Enam jenis penyakit kanker yang paling umum menyerang wanita

Rabu, 11 November 2020
Enam jenis kanker yang paling sering menyerang wanita

Fakta umum mengenai kanker dan prevalensinya

Statistik di seluruh dunia menyatakan bahwa satu dari lima orang wanita (20% dari populasi wanita di seluruh dunia) akan terkena serangan penyakit kanker suatu waktu dalam hidup mereka.

Kanker adalah penyakit dengan seribu muka yang punya level sangat personal, artinya, setiap penderita kanker mungkin tidak bereaksi sama terhadap terapi pengobatan yang diberikan. Penyebab utama dan pemicu terjadinya kanker pun sangat berbeda-beda di masing-masing individu yang diserangnya.

Langkah pencegahan kanker secara umum

Banyak sekali langkah pencegahan yang harus kita lakukan sejak muda untuk mengurangi risiko terkena penyakit kanker. Beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan timbulnya kanker adalah semakin menuanya populasi dunia, semakin meningkatnya obesitas dan gaya hidup sedentari, makanan tak sehat dan berbagai produk sanitari tubuh yang mengandung terlalu banyak bahan kimia.

Polusi udara, air dan tanah juga kerap kali dituding sebagai salah satu faktor pencetus kanker.

Menurut Dr. Matt Lam, manajer komunikasi sains dari Lembaga Riset dan Penelitian Kanker Dunia, risiko kanker semakin meningkat seiring bertambahnya harapan hidup manusia modern masa kini.

“Risiko terkena penyakit kanker semakin meningkat pada tiga puluh tahun terakhir,” demikian tutur Dr. Matt. “Tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, rajin berolahraga, makan makanan minim proses dan menjaga gaya hidup sehat termasuk memiliki berat badan ideal serta rutin melakukan cek rekam medis di rumah sakit. Itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk sedapat mungkin mengurangi risiko terkena penyakit kanker,” jelas Dr. Matt kembali.

Di antara berbagai banyaknya jenis kanker, ada beberapa tipe kanker yang lebih banyak menyerang wanita. Ini rangkuman info seputar 6 kanker yang umum menyerang wanita, penyebab dan cara-cara pencegahannya.

 

6 Tipe Kanker yang paling umum terjadi pada Wanita

1. Kanker Payudara

Seberapa sering terjadi:

Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Kira-kira 25 persen atau seperempat dari seluruh kasus kanker yang menimpa wanita di seluruh dunia setiap tahunnya adalah kanker payudara.

Tanda dan gejala-gejalanya:

Tanda dan gejala-gejala kanker payudara pada seorang wanita di antaranya pembengkakan di sebagian atau seluruh payudara, benjolan keras di payudara, permukaan payudara yang melesak ke bawah, rasa sakit atau nyeri di payudara atau di putingnya, puting yang melesak ke dalam, kulit payudara atau kulit puting yang berubah warna menjadi merah, kering atau mengelupas, serta kelenjar getah bening yang membengkak.

Selain itu, cairan yang keluar dari puting dan menyebabkan rasa nyeri juga dapat menjadi pertanda awal serangan kanker payudara. 

Bagaimana cara mencegah kanker payudara?

Lakukan mamografi secara rutin. Lakukan mamografi di rumah sakit terpercaya paling tidak sekali setahun mulai usia 40 tahun.

Kurangi konsumsi alkohol, sebab alkohol merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya risiko terkena kanker payudara.

Jaga berat badan di dalam batas-batas ideal, karena obesitas atau kegemukan juga merupakan salah satu faktor yang dikenal menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara.

Rajin berolahraga secara rutin, karena olahraga dengan baik dan benar akan membantu mengatur keseimbangan hormon yang dikaitkan dengan munculnya kanker payudara.

2. Kanker Usus / Kanker Kolorektal

Seberapa sering terjadi:

Kurang lebih 9,5 persen dari seluruh kasus kanker pada wanita setiap tahunnya adalah kanker usus – yang dalam istilah medis sering disebut sebagai kanker kolorektal.

Tanda dan gejala-gejalanya:

Kanker usus dapat menyerang orang berusia muda, tapi paling sering ditemui pada orang berusia di atas 50 tahun.

Perhatikan perubahan yang tiba-tiba timbul pada saat buang air besar. Contohnya, diare atau sembelit yang berlangsung selama berhari-hari, pendarahan lewat anus dan feses yang bercampur dengan darah.

Bagaimana cara mencegah kanker kolorektal?

Tingkatkan konsumsi serat dari buah, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Serat membantu sistem pencernaan melakukan tugasnya dengan lebih baik dan mempercepat pembuangan zat sisa makanan.

Kurangi konsumsi daging merah dan daging yang sudah terlalu banyak mengalami pemrosesan. Memakan jenis makanan ini lebih dari empat kali seminggu dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus sebanyak 20 persen.

Bila sudah berusia 50 tahun atau lebih, lakukan cek rekam medis secara rutin termasuk tes guna mendeteksi apakah ada kemungkinan terserang kanker usus.

3. Kanker Paru-paru

Seberapa sering terjadi: 

Kurang lebih 8,8 persen dari seluruh kasus kanker pada wanita setiap tahunnya adalah kanker paru-paru.

Tanda dan gejala-gejalanya:

Tanda-tanda dan gejala kanker paru-paru pada pria dan wanita sama: batuk terus menerus dalam jangka waktu lama, infeksi dada, batuk berdarah, rasa sakit atau nyeri saat sedang bernafas maupun saat sedang batuk, dan sesak nafas.

Bagaimana cara mencegah kanker paru-paru?

“Jangan merokok. Bila masih merokok, hentikan segera. Hindari perokok aktif karena menjadi perokok pasif pun dapat memicu kanker paru-paru. Diperkirakan bahwa 75 persen kasus kanker paru-paru dapat dihindari bila orang tidak merokok tembakau,” demikianlah penjelasan dari Dr. Matt Lam mengenai kanker paru-paru.

4. Kanker Serviks / Kanker Mulut Rahim

Seberapa sering terjadi: 

Kurang lebih 6,9 persen dari seluruh kasus kanker pada wanita setiap tahunnya adalah kanker serviks / kanker mulut rahim.

Tanda dan gejala-gejalanya:

Tanda-tanda dan gejala paling umum ditemui pada kanker serviks adalah pendarahan lewat vagina saat sedang tidak mengalami menstruasi.

Gejala lainnya termasuk rasa sakit atau nyeri saat berhubungan seks, keluar cairan dari vagina atau keputihan berwarna kecoklatan terus menerus yang berbau, serta rasa sakit dan nyeri di antara tulang panggul. 

Bagaimana cara mencegah kanker serviks / kanker mulut rahim?

Melakukan cek rekam medis mulut rahim secara rutin.

Gunakan alat pengaman yakni kondom. Hampir seluruh kasus kanker serviks / kanker mulut rahim punya penyebab utama yaitu HPV (Human Papilloma Virus / virus papilloma manusia) yang ditularkan lewat hubungan seks tanpa kondom pengaman, kontak langsung antar kulit kemaluan, serta hubungan seks secara oral dan anal.

Kini, sudah ada vaksin anti kanker serviks. Vaksin ini bisa diberikan oleh dokter obstetri dan ginekologi dari rumah sakit terpercaya di kotamu.

5. Kanker Indung Telur / Kanker Ovarium

Seberapa sering terjadi: 

Sebanyak 3,6 persen dari kasus kanker yang terjadi pada wanita adalah kanker indung telur / kanker ovarium.

Tanda dan gejala-gejalanya:

Gejala kanker indung telur cukup sulit terdeteksi. Contohnya, merasa lebih cepat kenyang, kehilangan nafsu makan, rasa sakit dan nyeri di perut terutama di perut bagian bawah, merasa kembung dan lebih sering buang air kecil.

Bila salah satu gejala ini terjadi selama berminggu-minggu, segera periksakan diri ke dokter spesialis. 

Bagaimana cara mencegah kanker ovarium?

Beri perhatian lebih kepada tubuh seiring bertambahnya usia, sebab risiko terkena kanker indung telur meningkat secara pesat setelah berusia 45 tahun atau lebih.

Gunakan alat kontrasepsi dalam bentuk pil yang diminum, sebab sejumlah riset mengaitkan pil kontrasepsi yang berfungsi mengatur keseimbangan hormon dengan penurunan risiko terserang kanker ovarium.

Sekitar 5 hingga 15 persen dari kanker indung telur dipicu oleh genetik turun temurun yang memiliki kecacatan. Karena itu, bila ada anggota keluarga dekat yang punya riwayat kanker indung telur, sebaiknya selalu rutin berkonsultasi dan melakukan cek rekam medis mulai usia 30 tahun.

6. Kanker Rahim / Kanker Uterus

Seberapa sering terjadi: 

Sebanyak kurang lebih 2 persen dari kasus kanker pada wanita yang terdeteksi setiap tahunnya adalah kanker rahim / kanker uterus.

Kanker rahim bisa menyerang wanita berusia muda, tapi kanker ini paling sering terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun. Umur rata-rata penderita kanker rahim adalah 60 tahun. Kanker rahim tidak umum terjadi pada wanita berusia di bawah 45 tahun.

Tanda dan gejala-gejalanya:

Rasa nyeri di tulang panggul saat melakukan hubungan seks. Menstruasi abnormal dengan jangka waktu terlalu lama dan terlalu sering, keputihan atau pendarahan abnormal yang diiringi kelelahan, rasa mual terus menerus dan penurunan berat badan secara tiba-tiba. 

Bagaimana cara mencegah kanker uterus / kanker rahim?

Mempertahankan gaya hidup lebih sehat. Menjaga berat badan dalam kategori ideal, rajin berolahraga dengan baik dan benar secara rutin merupakan langkah-langkah pencegahan kanker uterus / kanker rahim.

Sebab, wanita yang mengalami obesitas memproduksi lebih banyak hormon estrogen, yang telah dibuktikan oleh penelitian klinis merupakan faktor yang meningkatkan risiko kanker rahim. Semakin gemuk seorang wanita dan semakin tinggi BMI (indeks massa tubuh) yang dimiliki, semakin tinggi pula risiko terkena kanker rahim. 70 persen dari seluruh kasus kanker rahim dihubungkan dengan kelebihan berat badan.

Lakukan cek medis secara berkala mulai di usia 45 tahun.

 

Kemajuan dan inovasi ilmu kedokteran untuk mencegah kanker di masa mendatang

Lembaga Riset dan Penelitian Kanker Dunia adalah salah satu organisasi terbesar di muka bumi yang melakukan penelitian terhadap kanker secara konsisten.

Lembaga ini meneliti penyebab, faktor risiko, pencegahan dan berbagai terapi serta pengobatan bagi ribuan jenis kanker pada manusia.

Seiring berkembangnya kemajuan dan inovasi ilmu kedokteran, kanker tetap merupakan misteri alam yang merupakan momok mengerikan bagi semua orang.

Yang bisa kita lakukan mulai dari hari ini, sebetulnya sederhana saja: melakukan langkah-langkah pencegahan standar seperti disebutkan di atas (menjaga gaya hidup sehat, berat badan ideal dan menghindari stres, rokok serta alkohol). 

 

Berikan perlindungan terbaik bagi diri kita sendiri

Jaring proteksi terbaik bagi diri kita sendiri dan keluarga, dalam bentuk asuransi yang memberikan perlindungan apabila terjadi risiko penyakit kritis.

Generali hadirkan Cristal ,perlindungan risiko penyakit kritis dengan 110% premi kembali. Perlindungan risiko penyakit kritis sebagai bukti cinta kita kepada diri sendiri.

Mulai dari saran mengenai cara makan sampai dengan resep camilan sehat, semua yang kamu butuhkan untuk memulai gaya hidup sehat ada disini:

Ini pentingnya lakukan Medical Check Up secara rutin!

Khawatir terjangkit Covid-19? Lakukanlah 3 hal berikut ini

Tips khusus bumil: tidur lebih nyenyak supaya semakin sehat

Vitamin dan mineral terpenting bagi anak-anak dalam masa tumbuh kembang

Meal plan ideal: sehat, hemat dan bergizi

Tips rumah yang aman bagi bayi dan balita