Puasa Ramadan: olahraga murah meriah & mudah supaya sehat!

Puasa Ramadan, biasanya orang langsung berpikir: “aduh, nggak kuat olahraga, deh” karena kita harus menahan lapar dan haus. Tapi sebetulnya, asal olahraganya tidak yang terlalu berat, kita sebaiknya harus tetap bergerak sedikit. Cari olahraga ringan yang murah meriah dan mudah dilakukan, demi mencegah hidup sedentari saat bulan puasa.

Puasa Ramadan: Olahraga di saat berpuasa ternyata lebih efektif

Berbagai studi ternyata sudah membuktikan secara klinis bahwa berolahraga di saat sedang berpuasa (ya, termasuk puasa Ramadan) ternyata JAUH lebih efektif bagi tubuh dalam rangka membakar lemak dan membangun massa otot.

Kenapa? Alasannya mudah. Saat kita berpuasa, tidak makan dan minum selama beberapa jam, kita tidak menerima asupan energi. Untuk menjaga kinerja, tubuh akan mulai mengosongkan cadangan glikogen alias sumber energi dalam tubuh. Maka, cadangan energi yang didapat dari makan sahur pun akan habis digunakan menjelang 8-10 jam kita berpuasa. Nah, ketika kita berolahraga saat puasa, tubuh lantas mengeluarkan cadangan lemak dari penyimpanan lemak (iya, dari perut, paha, bawah dagu, lengan sampai pipi kita) dan efeknya, maka pembakaran lemak pun lebih maksimal saat olahraga dalam keadaan berpuasa.

Selain itu, saat kita berpuasa, ada peningkatan signifikan dalam produksi hormon HGH ("Human Growth Hormone" yang secara harafiah diartikan hormon pertumbuhan manusia) di tubuh kita. HGH berfungsi untuk membangun jaringan otot, karena itulah dengan olahraga ringan sekalipun, saat dilakukan ketika kita puasa, otot dapat terbentuk dengan lebih optimal.

Puasa Ramadan: olahraga dilakukan menjelang atau sesaat sebelum berbuka

Nah, karena olahraga juga menguras keringat dan bikin haus, makanya saran kami, olahraga dilakukan jangan di pagi hari. Berat soalnya, kalau harus menanggung haus terlalu lama, yang ada kamu bisa lemas dan puasa pun terancam batal. Lagipula, idealnya makan itu sekitar 1 sampai 2 jam setelah olahraga, supaya tubuh punya asupan energi baru dan cairan pengganti keringat yang hilang saat olahraga.

Jadi, untuk olahraga di bulan puasa Ramadan, baiknya dilakukan menjelang berbuka. Sekitar jam 4 atau 5 sore, juga merupakan jam ke-12 berpuasa setelah Imsak, di saat cadangan glikogen sudah habis dan kesempatan tubuh membakar lemak lebih besar.

Puasa Ramadan: olahraga apa saja yang mudah dilakukan?

Prinsip olahraga saat puasa, haruslah mudah dilakukan dan murah meriah. Apa saja olahraga yang masuk dalam kriteria ini?

Jalan santai di sekitar rumah

Biasanya, kantor mengizinkan pulang lebih cepat saat bulan puasa, alih-alih jam 5 atau 6 sore, jam 4 karyawan sudah boleh pulang supaya bisa berbuka bersama keluarga di rumah. Nah, manfaatkan kesempatan pulang cepat ini untuk berjalan-jalan santai di sekitar rumah, atau kalau ada lapangan umum di sekitar kompleks rumah, boleh juga jogging santai keliling lapangan.

Untuk lakukan olahraga ini, yang dibutuhkan cuma sepasang sepatu lari, kaki yang sehat dan tekad yang kuat!

Yoga ringan, online di rumah atau di studio yoga terdekat

Yoga ringan dengan pose-pose pemula yang mudah dilakukan, baik untuk persendian dan postur tubuh. Yoga juga berfungsi menenangkan pikiran.

Pulang kerja, sebelum buka, lakukan yoga ringan secara online di rumah sendiri lewat berbagai video yoga di YouTube, atau, kalau kebetulan ada studio yoga dekat rumah, kamu bisa join kelas sore supaya lebih semangat berolahraga bersama teman-teman baru.

Angkat beban ringan

Latihan angkat beban ringan, mempercepat pembentukan massa otot. Lawan gelambir di lengan, perut dan paha dengan latihan angkat beban yang mudah dilakukan di rumah. Tidak punya instruktur? Jangan kuatir, sekarang ini banyak aplikasi untuk berlatih dengan barbell atau kettlebell ringan di rumah, contohnya FitOn dan Sworkit. Plus, tidak semua aplikasi ini mengharuskan kita untuk membayar. Berbagai latihan tersedia untuk diakses secara gratis asal menjadi member dan mengunduh aplikasi tersebut.

Senam Tai Chi

Senam Tai Chi, adalah gerakan senam yang berasal dari seni bela diri Tiongkok kuno. Aktivitas fisik ini merupakan gabungan seni dan olahraga yang fungsinya, selain melatih keseimbangan tubuh juga menenangkan pikiran. Seluruh gerakan Tai Chi dilakukan perlahan tapi pasti, sehingga tidak membuat kamu ngos-ngosan dan lantas kehausan, tapi tetap cukup membuat badan bergerak dan efektif olahraga.

Konsisten olahraga saat puasa Ramadan bawa efek positif

Konsisten berolahraga saat puasa Ramadan akan membawa efek positif bagi kamu dan tubuhmu. Meskipun di awal kamu pasti merasa kecapekan, yang mana adalah wajar, setelah kamu menjalani rutinitas ini selama seminggu, kamu akan merasakan sendiri stamina bertambah, tubuh lebih kuat tidak mudah capek dan lingkaran-lingkaran tubuh pun perlahan jadi makin ramping!

Tips penting untuk tetap jaga makan sehat

Satu hal yang sering disalahartikan oleh banyak orang. Rajin berolahraga bukan berarti boleh balas dendam dengan makan yang lebih banyak melampaui batas kalori harian yang dianjurkan, apalagi saat berbuka.

Makan boleh saja, dalam batas wajar jangan berlebihan. Juga jenis makanan yang kamu asup harus bergizi baik serta mengandung protein tinggi supaya proses perbaikan jaringan tubuh dan pembentukan otot semakin maksimal hasilnya. Utamakan karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan sayuran, ditemani dengan protein seperti tahu, tempe, telur, ikan dan ayam.

Yang harus diperhatikan juga adalah minum air mineral. Berpuasa saja kita sudah kehilangan cairan, apalagi kalau olahraga sambil berpuasa, ya kan? Selepas berbuka, minum air mineral yang cukup dengan tambahan air perasan lemon untuk tambahan vitamin C. Kemudian, simpan satu botol minum besar yang diisi air dingin di sebelah tempat tidurmu, supaya kamu bisa terus minum sepanjang malam hingga waktu sahur nanti.

Bila tidak langsung melihat hasilnya, jangan kecewa dan berhenti berusaha

Usaha tidak akan membohongi hasil. Ungkapan ini memang pas untuk kita-kita yang sedang berdiet dan mencoba hidup lebih sehat.

Karena sejatinya, gaya hidup sehat itu merupakan lari marathon yang dilakukan dalam jangka panjang guna perbaikan diri dan kesehatan. Bukannya ibarat lari sprint alias adu cepat dan lantas selesai begitu saja. Roma tidak dibangun dalam sehari, demikian pula gaya hidup sehat juga dibangun dengan konsistensi dan komitmen seumur hidup.

Selamat berpuasa dan berolahraga, semoga segala niat baik kita untuk hidup lebih sehat membawa berkah dan kondisi tubuh pun semakin fit serta optimal selama beribadah di bulan suci Ramadan!

Bagikan
suka artikel ini :