Parenting Tips: 6 metode mendidik anak yang sedang trending

Parenting di dunia modern saat ini memang gampang-gampang susah. Ini 5 metode mendidik anak yang sedang trending di seluruh dunia. Yuk, kita baca & bagikan kepada teman-teman yang sama-sama sudah menjadi orangtua!

Parenting zaman dulu dan zaman sekarang

Apa sih bedanya? Jelas banyak. Zaman dulu, orangtua banyak berpegang pada mitos, dan pada ajaran orangtua mereka yang telah ditanamkan kepada mereka sebelumnya.

Parenting zaman now bagaimana? Ya, saat ini kebanyakan orangtua sudah lebih terbuka pikiran dan wawasannya juga semakin luas. Tak hanya berpatokan pada mitos dan kepercayaan kuno saja, parenting zaman sekarang lebih teraktualisasi karena mudahnya akses informasi lewat internet yang didapat dari ponsel pintar. Wajar sih, namanya juga perkembangan zaman, ya kan?

6 metode mendidik anak ala parenting modern masa kini

Supaya parents yang membaca artikel ini bisa semakin memperluas pengetahuan dan wawasan tentang parenting, Generali Indonesia kali ini akan membagikan 6 metode mendidik anak yang sedang trending, tak hanya di Indonesia saja tapi juga di seluruh dunia.

1. Metode EASY Baby

Metode ini khusus untuk parents yang anaknya kebetulan masih bayi. Diciptakan oleh Tracy Hogg, penulis buku "Secrets of the Baby Whisperer", "EASY" artinya: "EAT" (minum ASI atau makan MPASI), "ACTIVITY" (aktivitas bermain si bayi), "SLEEP" (waktunya tidur) dan "YOUR TIME" (waktu di mana si bayi sudah terlelap yang bisa digunakan ibu untuk lakukan aktivitas apa saja).

Bila kamu atau salah satu anggota keluarga maupun teman baru saja dikaruniai seorang buah hati, EASY ini merupakan metode efektif yang patut dicoba. Metode EASY ini membantu bayi untuk selalu makan sampai kenyang, bergerak cukup sambil bermain, tidur dengan cukup dan memberikan kesempatan untuk ibu beristirahat atau me-time saat si bayi tidur.

Metode ini ditargetkan baik untuk ibu dan bayi agar bisa menyesuaikan diri dengan jadwal bersama-sama setiap hari. Hasilnya, 94% orangtua menyatakan bahwa mereka sangat menikmati hasil kemajuan dimana si bayi bisa tidur teratur sehingga orangtua pun bisa melakukan aktivitas lain tanpa terganggu.

2. Metode Montessori

Montessori adalah pendekatan pendidikan awal berdasarkan aktivitas mandiri, pembelajaran langsung, dan aktivitas bermain kooperatif. Merupakan salah satu metode mendidik anak secara verbal dan terkait dengan seluruh cara kerja lingkungan di sekitar sang anak sendiri, metode ini tidak hanya menggunakan buku teks tapi juga menggunakan berbagai benda dalam berbagai bentuk serta alat kreatif untuk mengajari anak memahami konsep dan mencari ide secara mendiri.

Dengan mendorong anak-anak untuk belajar mandiri, metode Montessori ini memungkinkan anak-anak untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan caranya sendiri, sebab Maria Montessori, ahli pendidikan anak dari Italia dan pencetus metode pendidikan ini, percaya bahwa semua anak adalah individu yang berbeda satu sama lain.

3. Metode Glenn Doman

Metode Glenn Doman terutama diperuntukkan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Glenn Doman, sang ahli pendidikan, menciptakan metode pembelajaran spesial untuk anak-anak, yang berkebutuhan khusus sekalipun, karena ia menyadari semua anak punya potensi yang harus dibantu oleh orangtua untuk menggali dan mengasahnya sebaik mungkin.

Metode Glenn Doman semakin populer di dunia karena fleksibilitasnya, kemudahan penerapannya baik di kelas maupun di rumah dengan waktu yang singkat untuk setiap pelajaran.

4. Metode Reggio Emilia

Dianggap sebagai metode yang cocok untuk anak-anak berusia antara 3 dan 6 tahun. Dengan dasar pendekatan pendidikan Reggio Emilia yang berakar pada budaya Italia: berdasarkan prinsip komunitas, tanggung jawab, dan rasa hormat, anak-anak dibimbing melalui lingkungan yang mendukung. Ini berasal dari pemikiran liberal dan cara hidup orang Italia - yang selalu percaya bahwa perkembangan pengetahuan dan persepsi anak tentang dunia dibangun melalui pengalaman anak dengan lingkungan sekitarnya, serta saat bermain dan berinteraksi dengan teman-teman yang sama usianya dengan mereka.

Metode Reggio Emilia dibangun di atas keyakinan bahwa anak-anak belajar melalui asosiasi dengan objek, konsep, dan pengalaman. Bersama-sama, anak-anak menjelajahi dan memahami dunia dengan menciptakan interaksi dan mengimplementasikan proyek nyata.

Sering dianggap mirip dengan Montessori, namun metode Reggio Emilia lebih berfokus pada pembelajaran kelompok, sedangkan Montessori berfokus pada pembelajaran mandiri. Kelas Reggio Emilia lebih fleksibel dan terbuka daripada kelas tradisional. Di kelas Reggio Emilia, anak-anak tidak diberi tempat duduk. Sebaliknya, anak dapat dengan bebas berinteraksi, membentuk kelompok, atau bermain dengan teman sekelas yang berbeda untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian.

Metode ini juga mengasumsikan bahwa ada tiga “guru” utama dalam proses belajar anak, yaitu orang tua, guru kelas, dan lingkungan kelas. Guru di kelas Reggio Emilia dipandang sebagai mitra dan pembimbing anak karena guru juga akan “belajar” bersama anak-anaknya. Dengan kata lain, seorang guru adalah seseorang yang bekerja dengan anak-anak, yang mendengarkan dan memahami keinginan anak-anak yang diajarnya.

5. Metode Steiner Waldorf

Metode pendidikan Steiner Waldorf didasarkan pada gagasan filsuf awal abad ke-20 Rudolf Steiner tentang mendidik anak-anak dengan cara yang membantu mereka menjadi diri mereka yang sebenarnya, berpartisipasi menjadi warga negara yang baik, dan berkontribusi pada masyarakat serta membawa hal-hal baik ke dunia. Dengan membangun fondasi saat anak berusia 0 hingga 7 tahun, metode pendidikan Steiner mengajarkan anak untuk mengembangkan tiga nilai dasar: rasa syukur, cinta kasih dan tanggung jawab sehingga anak menjadi warga negara yang dewasa serta bertanggung jawab di masa depan.

Metode Steiner dinilai efektif untuk anak-anak antara usia 0 dan 14 tahun, terutama baik untuk anak-anak yang berbakat secara artistik, atau menyukai aktivitas fisik atau kegiatan non akademis lainnya.

6. Metode STEAM

"STEAM" adalah akronim dari inisial mata pelajaran inti yang umum diajarkan di sekolah: Sains (Science), Teknologi (Technology), Rekayasa Penciptaan (Engineering), Seni (Art) dan Matematika (Matematika). Di tingkat taman bermain, pendekatan ini berfokus pada mendorong anak untuk mengeksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai bahan, alat, dan ide baru.

Anak-anak akan diperkenalkan dengan berbagai alat pembelajaran di dalam dan di luar kelas. Misalnya, ketika belajar tentang tumbuhan dan biji-bijian, alih-alih hanya melihat ilustrasi di buku pelajaran, guru akan mengajak anak ke taman untuk belajar dengan benda yang sesungguhnya. Metode STEAM percaya bahwa melalui paparan lingkungan nyata, anak-anak dapat belajar lebih baik daripada hanya melihat buku pelajaran.

Pendekatan yang berfokus pada dunia nyata STEAM membantu anak-anak mengembangkan keterampilan secara alami serta menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak untuk bertukar, bersosialisasi, dan bergerak bebas.

 

Masa depan anak-anak tercinta

Sebagai orangtua, kita pasti ingin melihat anak-anak kita tumbuh sehat dan bahagia. Sedari anak-anak ini masih kecil saja, kita sudah bisa membayangkan berbagai cita-cita unik yang ingin dicapai di masa depan. Karena itu, kamu butuh solusi proteksi untuk melindungi diri dan keluarga dari segala risiko masa depan yang serba tidak pasti. 

Eits, tapi tidak bisa sembarang memilih, harus Yang Unik Untukmu.

Generali Indonesia paham kamu butuh solusi Yang Unik Untukmu.

Baca lebih lanjut tentang proteksi yang sesuai kebutuhan unikmu di sini.

Bagikan
suka artikel ini :