8 Cara Mengubah Pegawai Menjadi Duta Perusahaan

Healthy Wealth Minggu, 26 Januari 2020
Cara Mengubah Pegawai Menjadi Duta Perusahaan

Bisnis, perusahaan dan merek dagang kita sangat tergantung dengan reputasi. Penting untuk membangun nama baik bisnis kita supaya sukses dalam jangka panjang. Selain produk dan servis yang konsisten menjaga mutu dan kualitas yang prima, salah satu cara terbaik untuk membangun brand kita adalah lewat pegawai kantor kita sendiri - karena merekalah duta perusahaan kita.

Alasannya mudah: 52% dari kepercayaan pelanggan sangat tergantung dengan pendapat yang disampaikan oleh para pegawainya, bukan hanya dari level CEO alias presdir saja tapi bahkan sampai ke tingkat pegawai junior. Konten medsos yang dibagikan oleh orang yang bekerja untuk sebuah brand mendapatkan delapan kali lebih banyak Like dan Komentar, ketimbang konten yang dibagikan lewat kanal resmi brand sendiri. Dan tentu saja, 89% orang Indonesia masih lebih mempercayai rekomendasi dari teman dan kerabat mengenai produk apapun yang ingin mereka beli (sumber: Survei Global Nielsen, tahun 2015).

Jadi, bagaimana caranya untuk menyulap karyawan kantor kita dari pegawai biasa menjadi duta perusahaan atau bahasa kerennya brand ambassador? Ini beberapa tipsnya.

1. Biarkan mereka menjadi brand ambassador dengan sendirinya TANPA diminta

Memang, kita sebagai bos bisa saja meminta karyawan menjadi brand ambassador - tapi, sejatinya brand ambassador menjadi duta perusahaan tanpa diminta dan atas kesukarelaan sendiri, karena mereka cinta dan percaya kepada brand yang diusungnya - inilah mengapa brand ambassador punya kekuatan tersendiri - dari otentisitas testimonial mereka, kepercayaan masyarakat terhadap sebuah perusahaan atau merek akan terbangun dengan kuat.

Rasa cinta dan percaya kepada perusahaan tidak dapat dibeli dengan uang dan tidak bisa dipaksakan - kita harus menciptakannya sendiri melalui berbagai hal - ikuti 7 langkah berikutnya yang akan kita bahas di sini, dengan sendirinya pegawai kantor akan menjelma menjadi brand ambassador perusahaan kita.

2. Bekerjasama menuju sukses, bukan memerintah dari atas

Saat ada rasa "memiliki", kita akan lebih perduli - saat membangun brand, aspek terutama untuk menimbulkan rasa "memiliki" karyawan terhadap perusahaan adalah dengan melibatkan mereka bersama-sama sebagai satu tim.

Bekerjasama menuju sukses, bukan hanya memerintah dari atas - yakinkan bahwa semua pencapaian adalah hasil kerja keras bersama, bukan hanya karena bos semata tapi juga usaha dan komitmen segenap jajaran karyawan. Terapkan nilai-nilai, visi dan misi perusahaan bukan hanya sekedar lewat kata-kata tapi melalui contoh perbuatan teladan sebagai pimpinan kantor.

Untuk menciptakan rasa "sayang, peduli dan memiliki" dari karyawan terhadap perusahaan, komunikasi yang lancar juga diperlukan. Sering-seringlah meminta pendapat karyawan, libatkan mereka dalam mengambil keputusan yang menyangkut situasi kerja dan suasana kantor, sehingga mereka pun merasa puas dan bahagia di kantor, dan betah bekerja bersama perusahaan kita - ini hal pertama dan terpenting dari menciptakan seorang brand ambassador.

3. Berikan pengaruh positif ke dunia luar

Semua orang ingin membawa kebaikan ke dunia luar. Jadi, melakukan praktek bisnis yang beretika moral dan berpegang teguh pada kebenaran tak cuma baik dilakukan, tapi juga membuat karyawan juga merasa bahwa mereka ikut berpartisipasi menyebarkan hal positif dengan bekerja di kantor kita.

Dengan inisiatif yang membawa hal baik dan menimbulkan pengaruh positif untuk dunia luar di sekeliling kita, perusahaan dengan sendirinya menciptakan sejarah brand yang baik, sehingga karyawan semakin bangga bekerja untuk perusahaan kita.

4. Selalu jujur kepada karyawan mengenai masalah-masalah yang ada di kantor

Setiap bisnis pasti menghadapi masalahnya sendiri-sendiri. Memang kadang sebagai atasan, kita tidak merasa perlu membagi masalah ini kepada karyawan - tapi, bertindak seolah-olah semua baik-baik saja, padahal sebenarnya tidak, juga salah, lho. Masalah sekecil apapun lama-lama akan diketahui oleh para staf kantor, dan tidak menjelaskan pokok permasalahan secara langsung bisa membuat karyawan merasa tidak dipercaya - atau bahkan bahwa kantor tutup mata dan tidak mau memperbaiki persoalan tersebut.

Yang sebaliknya dilakukan adalah merubah masalah yang ada, bila memungkinkan, menjadi kesempatan untuk mengajak karyawan mencari solusi bersama-sama. Jujurlah mengenai masalah-masalah yang ada di kantor, dan jangan segan minta bantuan segenap jajaran pegawai untuk mencari solusi terbaik bersama-sama. Penting untuk bersikap transparan mengenai blunder yang mungkin terjadi, sehingga karyawan juga bisa belajar dari kesalahan tersebut dan tidak mengulanginya lagi.

Semua ini juga salah satu cara supaya karyawan merasa dipercaya dan ikut punya rasa "memiliki" terhadap perusahaan. 

5. Dukung karyawan untuk mengemukakan pendapat dan ide-ide mereka

Kita tak bisa mengharap karyawan akan selalu mendukung perusahaan tanpa kita sendiri sebagai atasan yang juga mendukung mereka secara penuh. Selalu ajak karyawan untuk berani mengemukakan pendapat dan ide-ide mereka, sehingga mereka merasa nyaman karena perusahaan selalu mau mendengarkan aspirasi mereka sebagai karyawan.

Selain itu, ide-ide segar yang menarik juga bisa datang dari karyawan mana saja, kan? Makin banyak kepala yang digunakan berpikir, semakin banyak pula kemungkinan mendapat ide cemerlang.

6. Beri kepercayaan kepada semua pegawai

Teramat krusial untuk memberi kepercayaan kepada semua pegawai - masing-masing sesuai keahliannya, tentu saja. Contohnya, percayailah desainer grafis untuk mengerjakan apa yang jadi keahlian mereka, jangan terlalu sering melakukan campur tangan dan menjalankan micromanagement sehingga mereka merasa apapun yang mereka lakukan selalu kurang baik. Alih-alih micromanagement, ajari karyawan untuk mulai belajar bertanggungjawab atas pekerjaannya sendiri, hingga menepati komitmen dan deadline, memegang janji dan selalu berusaha penuh mengejar hasil yang optimal dalam semua proyek.

Tentu saja masing-masing karyawan punya kesibukan sendiri dan setiap perusahaan punya kebijakan yang berbeda-beda. Tapi, di zaman yang semakin modern ini, sedikit toleransi dan fleksibilitas mengenai waktu kerja mungkin bisa membuat karyawan semakin betah di perusahaan kita. Misalnya, memberikan izin untuk karyawan bekerja dari rumah satu hari dalam seminggu, atau pulang lebih cepat di hari-hari tertentu - asalkan semua pekerjaan beres dan rapih - adalah nilai tambah bagi karyawan, dan membuat mereka merasa diberi kepercayaan dan semakin sayang pada kantornya.

7. Kekuatan terbesar sebuah perusahaan adalah sumber daya manusianya - karena itu, berinvestasilah pada karyawan kita

Karyawan bisa jadi makin cinta kepada perusahaan bila merasa mendapatkan dukungan, dan karyawan adalah ujung tombak utama dari perusahaan. Maka dari itu, investasi pada karyawan kita penting dilakukan, supaya ujung tombak pun semakin tajam. Pastikan untuk selalu mengenal masing-masing karyawan dengan baik, lakukan pendekatan personal ke masing-masing individu dan perlakukan mereka sebagaimana kita ingin diperlakukan. Ajak karyawan untuk membuat daftar cita-cita dalam bidang karir masing-masing dan bantu mereka mencapai tujuannya. Dengan begitu, karyawan pun tak akan segan-segan menceritakan semua kepositifan perusahaan kepada keluarga dan teman-teman mereka.

8. Ciptakan pengalaman yang berkesan

Banyak cara untuk menciptakan pengalaman berkesan bagi para karyawan kita. Misalnya, outing tahunan, makan-makan bersama, atau melakukan kegiatan amal yang diprakarsai oleh kantor kita, merupakan beberapa cara untuk menciptakan pengalaman berkesan kepada para karyawan.

Bagaimana? Sudah siapkah perusahaan kita mengikuti langkah-langkah di atas supaya karyawan kantor pun menjelma menjadi brand ambassador kita sendiri? Semoga sukses merubah pegawai menjadi duta perusahaan, ya!

 

Pemimpin yang baik memprioritaskan keselamatan pegawainya. Sebarkan tips-tips penting mengenai keamanan di jalan ini kepada karyawan kantormu:

Temukan Mentor yang tepat untuk kelancaran karir dan bisnismu!

Optimalkan potensi bisnismu lewat Instagram

Memulai usaha sendiri: susah nggak sih? Simak tips Anti-Gagal berikut ini!

10 Sifat Pemimpin Bisnis yang Hebat