Budaya gaya hidup konsumerisme sebenarnya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Sudah sangat banyak orang yang menganggap bahwa memiliki mobil sport, smartphone keluaran terbaru, tas-tas bermerek, atau makan malam di restoran mewah adalah tolak ukur kebahagiaan seseorang.

Ketika kamu membeli barang mewah dengan harga yang mencapai puluhan juta rupiah, memang akan timbul perasaan bahagia dan pastinya bangga. Tetapi biasanya hal ini tidak akan berlangsung lama. Kamu cenderung cepat merasa bosan sampai kamu bisa membeli barang mewah selanjutnya dan akan berujung menumpuk nantinya.

Tetapi memang pada dasarnya manusia akan sebisa mungkin untuk memenuhi semua keinginannya, walaupun pada akhirnya mereka bersikap konsumtif. Padahal jika dilakukan dengan terus menerus hal ini dapat membawa keburukan untuk kamu.

Lalu, bagaimana cara mencegah perilaku konsumtif dan bagaimana cara mengelola keuangan yang baik? Simak selengkapnya pada artikel ini!

Apa yang Dimaksud Dengan Konsumtif?

Gaya hidup konsumtif merupakan gaya hidup yang dimana pelakunya cenderung bersifat boros dengan mengedepankan keinginannya dibandingkan dengan kebutuhannya. Biasanya orang dengan gaya hidup konsumtif ini tidak memiliki daftar prioritas dalam hidupnya.

 Apa Faktor yang Mempengaruhi Hidup Konsumtif?

Seperti yang kita ketahui, gaya hidup konsumtif sebenarnya memiliki konotasi yang tidak baik. Oleh karena itu, kamu harus sebisa mungkin untuk menghindarinya. Tetapi sebelum itu kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa saja hal-hal yang menjadi faktor penyebab timbulnya gaya hidup ini.

Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri sendiri, bisa karena pengaruh orang lain atau juga karena lingkungan tempat kamu bergaul. Biasanya, jika kamu mengelilingi diri kamu dengan orang-orang yang berperilaku konsumtif dan juga boros, maka cepat atau lambat kamu juga akan terbawa untuk bersikap seperti itu juga.

Akan muncul perasaan bahwa kamu harus mengimbangi gaya hidup teman-teman sepermainanmu. Selain itu, saat ini menghamburkan uang juga menjadi hal yang sangat mudah untuk dilakukan.

Kamu bisa dengan mudah menghabiskan uang kamu dengan cara melakukan online shopping dan juga melakukan pembayaran dengan internet banking. Hanya dalam hitungan menit kamu bisa berbelanja dengan sangat mudah. Ini juga menjadi faktor pendukung bagi kamu untuk berperilaku konsumtif.

Faktor internal

Berlawanan dengan faktor eksternal, faktor internal adalah faktor pengaruh yang berasal dari dalam diri seseorang. Contoh faktor internal yang mempengaruhi kamu dalam berperilaku konsumtif yaitu timbulnya perasaan fear of missing out atau FOMO.

Perasaan fomo ini merupakan keadaan dimana kamu tidak ingin ketinggalan tren yang saat ini sedang berlangsung. Kamu akan merasa cemas atau minder jika kamu tertinggal. Selain itu, orang yang memiliki gaya hidup konsumtif biasanya memiliki keinginan untuk menerima pengakuan dari orang lain.

Pengakuan ini bisa berupa pujian atau yang lainnya yang akan membuat kamu merasa puas dan percaya diri. Orang dengan gaya hidup konsumtif ini memiliki gengsi yang sangat tinggi dan akan menghabiskan uangnya demi terlihat wah di mata orang lain. 

Apa Dampak Gaya Hidup Konsumtif?

Segala hal di dunia memang memiliki positif dan negatifnya. Jika dilihat lebih jauh, mungkin dampak positif yang bisa didapat dari memiliki gaya hidup yang konsumtif dan boros ini hanyalah rasa bahagia dan kepuasan pada diri sendiri. Tapi sebenarnya, gaya hidup konsumtif ini memiliki lebih banyak dampak negatif dibandingkan dampak positifnya.

Gaya hidup konsumtif atau bisa juga disebut sikap hedonisme ini akan sangat mempengaruhi kondisi finansial kamu. Jika tidak diperhatikan, kamu bisa saja terjerat hutang. Kamu juga akan berakhir tidak memiliki tabungan untuk masa depan atau sekedar dana darurat.

Gaya hidup hedon dan melakukan pemborosan terus menerus juga akan menyebabkan uang-uang kamu akan terbuang begitu saja. Dan dalam jangka panjang, jika jumlah yang kamu keluarkan cukup banyak, kamu dapat mendorong turunnya nilai uang yang pada akhirnya dapat menyebabkan inflasi.

Bagaimana Cara Mengurangi Gaya Hidup Konsumtif?

Beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menghindari perilaku konsumtif yaitu:

Buatlah budget plan bulanan

Anggaran keuangan ini akan sangat membantu kamu dalam mengelola uang bulanan kamu. Dengan budget plan, kamu akan mengetahui apa saja yang benar-benar kamu butuhkan dan apa saja yang hanya sekedar keinginan. Kamu dapat menyusun anggaran bulanan ini sesuai dengan prioritas kamu.

Kamu juga bisa menggunakan metode budgeting untuk mempermudah kamu. Misalnya, dari seluruh pemasukan kamu dalam sebulan kamu dapat membaginya ke dalam tiga kategori.

50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk kebutuhan lain, dan 20% untuk tabungan dan investasi. Tetapi, kamu juga bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan kamu. Lakukan budget plan ini dengan disiplin, kamu pun akan terhindar dari dari sifat hedonisme.

Alokasikan pendapatan kamu untuk tabungan

Tabungan ini dapat berupa investasi dan asuransi. Dengan asuransi, kamu akan memiliki proteksi untuk menghadapi risiko-risiko yang tidak terduga di masa depan. Investasi juga akan membuat kamu menerima pendapatan pasif secara berkala.

Itulah penjelasan mengenai perilaku konsumtif dan cara menghindarinya. Hindari gaya hidup ini dan kamu akan lebih sejahtera nantinya!

Tracking Inilah Mengapa Gaya Hidup Konsumtif Harus Dihentikan
Bagikan
suka artikel ini :