan usaha. Komite ini berfungsi untuk menentukan langkah-langkah yang harus ditempuh dan mengawasi secara seksama dalam pelaksanaannya. Pentingnya merekrut orang-orang dalam posisi senior di komite ini adalah fakta bahwa pengalaman punya peran menentukan - dengan dukungan orang-orang yang sudah berpengalaman, komite ini tak perlu proses trial and error lagi, tapi sudah bisa menentukan langkah sedari awal berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki anggota-anggota di posisi sebelumnya.

3. Susun strategi keberlangsungan yang sesuai perkembangan

Penting untuk menyusun strategi keberlangsungan usaha dan terus menyesuaikannya seiring berjalannya waktu dan berubahnya situasi dan kondisi pasar, dengan memperhitungkan berbagai faktor internal dan eksternal yang mungkin mempengaruhi keberlangsungan usaha.

Tuliskan semua kemungkinan kegagalan yang bisa saja terjadi, atau faktor-faktor yang bisa membuat bisnis mundur - lalu perkirakan solusi-solusi terbaik untuk persiapan menghadapi krisis bahkan sebelum krisisnya sendiri terjadi. Dengan ini, perusahaan sudah dibekali dengan kesiapan mengatasi rintangan saat masalah menghadang.

4. Komunikasikan strategi keberlangsungan secara rutin

Komunikasi itu penting. Baik dalam mengambil keputusan bisnis maupun kehidupan sehari-hari perusahaan. Salah satu kunci keberhasilan menerapkan sebuah rencana adalah dengan terus-menerus mengkomunikasikannya secara rutin kepada semua pihak yang terlibat: termasuk jajaran direksi, pegawai, investor bahkan pelanggan, agar semua pihak tahu dan mengerti tanggungjawab masing-masing.

Alih-alih menyiratkan sebuah pesan, langsung saja komunikasikan dengan jelas dan lugas strategi sustainability kita dengan bahasa yang simpel, mudah dimengerti dan langkah yang mudah diterapkan.

5. Pastikan segenap perusahaan bergerak maju bersama

Memastikan segenap anggota perusahaan dan sumber dayanya maju bergerak bersama demi mencapai keberlangsungan usaha, dapat dilakukan dengan selalu melibatkan karyawan dalam semua hal. Pastikan bahwa mereka memahami dan belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu, serta selalu menjalankan tanggungjawab yang sudah ditentukan secara profesional dan efisien, sehingga seluruh bagian dari perusahaan secara aktif berpartisipasi memajukan bisnis dan mendukung keberlangsungannya.

Monitoring juga sangat penting - adakan rapat dan pertemuan membahas kemajuan bisnis secara teratur, setiap minggu atau dua kali sebulan, misalnya, supaya semua pihak dipastikan tetap berada dalam jalur yang benar, bergerak maju bersama-sama membangun perusahaan.

6. Evaluasi strategi dengan obyektif dan selalu berinovasi

Tentukan waktu rutin untuk melakukan evaluasi strategi secara obyektif. Mintalah pendapat, kritik dan saran dari berbagai pihak, baik itu dari segi pelanggan, dari sisi investor maupun dari pandangan pegawai kantor sendiri.

Dengan berkembangnya zaman dan kemajuan dunia bisnis yang semakin modern, evaluasi strategi perlu untuk mencapai keberhasilan dengan cara yang tepat, positif dan bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Jangan terlena pada kesuksesan sesaat dan terjebak pada pikiran bahwa kita sudah berada di atas angin - naik ke atas menjadi yang terbaik di bidang kita itu mudah, tapi mempertahankan kualitas pekerjaan dan jasa serta kepuasan pelanggan itu tidak mudah, apalagi dengan selalu munculnya pesaing-pesaing bisnis baru yang siap menjadi kompetitor kita.

Evaluasilah strategi bisnis secara berkala dan teruslah berinovasi, supaya pelanggan setia pun tetap setia dan tidak lantas kabur tergiur tawaran dari kompetitor yang lebih menarik bagi mereka.

7. Ukur keberhasilan secara rutin dan beri penghargaan pada karyawan

Selalu tentukan titik dimana keberhasilan harus diukur secara rutin, dan hargai karyawan yang sudah turut berpartisipasi dalam keberlangsungan bisnis, lewat penghargaan kepada jerih payah mereka. Ini bukan hanya untuk memotivasi karyawan agar semakin bersemangat, tonggak ukur pencapaian keberhasilan juga perlu untuk diketahui investor dan pelanggan agar kepercayaan mereka terhadap bisnis semakin meningkat.

Dengan mengikuti 7 langkah di atas, bisnismu bisa berpotensi untuk semakin sukses dan tentunya siap menghadapi segala situasi, sehingga bisa bertahan dan berhasil dalam jangka waktu lama.

Selamat mencoba!

Selalu update dengan jenis-jenis bisnis baru dan berita seputar teknologi lewat artikel-artikel dari expert kami:

Sukses di bisnis sekaligus membantu sesama

Gen Z: target potensial bisnis baru, kenali 6 karakternya!

Bisnis jaman now: era entrepreneur digital

5 Langkah Praktis untuk Sukses Mewawancara Calon Karyawan