Dana Pensiun vs Investasi, Mana yang Harus Diutamakan?

Healthy Wealth Rabu, 13 Oktober 2021
Dana Pensiun vs Investasi, Mana yang Harus Diutamakan

Bertambah usia merupakan salah satu bagian dari lingkaran kehidupan yang pasti akan kita jumpai tanpa terkecuali. Semakin bertambahnya usia kita, maka kita tentunya akan mengalami penurunan baik pada kondisi fisik maupun pada kondisi psikis.

Masa tua ini biasa kita kenal dengan istilah pensiun. Istilah pensiun umumnya digunakan untuk menyebutkan seseorang yang telah lepas dari masa kerja untuk kedepannya.

Penentuan usia seseorang untuk memasuki masa pensiun memang tidak diatur secara eksklusif dalam Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan, tetapi pada umumnya, masa pensiun seseorang akan dimulai ketika mereka memasuki usia 55 tahun ke atas. Orang yang telah menginjak usia ini dianggap sudah tidak mampu untuk bersikap produktif.

Bagi seseorang yang memasuki masa pensiun tentu penting untuk menyiapkan tabungan masa depan. Tabungan ini akan membantu kamu dalam menghadapi masa tua yang tenang. Salah satu tabungan yang biasa dipilih orang sebagai jaminan hari tua yaitu dana pensiun.

Sesuai namanya, dana pensiun merupakan dana yang disiapkan khusus ketika kamu telah memasuki hari tua. Jika membicarakan tentang tabungan, mungkin satu hal yang muncul di kepala kamu adalah investasi.

Secara singkat, investasi merupakan kegiatan tanam modal untuk mendapatkan keuntungan di masa depan karena investasi merupakan tabungan jangka panjang.

Lalu, apa bedanya investasi dengan dana pensiun? Dan manakah hal yang harus kita utamakan? Simak selengkapnya dalam artikel ini!

Dana Pensiun

Dana Pensiun merupakan suatu lembaga yang bekerja untuk mengelola dan juga menjalankan program pensiun. Manfaat yang diterima dari pensiun ini yaitu pemberian uang secara berkala yang akan dibayar pada pekerja yang telah memasuki usia pensiun dengan cara yang sudah ditetapkan.

Pengaturan Dana Pensiun ini terdapat dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun. Dalam UU ini dijelaskan bahwa ada 2 jenis dari dana pensiun. Jenis dana pensiun ini adalah:

DPPK atau Dana Pensiun Pemberi Kerja

Dana pensiun ini merupakan dana yang dikelola dan diberikan oleh perusahaan tempat kerja. Perusahaan akan memberikan penghasilan pasti bagi seluruh karyawan yang tergabung dalam program pensiun. Pensiun dari perusahaan ini juga terdiri dari beberapa jenis pensiun, yaitu:

  • Normal, dimana dana pensiun akan diberikan kepada karyawan ketika mereka sudah memasuki usia pensiun, yaitu 55 tahun ke atas.
  • Dipercepat, dimana dana pensiun diberikan ketika perusahaan melakukan pengurangan karyawan atau pemberhentian hubungan kerja. Dana pensiun seperti ini sering disebut dengan pesangon.
  • Cacat, dimana dana pensiun segera dicairkan dan diberikan pada karyawan yang tertimpa kecelakaan, walaupun belum menginjak usia pensiun. Kecelakaan ini dianggap membuat karyawan tidak dapat lagi bekerja seperti dulu.

DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan

Berbeda dengan DPPK, DPLK merupakan dana yang dikelola dan diberikan melalui bank atau perusahaan asuransi jiwa yang berlaku bagi masyarakat umum. DPLK ini dapat diterima siapapun, baik karyawan maupun masyarakat umum yang memiliki polis asuransi pensiun.

 

Investasi

Seperti yang telah dijelaskan di atas, investasi merupakan kegiatan menanam modal dengan maksud menerima keuntungan kedepannya. Untuk lebih lengkapnya, Jika dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi merupakan kegiatan menanam modal yang umumnya dalam jangka panjang yang dilakukan sebagai pengadaan aktiva lengkap ataupun pembelian saham dan surat berharga lainnya demi memperoleh keuntungan.

Secara luas, investasi pun bisa diartikan menanam dengan harapan akan berbunga dan memberikan keuntungan di masa depan. Hal ini tidak melulu tentang saham maupun surat berharga. Kamu juga bisa melakukan investasi dalam bentuk tanah, properti, emas, dan lain sebagainya.

Saham

Kelebihan dari investasi saham yaitu penerimaan hasil pembagian keuntungan dari perusahaan (dividen) dan juga keuntungan dari naiknya harga saham (capital gain). Sedangkan kekurangannya yaitu kerugian akibat turunnya harga saham (capital loss), dan risiko perusahaan bangkrut (likuidasi).

Reksadana

Reksadana merupakan bentuk investasi yang cocok untuk pemula. Kelebihan dari reksadana yaitu dikelola oleh manajer investasi yang akan menyalurkan modal kita ke berbagai tempat. Tetapi kekurangan reksadana yaitu hasilnya relatif lebih sedikit dibanding investasi saham.

Properti

Kelebihan dari investasi properti yaitu risikonya terbilang kecil. Jika belum berhasil terjual, kamu bisa menyewakannya dengan begitu kamu akan menerima pendapatan pasif. Kekurangannya yaitu properti membutuhkan modal yang cukup besar dan tidak dapat terjual secara instan.

Emas

Kelebihan investasi ini yaitu emas merupakan aset yang paling mudah untuk dijual kembali dengan harga yang stabil, bahkan cenderung naik. Kekurangannya yaitu emas tidak menghasilkan keuntungan rutin.

Itulah penjelasan mengenai dana pensiun dan juga investasi. Sebagai bekal masa tua, kamu bisa melakukan kedua hal tersebut. Jika kamu seseorang yang memilih untuk mendapatkan penghasilan stabil dan tetap, kamu bisa memilih dana pensiun untuk masa depan.

Tetapi, jika kamu seseorang yang suka mengambil risiko, kamu dapat melakukan investasi. Investasi merupakan cara menghasilkan keuntungan yang cukup cepat tetapi memiliki risiko yang juga cukup tinggi. Jadi, pilihlah yang sesuai dengan profilmu. Semoga artikel ini bermanfaat!