Akhir-akhir ini, kamu mungkin sering mendengar kabar kalau resesi ekonomi akan segera terjadi. Kabar ini tentu saja membuat was-was, mengingat efeknya tidak hanya akan terasa pada aspek perekonomian saja, melainkan juga aspek lainnya di kehidupan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai resesi ekonomi ini, simak berikut ulasan mengenai resesi ekonomi berikut dengan cara menghadapinya. 

Apa Itu Resesi Ekonomi? 

Resesi ekonomi merujuk pada penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan, yang bisa berlangsung hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya. Menurut para ahli, sebuah negara dikatakan mengalami resesi saat nilai GDP (gross domestic product) minus, angka pengangguran meningkat, hingga angka penjualan ritel yang turun drastis. 

Jika misalnya terjadi penurunan kondisi ekonomi secara global atau terjadi di beberapa negara di dunia sekaligus, maka itu maknanya telah terjadi resesi ekonomi global. Adapun dampak dari resesi global pada sebuah negara, akan tergantung pada beberapa faktor, misalnya seperti hubungan dagang negara tersebut dengan negara lain.  

Ada banyak hal yang bisa memicu munculnya resesi, baik di sebuah negara atau yang terjadi secara global. Pertumbuhan ekonomi bisa mengalami kemunduran karena hutang sebuah negara yang terlalu banyak, inflasi dan deflasi yang berlebihan, hingga pertukaran teknologi yang mengharuskan orang-orang harus beradaptasi terlebih dahulu dengan pertukaran tersebut. 

Baca Juga : Milenial dan Gen-Z, Sudah Tahu Cara Hadapi Kondisi Ekonomi Masa Depan?

Dampak dari Resesi Ekonomi 

Dampak dari resesi ekonomi lebih dari sekadar menurunnya kondisi ekonomi di sebuah negara atau secara global. Lebih dari itu, resesi ekonomi bisa berdampak bahkan ke lini terkecil dalam kehidupan masyarakat. Simak berikut ini beberapa dampak yang berpotensi timbul saat sebuah negara mengalami resesi ekonomi. 

  1. Kehilangan Pekerjaan 

Salah satu kondisi yang erat dengan resesi ekonomi adalah meningkatkan jumlah pengangguran. Maknanya, adanya potensi besar bagi para pekerja untuk kehilangan pekerjaannya saat terjadi resesi ekonomi. Gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) ini terjadi karena perusahaan berusaha untuk bertahan dengan menghemat dana, salah satunya dengan cara memutus hubungan kerja. 

  1. Peningkatan Utang Negara 

Tidak hanya berdampak pada para pekerja, resesi ekonomi juga akan berdampak pada pemerintah. Mengingat menurunnya kondisi ekonomi dan peningkatan angka pengangguran, maka negara akan berusaha untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, salah satunya dengan cara mengajukan pinjaman pada bank asing. 

Pinjaman ini juga dimaksudkan untuk membiayai pembangunan sektor-sektor pemerintahan, agar bisa tetap berlangsung dengan sebagaimana mestinya. Kondisi inilah yang kemudian membuat sebuah negara mengalami defisit bujet dan utang negara menjadi makin bertambah banyak seiring dengan berlangsungnya resesi ekonomi tersebut.   

  1. Banyak Perusahaan yang Mengalami Kebangkrutan 

Resesi ekonomi juga menyebabkan banyak perusahaan berpotensi mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan perusahaan terjadi disebabkan karena berkurangnya daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat yang berkurang drastis karena resesi ekonomi tentu akan berdampak pada makin sedikitnya pendapatan perusahaan. 

Salah satu cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk tetap bertahan adalah dengan menurunkan biaya operasional dan menutup area bisnis yang dirasa kurang menguntungkan. Situasi ini kemudian berujung pada PHK secara besar-besaran pada pekerja perusahaan, yang kemudian mengakibatkan makin tingginya angka pengangguran di negara tersebut saat resesi. 

Cara Menghadapi Resesi Ekonomi 

Resesi terjadi di luar kuasa orang-orang. Makanya, persiapan diri sendiri sangatlah diperlukan untuk bisa melindungi diri saat resesi ekonomi terjadi. Pun jika resesi ekonomi benar-benar terjadi, maka kamu tidak akan langsung ambruk dikarenakan kondisi ekonomi yang mengalami penurunan drastis. Simak berikut ini cara untuk menghadapi resesi ekonomi tersebut. 

  1. Siapkan Dana Darurat 

Menyiapkan dana darurat sifatnya sangatlah penting, bahkan jika tidak ada potensi resesi ekonomi sekali pun. Dana darurat ini bisa kamu gunakan saat kondisi ekonomi sedang memburuk disebabkan karena resesi ataupun harus kehilangan pekerjaan karena PHK saat resesi ekonomi sedang berlangsung. 

  1. Cari Pekerjaan Sampingan 

Jika memungkinkan, carilah pekerjaan sampingan agar kamu bisa memperoleh pendapatan tambahan. Pekerjaan sampingan ini tidak hanya akan membuat pendapatan rutinmu menjadi meningkat, namun juga bisa menyelamatkanmu saat terjadi resesi. Sekiranya kamu kehilangan pekerjaan utama karena resesi, maka pendapatan akan bisa tetap kamu peroleh dari pekerjaan sampingan. 

  1. Kurangi Pengeluaran 

Saat resesi terjadi, turunkanlah bujet pengeluaran yang selama ini kamu keluarkan. Kamu bisa batalkan pengeluaran yang cukup besar dan sifatnya tidak terlalu kamu butuhkan. Kamu sebisa mungkin harus bisa menyusun daftar prioritas, sehingga setiap pengeluaran yang nantinya kamu lakukan memang benar-benar kamu butuhkan, bukan hanya sekadar diinginkan.  

  1. Aktif Berinvestasi 

Investasi yang telah jauh-jauh hari kamu lakukan akan bisa melindungimu dari dampak yang tidak diinginkan karena terjadinya resesi ekonomi. Jangan pula untuk melakukan diversifikasi saat berinvestasi, sehingga jika sekiranya salah satu aset investasi turut mengalami penurunan saat resesi, masih ada aset investasi lain yang nilainya tetap bertahan atau meningkat saat resesi.

  1. Miliki Asuransi Jiwa dan Kesehatan   

Terakhir, jangan lupa untuk melindungi diri saat resesi dengan memiliki asuransi jiwa dan kesehatan. Keberadaan asuransi ini akan memberikan dana ganti rugi, sekiranya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat resesi, seperti kehilangan pekerjaan karena terkena PHK perusahaan. Maka dari itu, jangan pikir dua kali untuk memiliki asuransi. 

Resesi ekonomi merupakan kondisi di mana situasi ekonomi mengalami kemunduran, baik di sebuah negara ataupun terjadi secara global. Terjadinya resesi ekonomi bisa memicu naiknya angka pengangguran, bangkrutnya perusahaan, hingga meningkatnya utang negara. Kamu bisa coba lindungi diri dari risiko akibat resesi ekonomi, dengan melakukan hal-hal yang disebutkan di atas.  

Baca Juga : Pekerjaan impian: dari rumah, tetap mudah!

Sumber 

  • Foster, Sarah. (2023, Januari 31). Recession odds for 2023 are at 64% - here’s how a downturn could impact you. Bankrate. Diakses pada tanggal 28 April 2023 melalui https://www.bankrate.com/banking/federal-reserve/
  • The Investopedia Team. (2023, Februari 07). 7 Ways to Recession-Proof Your Life. Investopedia. Diakses pada tanggal 28 April 2023 melalui https://www.investopedia.com/articles/pf/08/recession-proof-your-life.asp
  • The Investopedia Team. (2023, Maret 28). Recession: What is it and what causes it. Investopedia. Diakses pada tanggal 28 April 2023 melalui https://www.investopedia.com/terms/r/recession.asp

 

Tracking Masih Ingat Kabar Tentang Resesi Ekonomi? Ini Penjelasannya!

Bagikan
suka artikel ini :