Anak muda Indonesia sekarang semakin peduli pada hal-hal religius. Termasuk berkurban di saat Hari Raya Idul Adha, atau yang biasa disebut dengan Lebaran Haji / Hari Raya Kurban.

Karena harga kurban juga bisa dibilang lumayan, maka bagi para anak muda Milenial dan Gen Z yang ingin menunaikan ibadah ini, ada beberapa tips supaya pelaksanaannya bisa lancar dan tidak mengganggu budget bulanan.

Penjelasan singkat seputar Kurban

Idul Adha adalah hari besar umat Islam di seluruh dunia, yang berasal dari sejarah saat Nabi Ibrahim diuji oleh Allah. Allah meminta Ibrahim untuk mengorbankan putranya sendiri, Ismail – sebagai bentuk kepatuhan terhadap Allah. Tapi, ketika Ibrahim dengan bercucuran air mata hendak mengorbankan putranya, mukjizat terjadi: Allah menggantikan Ismail dengan domba. Untuk memperingati kejadian ini, hewan ternak disembelih sebagai kurban setiap tahunnya.

Idul Adha jatuh pada setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah, atau 70 hari setelah Idul Fitri. Pada hari ini, umat Islam dilarang berpuasa. Pada hari Idul Adha, umat Islam berkumpul untuk shalat Ied di pagi hari dan setelahnya menyembelih hewan kurban bersama-sama.

Mengapa sebaiknya berkurban?

Sepertiga dari daging hewan yang disembelih akan diberikan kepada keluarga yang melakukan kurban, sedangkan sisanya dibagikan kepada orang lain, tetangga sekitar dan masyarakat di sekeliling tempat kita berkurban.

Inilah sisi positif dari kurban, kesempatan ini merupakan momen untuk berbagi rejeki bersama. Daging hewan kurban akan dibagikan terutama kepada masyarakat yang kurang mampu, supaya mereka bisa ikut mencicipi daging hewan sesekali.

Di Indonesia sendiri, sebagai negara yang rasa persaudaraan dan solidaritas antar tetangga sendiri masih cukup kuat, Idul Adha merupakan kesempatan untuk menjalin silaturahmi dan keakraban, selain untuk berbagi kebahagiaan.

Sebagai umat Islam, sudah sewajibnya untuk kita niatkan berkurban setiap tahunnya.

Harga hewan kurban

Harga hewan kurban berkisar antara 1,5 juta rupiah untuk seekor kambing berukuran kecil, 2,5 sampai 3 juta untuk kambing berukuran besar, dan antara 10 hingga 15 juta untuk seekor sapi lokal. Bedanya, satu ekor kambing akan dikurbankan hanya atas nama satu orang saja, sedangkan satu ekor sapi bisa dikurbankan atas nama hingga maksimal 7 orang.

Tips anak muda usia 20an: mengatur gaji dan menabung untuk kurban

Bagi kamu-kamu yang masih berusia 20an tahun, rata-rata baru memulai karir di dunia kerja. Tentunya gaji pun masih belum berjumlah fantastis, sebab baru mulai merintis. Kami mengerti sekali lhoo, kalau pengeluaran pun di awal-awal sangat banyak, namanya juga baru merasakan uang hasil keringat sendiri, wajar kalian ingin menggunakannya untuk menyenangkan diri sendiri.

Tapi, ternyata kebiasaan finansial baik yang dipupuk sejak dini, ketika baru mulai bekerja dan menerima uang gaji sendiri, ternyata akan berimbas panjang ke masa depanmu. Dengan perencanaan finansial yang tepat, kamu akan membiasakan diri untuk punya kebiasaan “sehat” terkait masalah keuangan nantinya, sampai kamu menikah dan membentuk keluarga kecilmu sendiri – bahkan sampai pensiun kelak.

Tak terkecuali, dalam menabung untuk berkurban. Bagaimana caranya? Simpel sih sebenarnya.

1. Tentukan kamu mau menabung berapa banyak

Kamu mau berkurban apa? Berapa harga hewan kurban yang kamu inginkan? Mengacu pada harga hewan kurban yang sudah disebutkan di atas, yang cukup terjangkau adalah kambing seharga 1,5 hingga 3 juta rupiah.

Setelah kamu putuskan harga hewan ternak yang kamu niatkan untuk dikurbankan, maka kamu punya yang namanya “TARGET GOAL”.

2. Tentukan kamu sanggup menyisihkan berapa banyak setiap bulannya

Nah, setelah tahu Target Goal jumlah yang harus ditabung seharga hewan kurban yang diinginkan, maka kamu harus realistis: berapa sih yang sanggup kamu sisihkan setiap bulannya? Lalu buat kalkulasi sederhana.

Katakanlah, gaji kamu adalah Rp 5 juta per bulan. Untuk pengeluaran rutin seperti biaya kost, transportasi dan makan sebesar Rp 2,5 juta sebulan. Untuk asuransi dan pengeluaran tak terduga, kamu membutuhkan Rp 1,5 juta sebulan. Jadi, sisa uang gaji kamu adalah Rp 1 juta per bulan, yang masuk ke tabungan.

Bila kamu sanggup menyisihkan hanya Rp 150 ribu sebulan pun, tidak apa-apa, yang penting kamu konsisten dan disiplin.

3. Gunakan tabungan yang tidak ada ATM dan mobile banking-nya

Supaya tidak tergoda menghabiskan tabungan (ya, ada kalanya saat si aplikasi hijau atau aplikasi oren mengadakan diskon besar-besaran, kamu lantas tergoda, kan?) yang sudah diniatkan untuk berkurban, saran kami adalah: semua uang tabungan ini kamu taruh di rekening yang tidak ada ATM maupun mobile banking-nya.

Soalnya, kalau aksesmu ke rekening sangat mudah, semakin besar pula godaan. Sedangkan, kalau aksesnya sulit, harus ke bank dulu lantas antri baru bisa menarik uang, maka tabungan pun akan lebih aman dari godaan-godaan sesaat yang belakangan bisa buat kamu menyesal karena sudah berlaku impulsif.

4. Salurkan hasil tabungan kepada panitia kurban yang dapat dipercaya

Setelah menabung selama berbulan-bulan, saatnya kurban pun tiba! Salurkan hasil tabungan kamu kepada panitia kurban yang dapat dipercaya, sehingga semua dapat berjalan dengan lancar.

Selamat, ya, kamu pasti bangga akan pencapaian ini. Anak muda usia 20an sudah ikut kurban, ini sesuatu banget, lho!

Ini adalah latihan konsistensi mendisiplinkan diri

Menabung untuk membeli hewan ternak untuk kurban Idul Adha, adalah salah satu bentuk latihan untuk konsisten mendisiplinkan diri sendiri.

Bila kamu sudah sukses melakukan hal ini, maka kamu bisa menerapkan metode menabung di atas untuk pembelian-pembelian lainnya, tidak hanya sekedar untuk beli hewan kurban saja. Kamu bisa mengaplikasikan teknik tersebut untuk menabung dengan tujuan membeli apa saja: motor, mobil, dana berlibur atau bahkan dana menikah serta DP rumah idaman? Terserah kamu. Yang penting, kamu sudah tahu caranya, kan?

Nggak sempat menabung tahun ini? No worries, there is always next year!

Duh, ternyata ketika membaca artikel ini, Hari Raya Lebaran Haji / Idul Adha sudah di depan mata. Tinggal beberapa hari lagi, mana sempaaat kalau baru mulai menabung sekarang! Itukah yang ada di pikiran kamu saat ini, ketika membaca artikel ini?

Jangan kuatir. Artikel ini bertujuan untuk memberi kamu saran seputar pengaturan finansialmu, dan membantu kamu untuk berpikir maju ke depan. Bila Hari Raya Kurban kali ini sudah di depan mata dan kamu tak sempat menabung untuk tahun ini, masih ada kesempatan berkurban di tahun depan yang bisa kamu rencanakan dari sekarang.

Jadikan tips-tips di atas sebagai bekal dan acuan kamu untuk bersiap-siap, sehingga, tahun depan kamu sudah 100 persen dalam langkahmu menabung untuk turut menunaikan ibadah berkurban saat Lebaran Haji.

Yuk, bagikan tips-tips dalam artikel ini kepada teman-teman sesama umat Muslim sekaligus Gen Z yang juga ingin menabung untuk berkurban!

Bagikan
suka artikel ini :