Kanker adalah sebuah kata yang menakutkan, dan merupakan salah satu penyakit kritis yang sangat fatal akibatnya. Tak hanya di Indonesia saja, tapi juga di seluruh dunia. Tapi, sebenarnya, tahukah kamu apa itu kanker, apa penyebabnya, bagaimana pengobatannya dan cara mengurangi risiko kita terkena kanker?

Artikel berikut akan membahas mengenai penyakit kritis yang satu ini, mulai dari beberapa fakta penting yang perlu diketahui semua orang seputar cara mengenali gejala kanker hingga mencari penanganan medis bila ada kondisi yang dikhawatirkan merupakan ciri awal kanker. Baca sampai tuntas dan jangan lupa bagikan kepada semua teman dan keluarga untuk meningkatkan awareness terhadap kasus penyakit kanker di sekeliling kita.

Kanker itu apa, sih?

Kanker adalah penyakit yang bermula saat sel-sel yang sudah rusak dan seharusnya mati, tidak mati melainkan berkembang menjadi sel tak normal yang lantas mengalami mutasi, kemudian terus membelah di luar kontrol. Sebetulnya, semua sel di tubuh manusia dirancang untuk punya waktu hidup terbatas, dan kematian sel sudah terprogram untuk lantas kembali regenerasi (kematian sel ini disebut apoptosis) menjadi sel baru yang sehat.

Dalam kasus sel kanker, alih-alih mati dan dihancurkan oleh tubuh, sel-sel ini malahan berkembang biak membelah diri dan menciptakan jaringan abnormal di tubuh.

Hampir 1 dari 6 kematian di seluruh dunia ternyata disebabkan oleh kanker, penyakit kritis yang dapat menyerang siapa saja dalam rentang usia mana saja, tak pandang bulu jenis kelamin maupun juga ras. Ada lebih dari 200 jenis kanker yang tercatat berdasarkan data WHO, dan di Indonesia sendiri, kasus kanker kian meningkat dalam 10 tahun terakhir ini berdasarkan info dari Globocan.

Berdasarkan info yang sama dari Globocan pula, kasus kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia adalah:

  • Kanker payudara, 65,858 kasus (mewakili 16.6% dari seluruh kasus kanker)

  • Kanker mulut rahim, 36,633 (sebanyak 9.2% dari seluruh kasus)

  • Kanker paru-paru, 34,783 (yaitu kurang lebih 8.8% dari total kasus)

  • Kanker usus dan kolorektal, sebanyak 34,189 (8.6% dari semua kasus)

  • Kanker liver / hati, sebanyak 21,392 (kurang lebih 5.4% dari keseluruhan kasus)

Sel-sel kanker terkadang dapat menyebar ke jaringan organ lain atau bagian tubuh lain yang berbeda dari tempat asal muasalnya di awal. Penyebaran kanker ini yang menimbulkan tumor di bagian lain dalam tubuh, disebut sebagai metastasis atau kondisi ketika sel kanker telah menyebar ke beberapa jaringan tubuh.

Sel-sel kanker dapat mempengaruhi berbagai fungsi tubuh, seperti sirkulasi darah, sistem limfatik atau kelenjar getah bening, sistem kekebalan atau imun tubuh, sekaligus juga sistem hormon. Saat sebuah sel kanker memisahkan diri dari jaringan awalnya dan melarikan diri berpindah tempat ke jaringan lain lalu mulai membelah diri di tempat lain, itulah yang disebut penyebaran kanker.

Kanker yang sudah bermetastasis sangat sulit untuk ditangani dan metastasis kanker ini merupakan penyebab kematian tertinggi bagi kanker.

Penyebab kanker, apa saja?

Ada beberapa jenis kanker yang ternyata dihasilkan oleh buruknya kualitas gaya hidup, terpapar zat karsinogen (karsinogen adalah sejenis zat atau substansi yang bisa menyebabkan timbul kanker di tubuh manusia). Sedangkan, ada juga jenis kanker lainnya yang merupakan warisan genetik yang diturunkan lewat keluarga kita sendiri.

Kebanyakan kasus kanker, sekitar 90 hingga 95% dari seluruh kasus kanker, ternyata disebabkan oleh mutasi genetik. Mutasi ini sendiri adalah akibat lanjut dari berbagai faktor, seperti faktor lingkungan maupun faktor gaya hidup. Kemudian, sekitar 10% dari kanker ternyata disebabkan oleh gen yang diturunkan oleh orangtua kita.

Nah, sebetulnya mendapat "warisan" genetik seperti ini yang berpotensi menyebabkan kanker, tapi, mewarisi gen pembawa kanker tidak selalu berarti seseorang sudah pasti akan terkena kanker. Membawa gen warisan kanker hanya meningkatkan risiko seseorang terkena kanker menjadi jauh lebih besar ketimbang orang yang tidak mempunyai gen keturunan tersebut, tapi tidak menentukan vonis 100% orang tersebut akan kena kanker.

Keberadaan kanker dimulai saat perubahan mutasi genetik membuat satu atau lebih sel dalam tubuh lantas menimbulkan tumor. Walaupun tidak semua kanker disebabkan oleh mutasi genetik ada beberapa faktor lain penyebab kanker.

Secara singkat, faktor-faktor penyebab kanker kurang lebih adalah:

  1. Faktor keturunan secara genetik (kurang lebih 10%)

  2. Faktor lingkungan termasuk gaya hidup, faktor ekonomi dan faktor kualitas hidup, juga polusi secara umum.
    Ini beberapa daftar faktor lingkungan yang paling berpotensi menimbulkan kanker:

    1. Tembakau dan produknya seperti rokok (25-30%),

    2. Gaya hidup dan obesitas (30-35%),

    3. Infeksi (15-20%),

    4. Radiasi (sampai dengan 10%),

    5. Hidup sedentari tanpa adanya usaha untuk berolahraga

    6. Dan polusi.

  3. Faktor-faktor lain yang tidak diketahui. Para ahli pun masih belum dapat memutuskan secara pasti, apakah yang menyebabkan kanker muncul di kasus tak terduga ini. Karena bisa saja orang yang tadinya sehat tanpa riwayat sakit kanker di seluruh keluarganya jadi tidak mewarisi gen apapun, dan tidak terpapar zat penyebab kanker, tiba-tiba terkena kanker.

Gejala-gejala awal mengenali penyakit kanker

Kanker dapat menyebabkan banyak sekali gejala, meski sebenarnya ada beberapa gejala yang bisa saja terjadi dan merupakan indikator penyakit ringan lainnya. Bila kamu berpikir kamu terkena kanker, kamu harus segera menjadwalkan pemeriksaan bersama dokter untuk dicek secara menyeluruh.

Faktanya, mendeteksi kanker secara dini membuat kesempatan kita untuk sembuh naik menjadi 30% hingga 50% dan penanganannya pun ternyata jauh lebih mudah.

Contoh beberapa gejala kanker yang harus diwaspadai:

  1. Perubahan dalam kebiasaan buang air kecil. Lebih sering BAK atau malah jarang sekali, serta ditemukan darah di dalam air seni.

  2. Pendarahan atau memar terus menerus tanpa ada penyebab yang pasti.

  3. Perubahan dalam kebiasaan BAB. Diare yang tak kunjung usai, rasa sakit dan nyeri di bagian perut bawah dan darah di dalam feses.

  4. Batuk-batuk dan bersuara serak yang berlangsung sangat lama dan tidak kunjung sembuh.

  5. Masalah dalam makan, seperti sulit mengunyah dan sulit mencerna, atau memuntahkan terus makanan yang sudah dimakan.

  6. Kelelahan yang terus menerus dan tidak berujung.

Harus diingat bahwa gejala-gejala di atas bisa saja disebabkan oleh penyakit lain yang jauh lebih ringan, dan untuk mengetahuinya secara pasti kamu harus melakukan serentetan tes di laboratorium terlebih dulu. Jadi, bila kamu mengalami gejala-gejala di atas, jangan langsung ketakutan, periksa saja kedokter, ya.

Cara pengobatan kanker

Ada berbagai macam jenis cara untuk mengobati penyakit kanker ini, tapi secara umum dokter biasanya menganjurkan:

  1. Operasi. Tujuan dari operasi adalah membuang tumor atau jaringan yang sudah terjangkit kanker sebanyak mungkin.

  2. Kemoterapi. Kemoterapi menggunakan obat-obatan keras untuk membunuh sel-sel kanker. Biasanya, kemoterapi (disingkat kemo) dilakukan dengan menggunakan infus atau suntikan.

  3. Penyinaran / terapi radiasi. Terapi radiasi (biasa juga disebut radioterapi) adalah pengobatan kanker yang menggunakan sinar radiasi tingkat tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan tumor.

  4. Transplantasi tulang sumsum belakang. Transplantasi dapat digunakan untuk melawan beberapa jenis kanker, seperti leukemia, myeloma dan limfoma, serta berbagai jenis penyakit darah serta penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh lewat serangan pada sumsum belakang.

  5. Imunoterapi. Imunoterapi adalah satu jenis pengobatan kanker yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh kamu sendiri untuk melawan kanker. Pada imunoterapi, obat yang diberikan akan merangsang aktifnya sistem kekebalan tubuh yang membantu badan kita untuk berperang melawan infeksi dan membunuh sel-sel kanker.

  6. Terapi hormon. Terapi hormon digunakan untuk menangani kanker yang memanfaatkan hormon dalam tubuh untuk tumbuh besar melenceng dari aturan, seperti kanker payudara dan kanker prostat. Terapi hormon bertujuan untuk menghentikan atau paling tidak memperlambat pertumbuhan tumor sekaligus mencegah penyebarannya.

Dokter bisa saja menggabungkan satu atau lebih tindakan yang harus diambil, tergantung jenis kanker dan seberapa jauh kanker tersebut telah menyebar.

Kurangi risiko terkena penyakit kanker apapun dengan hidup lebih sehat

Hidup lebih sehat demi menurunkan risiko kanker, dimulai dari:

  1. Berhenti merokok

  2. Memakai masker untuk menghindari paparan polusi udara

  3. Berhenti minum alkohol

  4. Berolahraga secara teratur 4-5 kali seminggu meski hanya jalan santai selama 20-30 menit saja

  5. Manajemen stres yang baik

  6. Memperhatikan asupan makanan yang kaya vitamin dan nutrisi lengkap

  7. Cukup tidur dan istirahat.

Selain menurunkan risiko terkena kanker, kamu juga sekaligus menurunkan risiko penyakit kritis lainnya.

#JadiLebihTangguh dengan proteksi Yang Unik Untukmu

Selain menjaga kesehatan, ada lagi satu langkah untuk menjaga diri yang bisa kita lakukan yaitu memiliki proteksi diri. Pengobatan terhadap penyakit kritis seperti kanker bisa sangat menguras tenaga dan kondisi keuangan. Asuransi penyakit kritis bisa melindungi dengan cara menjaga kestabilan finansial lewat Uang Pertanggungan saat terdiagnosa penyakit kritis.

Dalam menghadapi risiko penyakit kritis yang menghantui, Generali Indonesia mengajak kamu untuk #JadiLebihTangguh lewat perlindungan asuransi penyakit kritis. Pastikan masa depan kita terproteksi agar kita bisa senantiasa mencetak kenangan unik baru dalam hidup.

Setiap dari kita memiliki kondisi, cerita, dan kebutuhan yang unik. Kamu yang unik ini tidak bisa dilindungi dengan sembarang proteksi, harus Yang Unik Untukmu seperti solusi proteksi dari Generali Indonesia


Generali Indonesia paham kamu butuh solusi Yang Unik Untukmu.

Baca lebih lanjut tentang proteksi yang sesuai kebutuhan unikmu di sini.

Share
love this article :